
Dio sudah mulai kembali bekerja. Pagi ini dia sudah tidak sabar untuk sampai kekantor. Dio tidak sabar untuk bertemu dengan Dira. Ia melewatkan sarapannya hanya untuk segera tiba ke kantor. " Mas pergi dek, Mas sarapan di kantor saja." ucap Dio sambil buru-buru masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimum. Sementara Tania yang mengikutinya hanya bisa memandangi telapak tangannya. Tidak pernahnya Dio seperti itu. Biasanya setiap pagi Dio akan pergi setelah Tania mencium punggung tangannya.
Ibu mertuanya menyadari perubahan yang terjadi pada anaknya. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Yang bisa di harapkan oleh ibu mertuanya saat ini hanya Tania dapat lebih bersabar. Apalagi jika Tania sampai tahu Dio punya anak dari wanita lain.
Di siang hari, Tania sudah menyiapkan bekal makan siang untuk Dio. Tania pergi ke kantor Dio untuk mengantarkan bekal makan siangnya. Sesampainya di kantor Tania melihat Dira yang sedang ada di sana.
" Dira.. Dira kan?" ucap Tania
" Iya.. " sahut Dira saat
__ADS_1
" Bagaimana keadaan Dimas. Apa dia sudah sembuh" tanya Tania
" Iya dia baik saja. Dia dalam masa pemulihan saat ini. Maaf anda siapa ya? Apa kita pernah bertemu sebelumnya. Maaf jika saya lupa." ucap Dira
" Saya Tania, Istrinya mas Dio. Orang yang telah menolong Dimas. " ucap Tania
" Aku mau mengantarkan bekal makan siang untuk mas Dio. Tadi pagi dia lupa membawanya." ucap Tania
Dira merasa kesal dan cemburu pada Tania. Ia tidak senang jika Tania datang me kantor Dio. Lalu Dio sampai di lantai satu. Ia berencana makan siang dengan Dira. Dio tidak sadar jika Tania datang ke kantornya. " Dir.. Kita akan makandi mana siang ini." tanya Dio
__ADS_1
Ia belum menyadari kalau Tania sedang berada di samping Dira. Tania heran melihat Dio. " Mas akan makan siang di luar? Padahal aku datang membawakan bekal." ucap Tania
Tentu saja Dio kaget bukan main. Ia bingung bagaimana jika Tania curiga. " eh iya tadinya mas akan makan di luar. Tapi karena kamu sudah datang lebih baik mas makan bekal yang kamu buat saja. Kelihatannya lebib enak. " Ucap Dio sambil mengambil bekal dari tangan Tania.
Dio merasa bersalah pada Dira. Dio sadar jika saat ini Dira dalam keadaan cemburu. " Ayo Dir. Kita menikmati makanan ini bertiga. Tadinya kami akan makan di luar. Untuk berbincang tentang Dimas. Tapi pas ada kamu di sini sayang. Sekalian saja kamu ikut ya. Ajak Dio
Dira tidak suka jika ada Tania di antara dia dan Dio. Ia memilih pergi. " Maaf sepertinya aku ada urusan mendadak. Aku juga tidak mau menjadi pengganggu di antara kalian. Lebih baik kalian nikmati saja makan siang berdua ini."Ucap Dira sambil tersenyum lalu pamit pergi
Setelah selesai menemani Dio makan siang. Tania pamit untuk pulang. Saat ia akan keluar kantor. Ia tidak sengaja berpapasan dengan Marcel. Marcel datang ke kantor Dio untuk melakukan meeting. Mata mereka berdua saling baradu. Tapi Marcel bersikap cuek. Dia bersikap seolah-olah tidak mengenal Tania. "Kenapa sikapnya sangat dingin. Apa aku melakukan kesalahan. Ah untuk apa juga aku pikirkan. Lagian sejak awal aku dan dia juga bukan teman akrab." gumam Tania
__ADS_1