
Marcel mengantar Tania menuju ruangan di mana Dio di rawat. Marcel membuka pintu dan melihat Dira sedang mencium kening Dio yang masih tertidur.
"Gawat kalau sampai Tania lihat hal ini. Dia pasti sedih."batin Marcel
"Kenapa? Ayo dorong aku masuk ke dalam. Aku ingin melihat keadaan mas Dio." ucap Tania
Marcel berinisiatif memperlambat waktu. Ia mencari pengalihan lain. "Tania, Coba lihat ada taik mata itu. Bersihkanlah dulu. Bagaimana kalau Dio lihat. Dia pasti jijik lah." ucap Marcel
"Ah apanya kau ini. Sudah 3 tahun aku menikah. Mas Dio sudah sering melihat taik mataku. Untuk apa aku malu. Sudahlah kalau kau tidak mau. Aku bisa menjalankan kursi ini sendiri." ucap Tania
Dira mendengar seperti ada keributan di luar pintu. Ia tahu betul kalau itu suara istri Dio. "Untuk apa wanita itu ke sini?" ucap Dira
Tania menjalankan kursi rodanya dan masuk ke kamar Dio. Di dalam kamar Tania melihat Dira. "Kamu kenapa di sini?" tanya Tania
"Mbak Tania bukankah sedang sakit? Kenapa mbak ke sini. Saya ke sini hanya melihat keadaan mas Dio setelah operasi saja. Mbak jangan berpikir buruk dulu ya." ucap Dira
" Oh tidak kok Dir. Aku tidak berpikir buruk. Aku sudah baikan kok. Besok aku juga sudah bisa pulang. Jadi aku bisa menjaga mas Dio di sini." ucap Tania
__ADS_1
"Kenapa dia sudah baikan. Seharusnya aku bisa menggunakan kesempatan ini agar semakin dekat dengan mas Dio." Batin Dira
" Oh baguslah kalau gitu. Karena sudah ada mbak. Lebih baik saya kembali ke kamar anak saya. " Ucap Dira
" Tapi siapa pria itu mbak. Kenapa dia ada di sini." Tanya Dira
" Dia temanku. " Ucap Tania
"Oh.."ucap dira
Tania mendekat ke tempat tidur Dio. Dia melihat Dio masih belum sadar akibat obat bius.
"Berterima kasih juga ada batasannya. Tidak perlu sampai mencium kening segala." ucap Marcel membalas sindiran Dira
Mata Dira membulat seketika. "Kau keluarlah. Aku ingin bicara. " ucap Dira
Marcel keluar dari kamar Dio. Ia mengikuti langkah Dira. "Apakah Tania tahu hal ini. Kalau begitu baguslah. Aku tidak perlu berakting lagi." Ucap Dira.
__ADS_1
"Dia tidak perlu tahu. Aku akan menjaga dia agar jangan sampai tahu. Pelakor tidak akan menang. " ucap Marcel
Dira mengangkat tangan hendak menampar Marcel. Untunglah Marcel sempat memegang tangannya. "Dasar brengsek. Kalau kau tidak tahu sesuatu lebih baik diam." bentak Dira
"Suatu saat Dio pasti akan menjauh darimu. " ucap Marcel
Dira menarik tangannya dari cengkeraman Marcel secara kasar. Lalu pergi dengan marah yang begitu besar.
Sementara Marcel hanya duduk di depan kursi yang ada di depan kamar Dio.
Setelah beberapa menit akhirnya efek obat bius Dio menghilang. perlahan Dio mulai membuka matanya. "Dimas.. Dimas.. Bagaimana keadaanya?" ucap Dio
Tania mendekat ke Dio. "Dimas? Siapa dia? Apa dia anak yang mas Dio tolong ya?" gumam Tania
" Mas.. ini aku Tania. Siapa Dimas yang mas maksud." tanya Tania
"Dimas anakku. Bagaimana keadaannya. Apa dia baik-baik saja." jawab Dio
__ADS_1
"
"