
“A-Adit tolong lepaskan”
Zen dan Rumini melihat Aditya menyeret Alisa ke kamarnya.
Lagi-lagi Aditya menghempaskan tangan Alisa dengan sangat kasar.
“Apalagi yang kamu mau dariku? Katakaan” Aditya meneriaki Alisa
Alisa hanya ketakutan dan meringkuk di pojokan dekat almari milik Aditya.
“Katakan” Aditya memegang dagu Alisa dan menghempaskannya kembali
Alisa terus memegangi perutnya dia takut calon ayahnya akan menyelakakan anaknya sendiri.
“Aku mohon Adit aku gak ngerti apapun yang kamu maksud, Zen tolong” Alisa meminta belas kasihan dari sahabatnya yang sedang berdiri di dekat pintu kamar Aditya bersama ibunya Rumini namun Zen hanya menyeringai menurutnya ini pembalasan yang setimpal untuk orang yang telah mengusik keluarganya.
Aditya tidak bisa menahan emosinya dia menjambak rambut Alisa dan membenturkannya ke lantai namun malah mengenai ujung Almarinya yang tajam membuat kepalanya berlumuran darah.
“Aditya tolong maafkan aku jika memang ada salah” Suara Alisa sudah hampir tidak terdengar
“Aku kesini hanya ingin menolongmu dari wanita jahat itu” Suaranya kembali meninggi tangannya menunjuk Rumini namun rumini berpura-pura menangis
Namun Aditya malah menyeretnya untuk berdiri, dan menampar kedua pipinya dengan sangat-sangat keras sehingga tamparan itu bergema di kamar Aditya.
Alisa jatuh tersungkur bukan hanya kepalanya yang dipenuhi bekas lebam dan memar ada adarh segar yang mengalir dari kedua pahanya.
“Kak cukup Alisa kenapa dia?” Zen langsung mendekati Alisa ada rasa kasihan di dalam dirinya namun Aditya menghalangi adiknya untuk enyentuh wanita yang menurutnya sudah tidak ada harga dirinya.
“Ken panggil ambulan secepatnya kesini” Jelas Aditya ia menghubungi Ken asistennya
“Nak biarkan saja dai meninggal supaya tidak ada lagi orang yang mengganggu keluarga kita” Jelas Licik Rumini
“Adit gak mau masuk penjara” Aditya langsung pergi keruang kerjanya
Ambulance sudah datang tentunya dibarengi dengan Ken.
“Tuan ada apa ini?” Tanya Ken dia panic Alisa dibawa pihak rumah sakit
“Urus saja, jebloskan dia kepenjara setelah dia sembuh”
“Maksud tuan?”
“Turuti saja sekarang” Tegas Aditya
Alisa tidak sadarkan diri darah dimana-mana kandungannya sedang terancam, kebetulan Raka sedang bertugas disana dan melihat orang yang dicintainya berlumuran darah namun dia memastikan lagi bahwa dia benar-benar Alisa.
“Maaf suster siapa dia?” tanya Raka
“Beliau orang yang kami jemput dari ruamah tuan Aditya Pramana dok” Suster itu kembali membawa Alisa ke ruangan UGD
__ADS_1
“Bukan Alisa ternyata, tapi siapa?”
Raka tidak peduli dia acuh dia tidak ingin tersakiti untuk kedua kalinya.
“Suster siapa dia?” Tanya perawat lainnya.
“Saya dengar namanya Nyonya Alisa, dari pihak tuan Aditya bahwa nyonya itu begitu karena kecelakaan kasian ya mana lagi hamil” Jelas Suster
Raka mendengar semuanya dia kaget, ada sesuatu yang pastinya disembunyikan Aditya dia langsung menghubungi Parjo karena Raka tahu pasti pamannya akan khawatir jadi ia buru-buru menghubunginya.
“Anak saya tolong anak saya dok” ujar Alisa setengah sadar dia terus menjerit memegangi perutnya.
“Tenang bu, kami akan melakukan yang terbaik untuk keduanya.
**
“Maaf tuan, tuan ada kabar buruk nona Alisa di bawa kerumah sakit” Jelas Parjo
“Maksudmu apa Parjo?” Tanya Tyo
“Entahlah tuan Raka yang akan menjelaskan semuanya, sebaiknya kita langsung terbang kesana” Parjo bahkan tyo ikut-ikutan Khawatir dan Panik mendengar kabar anaknya.
**
Mereka sudah tiba di Jakarta dan langsung bergegas ke rumah sakit yang di tujunya.
“Tuan dimana nona Alisa” Tanya Parjo
Raka setia menemani Alisa sebelum Parjo dan ayahnya Tyo datang.
“Anaku Alisa” Tyo Tak kuasa menahan tangisnya namun dia harus kuat demi anak dan cucunya yang sedang Alisa kandung
“Ayo nak tinggalkan mereka berdua ada sesuatu yang akan paman tanyakan”
“Paman sebentar beliau siapa?” Tanya Raka dia belum mengetahui bahwa itu ayah yang dicari Alisa selama ini
“Kamu belum sadar juga dia ayahnya ona Alisa Tyo Raka” Jelas Parjo
“Oh om Tyo, maaf paman Raka kurang tahu”
“Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada nona dan bagaimana sekarang keadaannya?” Tanya Parjo
“Keadaannya sudah membaik paman namun anaknya sedang terancam, Alisa harus secepatnya bangun jika dalam waktu 1 jam ini belum bangun pihak rumah sakit tidak bisa menjaminnnya”
“Dan saya juga kurang tahu kejadian detailnya seperti apa paman, yang Raka tahu Alisa dibawa oleh pihak rumah sakit dari rumahnya Aditya sepupu saya.
“Ya memang tujuannya dia ingin membantu calon ayah dari anak yang ia kandungnya dari kelicikan Rumini”
“Maksud paman jadi benar anak yang dikandung Alisa anaknya sepupu saya?”
__ADS_1
“Bibi Rumini dia kembali paman?” Tanya Raka
“Iya tapi asal kamu tahu semua ini hanya jebakan Bela dan adiknya sepupumu Zenia, pasti dia kembali untuk memancing Tyo”
Parjo menjelaskan lika-liku setalh Raka tidak bersamanya lebih tepatnya setelah Raka sudah tidak peduli lagi dengan Alisa dari Alisa menyelamatkan ayahnya sampai sekarang.
“Ma-maafkan Raka paman, Raka tidak bertanggung jawab, Raka akan kerumah Aditya sekarang”
Raka sudah berniat akan ke ruamah sepupunya untuk meminta pertanggung jawabannya namun terhalang oleh Parjo.
“Jangan memperkeruh suasan nak Raka, sudahlah tunggu pengakuan dari nona saja”
“Baikalah”
Sudah hampir satu Jam Alisa belum juga siuaman membuat orang-orang disana semakin panic.
“Bangun nak ayah bersamamu, masih menunggumu” Jelas Tyo
Ada respon dari Alisa tangannya bergerak kepalanya kesana-kemari seperti orang yang tersiksa dan gelisah cepat-cepat Raka memanggil dokter.
“Bagaimana keadaan anak saya dok” Tanya Tyo
“Anak bapa mengalami trauma berat, sangat-sangat buruk untuk calon ibu dan anaknya saya akan memantaunya dan memeriksa perkembangannya beberapa jam yang akan datang saya permisi” Jelas sang dokter
Penjelasan dokter membuat dugaan Raka semakin kuat dimuka Alisa terdapat luka legam dan memar Raka langsung membuat dugaan yang memang benar adanya dia menduga Alisa mengalami kekerasan Fisik tapi ia juga tidak mau terlalu gegabah.
“Siapa yang berani telah melukai anakku tidak akan pernah aku ampuni” Mata Tyo memerah wajahnyanya yang sedikit keriput ikut memerah.
“Parjo tolong kirimkan anak buah saya sebanyak-banyaknya sekarang juga” Jelas Tyo
Rumini tidak tahu bahwa banyak asset Tyo Adiguna yang ditanamnya di beberapa negara termasuk di Inggris yang bekerja sama dengan Jordan.
“Tuan jangan gegabah terlebih dahulu ini akan membuat keadaan nona semakin memburuk”
“Maaf tuan saran saya hanya rawat dan jaga nona terlebih dahulu saya akan mengusahakan segala cara untuk mendapatkan keadilan nona Alisa.
“Baiklah aku tunggu kabar baikmu Parjo”
Tyo kembali menatap anak yang akan selalu ia kasihi itu, anak yang hilang beberapa bahkan puluhan tahun, anak yang menjadi korban kehidupannya sendiri.
-
-
-
-
-Salam❤
__ADS_1
Jan lupa dukung terus Help Me Please dan 7 Misi Hana Terima kasih🔥