My Struggle

My Struggle
Kekalahan Rumini


__ADS_3

Suasana dirumah itu menjadi tidak karuan Aditya berusaha membantu Adiknya, sementara Tyo dan anak buahnya tidak bisa berkutik.


“Zen cepat ke kamar” Teriak Aditya


Zen hanya ketakutan dan berlari ke atas tangga namun Rumini tidak bisa membiarkan itu dia menembakan satu peluru dan berhasil mengenai bahu Zen sehingga ia terguling-guling di tangga.


“Zenia ” Teriak Aditya


Aditya menghampiri Zenia untungnya Zen masih sadar dan Aditya menyandarkan adiknya di balik sofa


“Kamu tenang disini Zen kakak akan urus ini” Titah Aditya


“Hati-Hati Kak” Banyak darah yang keluar menetes pada lantai putih itu.


Sementara Bela, Siska, dan Rani melepaskan diri mereka lari ke kamar dengan membawa Zen, anak buah Tyo melihat suasana aga lengah sehingga mereka melakukan aksinya membalas anak buah dari Rumini, Aditya tidak tinggal diam dia membantu anak buah Tyo.


Lagi Rumini menembakan kembali pistolnya dengan membabi buta sehingga menyebabkan banyak korban, kini tinggal Aditya, Tyo, Parjo dan Dirinya yang tersisa.


“Kamu akan mati Tyo Hahaha” Rumini menembakan pelurunya namun terhalang oleh parjo sehingga mengenainya.


“Apa Parjo, pajo bangun kita akan segera ke rumah sakit” Tutur TYo yang sudah panic


“Tidak tuan, pengabdian saya cukup sampai disini, terima kasih telah menerima saya kembali” Parjo menghembuskan nafas terakhirnya


Aditya terkejut peluh sudah bercucuran dimana-mana, jantungnya sudah mulai tidak beraturan ia memegangi dada kirinya dia membutuhkan oksigen banyak namun dia merasa sesak.


“Mamah cukup Adit bilang Cukup ayo bunuh saja adit” Aditya sudah ambruk nafasnya tersenggal-senggal.


“Hahaha akan ku bunuh kalian”Ucap Rumini


“HENTIKAN” Beberapa polisi berdatangan dan menodongkan senjata api.


Rumini berbalik dengan tenang.


“Kalian yang berhenti atau saya bunuh mereka haha” Suaranya terus bergelegar diruangan itu


Darah dan mayat berserakan di rumah Aditya.


“Turuankan SENJATA kalian CEPAT” Titah Rumini


Semua polisi menurunkan pistolnya masing-masing takut bertambah kembali jumlah korban Rumini.


“Dan kau Tyo selamat tinggal suamiku sayang”


DOOOR suara tembakan pistol namun Tyo masih sehat walafiat sementara Rumini ambruk di samping anaknya Aditya mulutnya mengeluarkan Darah Iya ini semua Aditya yang melakukannya dengan sedikit tenaga yang ia punya ia memegangi tangan ibunya dia mengarahkan pistol itu ke perut Rumini hingga mengenainya dan tewas di tempat.


**


“Tidaaakkk” Alisa terbangun waktu sudah mulai pagi


“Alisa kenapa, gue disini” Dini dan Alex memasuki kamar Alisa


“By gimana kayanya di mimpi buruk lagi” Terang Dini


“Tunggu saja, ini kasih minum”


Alisa menerima air yang diberikan Dini memang dari dulu jika dia sedang tidak enak hati dia selalu mimpi buruk, dan mimpi buruk itu sangat sering terjadi setelah Alisa di diagnosa terkena depresi parah.

__ADS_1


Alisa mengusap wajahnya gusar menjabak rambutnya namun temannya Dini terus menenangkannya.


“Kita telpon dulu ayahnya By” Ujar Alex


“Tidak mungkin kita tidak bisa mengganggu waktu tidurnya tuan Tyo Din mungkin sahabatmu butuh waktu untu sendiri” Alex mencoba memberikan saran


“Gue-gue gakpapa kok Din” Ujar Alisa di sela-sela tangisnya


“Apa Al lo?” Dini sangat senang Dini baru mendengar suara Alisa setelah sekian lama Alisa tidak pernah berbicara padanya.


“Dengerin gue Al, lo butuh apa? Coba bicara sama gue” Titah Dini


“Gue, ayah gue dimana Din?” Alisa celingukan mencari Ayahnya


“Ayah lo ada urusan di Indonesia tenang sama paman parjo kok dia gak sendiri”


Alisa sedikit tenang, keadaanya berangsur membaik setelah hari itu, dan setelah check up kembali ke Psikolog dia dinyatakan sudah normal.


“Selamat ya Al, lo udah sembuh jangan sakit-sakit loh sebentar lagi lo akan jadi aunty” Dini kala itu telah mengantar Alisa dari Psikolog.


“Eh kok gue gak tau lo hamil si tau-tau udah buncit”


“oh iya semenjak gue sakit, gue ngapain aja? Oh iya lupa bayi gue Dini” Alisa melihat perutnya yang tidak seperti ibu hamil biasanya perutnya agak membesar 2 kali lipat


“hedeh lupa kata Lo?”


“Sebenarya lo mikirin apa sih Al sampai lupa sama bayi sendirI” Dini tidak habis pikir pada sahabat kecilnya itu.


“Iya gak tau selalu ada bayangan hitam yang mengganggu pikiran gue, hm Din Hp gue di mana ya?” Tanya Alisa polos


“Hm gak tau Al mungkin hilang ya udah emang mau apa sih?” Tanya DIni


“Perasaan gue gak enak Din gue mau telpon ayah gue dulu mana sini gue minjem” Pinta Alisa


Namun ketika akan dipinjamkan Dini, HP nya sudah ada yang memanggilnya tertera MY HUBBY di layar ponselnya.


“Bentar ya gue angkat AL nanti dipinjemin deh” Cengir Dini


Alisa hanya berdecak kesal dia duduk di bangku taman karena semakin hari perutnya semakin berat


“Sayang ada Alisa disana?” Tanya Alex suarany sedikit panic


“Ada By itu lagi duduk, emang kenapa?” Tanya Dini


“Sayang ayahnya meninggal”


“APA?” Tanya Dini dan terdengar oleh Alisa


“Dini kenapa?” Tanya Alisa


“Ah ini tidak, biasa suamiku akan pulang malam mau di gebukin nih” Elak Dini dan terdengar oleh Alex


Alisa kembali berdecak “ Ada-ada saja” Alisa mengibas-ngibaskan tangannya menurutnya cuaca hari ini begitu terik.


Dini menjauh supaya Alisa tidak mendengarnya.


“Istriku galak banget” Cicit Alex

__ADS_1


“Ehehe maaf nih By kasian si Alisa baru juga sembuh” Tutur Dini


“Iya-iya aku ngerti, aku dapet info dari Raka sepupunya Aditya bahwa semalam ada kejadian yang mengerikan”


“Maksudmu apa By”


“Aduh susah deh pokonya nyeritainnya kalau di ponsel, intinya tuan Tyo mendonorkan Jantungnya untuk Aditya”


“Ha emang ada apa sih? Terus itu si Alisa gimana dong”


“Kamu bujuk dia untuk tidak menghubungi ayahnya dulu, periksa kandungan ke shopping ke, kamu lebih paham”


“Oke aku akan usahakan awas pulang jangan malam” Tegas Dini


“Iya-iya sayang seccepatnya deh”


“Hm Al lo mau gak nganterin ke dokter langganan gue” Pinta Dini


“Gue mau periksa kandungan dulu”


“Oh iya sudah tapi gue pinjem ponsel lo ya” Pinta Alisa


“Aduh Al maaf banget ya ponselnya lowbat nih kelamaan dipake”


“Perasaan tadi sebelum kesini udah dicharger, penuh lagi” Batin Alisa


“Eh iya sudah lah nanti di rumah juga bisa” Alisa percaya saja dengan sahabatnya Din


**


“Kami pulang” Ucap Dini Alisa langsung menhampiri telpon rumahnya.


“Sayang udah pulang kemana aja” Selidik Alex


Dini mengijak kaki Alex dan Alex sedikit mengaduh.


“Kalian kenapa sih?” Tanya Alisa dia sedang menggunakan telpon itu namun tidak tersambung juga


“Aneh” Batinya


“Alex maaf ini telponya sedang bermasalah atau gimana sih?” Tanya Alisa


“Eh iya Al tadi pagi telpon itu rusak entah kenapa, nanti kami akan memanggil tukang” Jelas Alex


“OH iya sudah bolehkah aku meminjam ponselmu saja?” tanya Alisa


“Ah ini lagi di Charger tadi barusan soalnya HP nya lowbatt “ Elak Alex


“Lowbett lagi?” Alisa langsung melengos ke kamarnya dia butuh Istirahat dia terlalu lama berdiri.


“By kita gak bisa menyembunyiakn ini terus, dan jangan sampai info ini diterimanya dari orang lain”


“Kamu tau diakan, apalagi dia sedang hamil”


“Kita akan mengurusnya besok” Alex terus menciumi perut buncit Dini


Salam❤

__ADS_1


__ADS_2