
Setelah beberapa Jam pun sang dokter belum keluar Alex menunggu dengan was-was di luar sementara Dini Istrinya sedang beristirahat di hotel terdekat sebenarnya Alex tidak tega meninggalkan Dini yang juga sedang hamil namun Dini memerintahkan suaminya agar mejaga Alisa terlebih dahulu.
“Alex lo ngapain lagi kesini?”Seseorang menepuk pundak Alex dari belakang
“Istri lo ngelahirin?” Tanyanya lagi
“Raka, untung ada lo bukan istri gue tapi Alisa gue khawatir dimasa-masa kritisnya tidak ada orang terdekat yang menemaninya”
“Ha jadi bener yang tadi gue liat sore hari itu di kamar Jenazah Alisa?” Tanya Raka kaget
“Iya dia pingsan dan ngalamin pedarahan hebat”
“Kenapa sampai begitu Lex” Raka menginstruksikan Alex untuk Duduk
“Gue juga gak tahu Ka, oh iya bukannya lo kerja? Kok lo kesini?” Tanya Alex
“Iya gue menggantikan sepupu gue sementara waktu”
“Dimana sepupu lo Raka” Alex berdiri Alex terlalu sensitive jika menyangkut dengan Aditya.
“Dia juga masih diruang perawaatan, kemarin kami telah melakukan transplansi Jantung” Jelas Raka
“Raka tolong jelasin sama gue secara detail se jelas-jelasnya kenapa sampai ayahnya Alisa memberikan jantungnya pada Aditya yang notabennya telah merusak putrinya sendiri”
Raka hanya memberikan rekaman CCTV dan langsung pergi meninggalkan Alex.
**
“Maaf keluarga Alisa” Ucap sang dokter
“Saya sahabatnya dok bagaimana keadaannya” Alex langsung berdiri dari duduknya.
“Tuan, nyonya Alisa belum bisa melewati masa kritisnya dan kabar buruk satunya lagi karena nyonya melahirkan bayi Prematur kami akan memindahkan anaknya ke Ruang NICU ( Neonatal Intensive Care Unit)” Jelas sang dokter
“Oh iya kabar baiknya anak nona Alisa kembar”
Alex semakin khawatir namun ada kegembiraan dihatinya mendengar kabar baik dari sang dokter
“Apa dok kembar?” Tanya Alex
“Apakah keadaannya ibu atau anaknya bisa pulih seperti sedia kala dok?” Tanya Alex
“Iya tergantung kondisi keduanya tuan seperti biasa kami akan bekerja semaksimal mungkin” Tuturnya
“Baiklah dok terima kasih”.
**
“Adit gue harus ngomong sama lo kaya gimana lagi hah?” Tanya Raka ia sedang berada diruangan Aditya ya Aditya baru saja siuman namun Raka tidak melihat keadaan Aditya yang masih lemah ia lebih peduli pada Alisa.
“Ma-maksud lo apa Raka?” Tanya parau Aditya
“Dimana adik gue” Raka malah menanyai Zenia
“Gue minta sama lo segeralah minta maaf sama dia sebelum lo terlambar Dit”
__ADS_1
“Hah terlambat bagai mana maksud lo, Aww” Aditya meringis dengan memegangi dada kirinya
Raka langsung membantu Aditya pada posisi sebelumnya.
“Aditya lo masih gak paham juga arah pembicaraan gue?”
“Minta maaflah pada Alisa yang telah kau nodai dan sekarang sedang berjuang mati-matian untuk melahirkan anak-anaknya dan juga ank lo” Jelas Raka
“Gak penting Raka udah berapa kali gue juga bilang dia bukan anak gue dia anak Alex”
Raka sangat kaget akan pegakuan Aditya jelas-jelas malam itu ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa sepupunya telah menodai anak orang.
“ADITYA” Raka langsung bangkit dari duduknya
“Lo nuduh sahabat lo yang memang gak ada bukti sama sekali, gue paham sekarang Alex sangat membenci lo, karena lo hanya menggunakan akal picik lo”
“Gue kecewa Dit padahal kalau gue jujur gue sangat menyukai gadis yang lo nodai tapi gue rela hanya karena lo, dan lo tahu dia mencintai lo” Raka langsung keluar
“Ambil aja tuh wanita murahaan Raka” Aditya sedikit berteriak dan terdengar jelas oleh Raka
“Sepupu gue gak waras” Bebarengan dengan Raka keluar Ken kembali keruangan Aditya dengan membawa parsel.
“Maaf tuan saya mengganggu”
“Tidakpapa masuklah, Ken kau tahu keadaan adiku?” Tanya Aditya
“Nona muda baik-baik saja tuan mungkin 2 hari atau 3 hari kedepan nona boleh pulang”
“Baiklah terima kasih Ken”
“Katakan saja Ken”
“Ini ada surat dari tuan Tyo mungkin ada informasi penting yang akan disampaikannya” Ken memberikan sebuah Amplop
“Hanya menyuruhku untuk meminta maaf pada anaknya? Buang saja Ken tidak berguna bagiku”
Aditya belum mengetahui Jantungnya sudah bukan Jantungnya Lagi.
“Tapi tuan saya mohon” Ken sedikit memelas karena Ken tahu ini permintaan terakhir dari orang yang sudah menolong tuannya.
“Biarkan saja di Meja nanti saya akan membacanya”
**
“Gimana keadaannya Alex?” Raka kembali lagi untuk memastikannya seharusnya ia sudah pulang dari sore tadi
“Keadaannya kritis dan anaknya harus dipindahkan ke ruangan NICU”
“Apa Lex? Lo mending pulang saja Istri lo pasti nunggu lo” Titah Raka
Alex tidak bergeming karena perintah Istrinya harus tetap menemani Alisa.
“Lex gue tahu lo sangat mencintai Istri lo, pulang lah gue janji bakal jagain Alisa sampai pagi dan kembali lagi besok dengan istrimu”
Alex berpikir sejenak
__ADS_1
“Baiklah Ka, gue gak mau sahabat istri gue ada masalah dan jika ada apa-apa langsung hubungin gue” Pinta Alex
“Tenanglah Bro gue tahu lo cape harus menjaga 2 wanita hamil sekaligus” Raka menepuk kembali bahu Alex
Alex langsung bergegas dan meninggalkan rumah sakit.
**
2 hari berlalu keadaan Alisa membaik begitupun Anaknya, Dini Alex dan Raka sangat senang akan hal itu.
“Nyonya Alisa sebentar lagi akan siuman kalian bisa menunggunya di dalam” Senyum sang dokter mengembang
“Baik dok terima kasih oh iya, bagaimana keadaan anaknya dok?” Tanya Dini
“Iya kedua bayi kembar itu sudah mengalami perkembangan yang pesat 1 atau 2 hari lagi kami akan memberikannya kepada ibunya” Jelas Dokter
Mereka memasuki ruangan Alisa setelah 3 hari ia berjuang dengan masa kritisnya, Dini melihat sahabatnya dengan perasaan yang tidak bisa terlukiskan tubuhnya tidak terurus apalagi wajah dan kulitnya Dini menangis melihat keadaan Alisa.
“tenangkan dirimu sayang” Alex memegangi bahu istrinya
“Aku-Aku dimana?” Alisa mengerjpkan matanya pandangannya masih belum jelas suaranya sangat pelan
“Kita disini Al, lo sekarang ada di Rumah Sakit lo habis melahirkan” Jelas Dini
“Melahirkan?” Tanya Alisa ia mengelus perutnya yang masih sedikit buncit
“Dimana dia?” Alisa langsung bangun seperti kehilangan sesuatu
“Siapa Al siapa? Tenang dulu” Jawab Dini
Sementara Alex dan Raka memerihatikan kedua sahabat itu.
“Anakku dimana Din aku hanya punya dia” Air matanya meleleh mengingat kembali ayahnya Tyo dan pamannya Parjo sudah tiada
“Bukan dia” Dini tersnyum
Alisa keheranaan kenapa bukan dia?
“Tapi mereka”
“Apa maksud lo Din”
Dini meminta bantuan pada suaminya Raka untuk membawakan kursi Roda Dini berinisiatif membawa Alisa untuk melihat anaknya di luar Ruangan NICU
“Mereka anak-anak lo Al”
Alisa bangkit dari kursi rodanya ia melangkah terpapah-papah namun dengan pasti Air matanya kembali meleleh melihat kedua anaknya yang sedang di dalam incubator ada rasa khawatir senang yang ia rasakan saat ini”
“Apakah mereka Din?”Tanya Alisa Senyum miris terlukis di bibir pucatnya
“Iya itu anakmu Al”
Bukan hanya Raka Alex pun sangat terharu melihat adegan ini.
Salam❤
__ADS_1