
“Hm Alisa maafin kami ya mungkin setelah ini kami jarang mengunjungimu” Terang Dini
“Biasalaah” Dini memberikan senyum manisnya dengan mengelus-ngelus perut buncitnya.
“Tidak apa tidak usah meminta maaf, harunya aku yang meminta maaf pada kalian banyak merepotkan kalian terima kasih ya sudah membantuku” Jawab Alisa
Dini berpamitan pada Alisa untuk pulang ke rumahnya, Alisapun memasuki rumah pemberian dari ayah angkatnya Jordan. Sepi itu yang ia rasakan air matanya kembali mengalir ia belum sepenuhnya mengikhlaskan ayahnya.
Namun Alisa sedang melamun Girban menangis dengan sangat kencang sang kakak mungkin lebih peka akan pearsaan sang ibu Alisa.
“Hey jagoan Momy, jangan nangis sayang pasti kamu sangat haus iya?” Alisa mengajak saang anak berbicara dan langsung menggendongnya untuk memberikan Asi Eksklusifnya.
Setelah menidurkan Gibran malah Gibrael yang rewel ia tidak bisa di kasih Asi oleh Alisa namun Alisa sudah mengecek suhu tubuhnya tidak panas namun Gibrael malah makin rewel sebagai seorang Ibu Alisa sangat engkhawatirkan anaknya jika terjadi sesuatu.
**
“Apa doktter?” Tanya Zenia ia sedikit berlari untuk mendengarkan penjelasan sang dokter
Dokter berhenti di dekat pintu ruangan Aditya ia menjelaskan kembali pernytaannya pada Zenia.
“Iya nona saya harus mengatakan ini dengan terpaksa bahwa tuan Aditya mengalami koma dan kami belum mengetahuinya akan waktu kapannya tuan Aditya melewati masa-masa ini”
“terus saya harus bagaimana dok?” Tanya Zen kembali ia sudah tidak tahu cara bagaimana membantu kakaknya
“Panggilah orang-orang terdekat dan orang yang ia sayanginya sebelum terlambat selebihnya mintalah doa pada Tuhan sebanyak-banyaknya hanya Dia yang bisa menyembuhkan penyakit semua umatnya” Sang dokter kemudian memasuki ruangan Aditya
Zen terduduk di lantai tenaganya sudah tidak bisa menopang lagi tubuhnya dia meratapi nasib keluarganya yang hancur berantakan.
“Jangan Alisa-jangaaannn” Zenia bangun dari tidurnya lebih tepatnya ia pingsan setelah menangis terlalu lama kemudian sang suster menghamirinya
“Maaf nona tadi nona pingsan dan saya membawa nona kesini apa perlu bantuan?” Tanya perawat
“Tidak sus terima kasih”
“Aku harus secepatnya menemui Alisa, mimpi ini akan terus menggangguku” Zen turun dari ranjang rawatnya.
“Ken bisakaah sekarang menyiapkan peswawat pribadi?” Zen menguhubungi Ken
__ADS_1
“Maaf nona sepertinya untuk sekarang ini tidak bisa, bisakah nona menggunakan pesawat umum saja? Ada beberapa masalah kantor yang serius”
“Oh begitu ya sudah saya titip kakak saya, beberapa hari ini saya akan ke America”
“Baik nona, Hati-hati dijalan”
Sambunganpun terputus.
**
“Sayang kamu kenapa? Mommy disini?” Alisa terus menggendong Gibrael yang sangat-sangat rewel padahal Gibran sudah terlelap dari tadi.
“Aku harus membawanya ke rumah sakit” Kemudian Alisa merapihkan semua pakaian bayinya dan perlengkapan yang mungkin akan dibutuhkan nanti di RS
**
“Maaf dokter ada apa dengan anak saya?” Tanya Alisa dengan bahasa Inggrisnya yang fasih
“Begini dalam pemeriksaan kami semuanya normal namun seminggu kemudian anda harus membawanya kemari dan biasanya anak kembar itu jika mengalami rewel seperti anak anda mungkin kembaran satunya sedang mengalami suatu hal yang kurang mengenakan sehingga si kembar ini yang merasakannya” Terang sang dokter
“Tapi anak saya Gibran tidak kenapa-napa dok malah dia tertidur pulas” Alisa melihat Gibran yang memeng sedang tertidur di kereta dorongnya
Alisa terkejut padahal ia merasa baik namun ya ia hanya belum mengikhlaskan kepergian ayahnya namun ia juga harus mengerti bahwa Tuhan lebih menyayangi ayahnya.
“Baik dokter terima kasih”
Semenjak itu Alisa merawat kedua anaknya dengan seorang diri, ia juga memimpin perusahaan yang dulu dibangun ayahnya dan Jordan untuk memenuhi kebutuhanya. Alisa tidak menyewa baby siter untuk merawat anaknya ia ingin benar-benar yang merawat dan menjaganya siang malam ia harus bekerja belum mengurus rumah, Gibran dan Gibrael namun Alisa sangat bahagia dia menjalani semua itu dengan ikhlas.
**
8 bulan kemudian Zen masih belum menemukan Alisa, kadang dia di Indonesia untuk menjaga kakaknya yang tidak mengalami perubahan sedikitpun kadang ia di Amerika untuk mencari Alisa, ya negara Amerika yang luas tidak sebentar memeng untuk bisa menemukan seseorang
Zen terus mencari informasi kepada orang-orang yang mungkin mengetahui keberadaan Alisa namun nihil info-info itu tidak membuahkan hasil.
“Nona apakah benar ini dengan nona Zenia?” Seseorng melihat Zen yang sedang terduduk dan menunduk di bangku tunggu
“Dokter Jorg apa kabar?” Zen langsung sumringah ia menyalami dokter yang ia sudah anggap sebagai ayahnya sendiri
__ADS_1
“Saya baik, bagaimana keadaan kakakmu?” Tanya Jorg kembali
“Kakaku tidak mengalami perubahan dok” Zen kembali murung
“Sudahlah biar saya yang akan memeriksanya jangan bersedih takdir Tuhan pasti baik untuk kakakmu”
“Terima kasih dokter”
“Oh iya sangat mulianya tuan Tyo memberikan jantungnya untuk kakakmu padahalkan tuan Tyo itu rivalnya ayahmu Zen” Sang dokter duduk disebelah Zenia
“A-apa dokter tahu ini semua?” Tanya Zen tidak percaya
“Zenia-Zenia saya sudah lama bekerja disini namun ya sudah beberapa laama ini saya resign karena mengikuti istri saya di Inggris dan saya mendengar tuan Aditya sekaligus pemilik RS ini sedang sakit, saya lagsung ke sini dan mencari tahu penyebabnya”
“Kasihan anaknya tuan Tyo baru saja ia bertemu dengan ayahnya sudah harus kehilangan lagi” Jelas sang dokter
“Iya sudah saya akan memeriksa dahulu kakakmu”
“Tunggu dok anak tuan Tyo? Alisa maksud dokter?”
“Iya siapa lagi kalau bukan kakaknya Bela?”
Mata Zenia berbinar ia menemuka secercah harapan untuk dia meminta maaf pada orang yang mungkin sangat sulit untuk memaafkan Zenia apalagi kakaknya
“Dokter dimana Alisa?”
“Kenapa kamu mencarinya? Dia berada di Inggris” Jawabnya
“Inggris?” Air matanya sedikit meleleh dia tidak akan pernah menemukan Alisa di Amerika kalau kenyataanya ia ada di Inggris
“Maaf paman saya minta alamatnya?”
“Ini berhati-hatilah karena alisa bertempat tinggal agak dalam dari ibu kota Inggris”
“Baiklah dok sekali lagi saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih”
Zenia langsung terbang ke Inggris malam itu juga ia idak menghiraukan keadaannya yang kian hari makin tidak terawatt dan tidak terurus dia harus mendapatkan maaf dari Alisa dan harus membawanya untuk menemui sang kakak.
__ADS_1
Salam manis❤