My Struggle

My Struggle
Aditya Kau!!


__ADS_3

“Bagaimana keadaan Alisa paman” Tanya Dini


Adam, Alex dan Dini langsung menuju RS tempat dimana Alisa dirawat setelah mengantarkan Rara.


“Lex gimana kabar lo” Tanya Raka


Raka dan Alex memisahkan diri sebelumnya Alex sudah pamit pada Dini untuk menyanggupi ajakan Raka mencari udara segar


“Baik, lo gimana? Lo lebih tahu apa yang sebenarnya terjadi Ka” Jelas Alex dia meneguk minuman kalengnya


“Gue juga baik namun cewek yang gue sayangi lagi kritis” Jawab Raka


“Alisa maksud Lo, gue bisa bantu lo dan soal si Aditya juga”


“Gue bisa sendiri Lex makasih, dan gue juga tahu lo datang kesini pasti hanya akan membantu sahabat dari istri lo”


“Santai saja gue gak akan ganggu masalah lo kok, ya awalnya cuman memang gitu tapi lama-lama gue gak tahan sama sikap mantan sahabat gue” Jelas Alex


“Mantan sahabat?”


“Iya gue gak nyangka setelah kepergian orang tuannya gue kira dia bakal lebih dewasa dan mandiri tapi ternyata hanya bisa hamilin anak orang”


“Jaga bicaramu Alex dia sepupu gue, ya gue ngerti tapi asal lo tahu dia dipengaruhi sama ibunya ya bibi gue”


“Maksud lo gimana Ka” Kening Alex berkerut


Akhirnya Raka menceritakan garis besarnya sehingga menjadi serumit ini. Alex langsung mengerti sangat tidak mudah memang diposisi Aditya Adiguna.


**


“tenangkan diri lo Din” Adam menopang tubuh Dini kalau Alex melihat itu semua perang dunia ke tiga mungkin akan terjadi


Dini sudah melihat semuanya dan mendengar penjelasan dari Parjo.


“Saya gak nyangka paman Alisa sampai seperti itu” Tutur Adam


“Terus rencana apa selanjutnya paman”


“Kami akan menunggu siumannya dulu nona Alisa dan setelah itu saya akan pikirkan kembali bagaimana cara menyadarkan tuan Adit”


Sementara Tyo ketiduran di sofa ruangan Alisa dirawat dia begitu letih mungkin faktor usia yang membuat tubuhnya cepat lelah dan sangat rentan


“Haaaaaa” Alisa mengalami kejang-kejang di Ranjang sehingga orang yang berada di luar langsung masuk, semua orang sibuk Tyo sampai terbangun Parjo buru-buru memanggil dokter.


Alex dan Raka yang kebetulan akan kembali sedikit berlari melihat Dini dan Adam yang sedang panic di luar ruangan.


“Sayang ada apa ini?” Tanya Alex


Dini langsung memeluk Alex akhir-akhir ini dia sedikit cengeng dan mudah sekali tersinggung. Alex langsung mendekap tubuh mungil istrinya dan membawanya ke pelukannya di ciumnya pucuk kepala Dini dan dia mengusap-ngusap punggungnya.


Sadar tidak mendapat jawaban dari istrinya Alex melayangkan pertanyaan yang sama pada Adam


“Alisa mengalami kejang Lex, keadaannya sepertinya memburuk”


Sang dokter keluar dan langsung disambut Tyo dan Parjo yang ingin mengetahui keadaan putrinya yang sebenarnya.

__ADS_1


“Maafkan saya tuan”


“Apa maksudmu dokter apa?” Mata keriput Tyo sudah berair ada kekecewaan dan kehawatiran disana.


“Waktu anak anda hanya satu hari dari sekarang jika lebih saya tidak bisa menjaminnya, dan keajaiban Tuhan Cucu anda baik-baik saja di dalam kandungan ibunya, namun jika ibunya tidak sadar-sadar cucu anda juga akan menjadi taruhannya”


Pusing itu yang dirasakan Tyo, pandangannya menghitam dia sudah tidak ingat apa-apa lagi.


Alex sudah tidak tahan istrinya semakin menderita mendengar keadaan sahabtnya semakin memburuk, ia menitipkan Dini pada Adam dia bergegas ke rumah Aditya.


Aditya sedang berada di kantornya dia juga tidak focus bekerja Ken sangat paham keadaan tuannya.


“Ken kau dimana?” Seseorang menghubunginya


“Saya tunggu di kafe ini bawa juga tuanmu” Jelas Alex


“Baik tuan”


Aditya menyanggupi tawaran Alex Adit menyangka Alex hanya ingin meminta maaf setelah beberapa waktu Alex telah memakinya namun dugaanya salah Aditya di hajar habis-habisa di kafe yang telah dipesan Alex sehingga di kafe itu tidak ada seoarngpun kecuali mereka bertiga.


“Alex apa-apan ini?” Aditya meraba bibirnya yang sudah mengeluarkan darah.


“Itu untuk orang yang berani-beraninya menghamili anak orang, dan mengusik ketenangan istriku” Jelas Alex yang terbakar emosi susah payah Ken memisahkan mereka berdua.


“Alex-alex masih saja lo belum ngaku gakpapa gue kasih anak haram itu sama lo, lo juga ayah yang sebenarnya” Aditya menyeringai


Beberapa pukulan melayang dengan tepat di wajah mulus Aditya.


“Gue tunggu lo dipengadilan”


**


Semua orang tekejut sekaligus senang Alisa sudah siuman.


“Ada apa nak, apa yang sakit dimana?” Tanya Tyo khawatir


“Parjo cepat panggilkan dokter” Titah Tyo


Setelah semuanya tenang Alisa belum juga berbiicara air matanya terus keluar lidahnya terlalu kelu untuk berbicara.


“Al gue dan Adam disini” Dini duduk berhgantian dengan Tyo


Namun Alisa tidak bergeming dia terus diam dan tidak bergerak sama sekali hanya nafasnyalah yang naik turun.


“A-aku ma-mau pulang ayah” Pandangannya terus mengarah ke atas


Alisa seperti jombi matanya sedikit memerah bibirnya sagat-sangat pucat.


“Kita akan pulang sayang sembuh dulu saja ayah akan mengusahakan yang terbaik untukmu” Tyo barus saja siuman dari pingsannya


“Aku mau pulaaaaanggg” Alisa menjerit sekuat tenaga tidak menghiraukan ada jabang bayi yang sedang dikandungnya.


Dokter yang masih diruangan tersebut langsung menyuntikan obat bius supaya Alisa kembali tenang.


“Kenapa anak saya dok?” Lagi-lagi Tyo sangat menghawatirkan anak dan cucunya.

__ADS_1


“Pasien mengalami trauma yang sangat berat dia mengalami depresi parah butuh beberapa waktu dan dampingan psikolog untuk memulihkannya kembali”


Lagi dan lagi kenyataan pahit yang harus di dengar keluarga dan sahabat-sahabatnya apalagi Dini dia sangat histeris belum Rara yang mengalami gangguan Jiwa dan satu lagi temannya Alisa mengalami depresi yang tidak biasa.


“Kita akan ke Inggris Parjo persiapkan semuanya” Titah Tyo


“Baik tuan”


Mereka memutuskan untuk merawat Alisa di Inggris agar jauh dari masalahnya namun Tyo tidak tinggal diam dia akan membalasakn dendam atas anaknya.


“Bagaimana rencana kita selanjuutnya tuan” tanya Parjo mereka akan terbang ke inggris esok hari.


“Biarkan mereka menikmati waktu terakhir mereka setelahnya kita akan bergerak dengan cepat”


Sementara Alex dan Dini terus setia mendampingi Alisa, namun Dini sudah berjanji selama 3 hari ia akan tinggal di Indonesia jadi ia akan menyusul ke Inggris.


“hueeekk” Dini berlarian ke kamar mandi disusul dengan Alex


“Sayang kamu kenapa?” Tanya Alex ia memukul-mukul punggung istrinya pelan.


“Cepek bi” Akhirnya Alex menggendong Dini ke ranjang.


Aneh gairah Alex terusik dengan dini berpakaian minim membuatnya sudah tidak tahan dia sudah mulai menindih Dini namun Dini kembali muntah dan mau-tidak mau dia harus mengekor lagi istrinya untuk ke kamar mandi.


Ketukan seseorang dari luar membuat Alex meninggalkan Dini sementara meliahat siapa yang berada di luar sana.


“Nak, Dini kenapa?” Tanya ibu yang sudah tua Renta


Iya itu Tari ibunya Dini ia mendengar suara orang yang muntah dari kamar anaknya karena khawatir dia langsung menuju kamar Dini.


“Gak tau bu, Dini dari tadi sudah mual-mual padahal ini masih pagi”


“Coba ibu liat”


Tari memeriksa anaknya dan keluar dari kamar mandi dengan raut bahagia bibirnya tak henti-hentinya tersenyum.


“Dini kenapa bu?” Alex ikut-ikutan panic


“Istrimu sedang mengandung toh le masa gak tahu” Tari menepuk punggung menantunya dan bergegas keluar untuk memanggil bidan


Alex langsung berlari dan melihat istrinya sudah sangat kelelahan mengeluarkan sesuatu yang tidak mau keluar iyaps Dini memang belum sarapan.


“Sayang kamu hamil” Alex sangat antusias dan langsung memeluk Dini, Dini hanya pasrah dengan muka memelasnya.


Dini sedang diperiksa ibu Bidan yah perlu beberapa Jam memang untuk kerumah sakit sehingga Tari memilih Bidan dikampungnya untuk memeriksa anaknya.


“Selamat istri bapa sedang mengandung 5 minggu, kandungan mbak Dini masih muda jadi masih sangat rentan, jadi saya sarankan untuk lebih menjaga istrinya ya pak Alex” Titah Bidan


“Baik-baik saya akan mendengar itu” Alex terus mengelus perut rata milik Dini


“Tidak tahu tempat ni emang” Batin Dini sebenarnya ia malu di kamar itu ada orang tua sekaligus ibu Bidan yang memperhatikan mereka.


“Oh iya saya mau tanya bu Bidan sebentar lagi kami akan ke Inggris bolehkah kami bepergian jauh?” Tanya Alex ia khawatir istri dan anaknya kenapa-napa.


“Boleh saja, namun setelah disana saya sarankan kembali melakakukan cek up untuk memeriksa keadaan ibu dan calon anaknya”

__ADS_1


“Baiklah saya akan lakukan itu” Ucap Alex sumringah.


Salam❤


__ADS_2