My Struggle

My Struggle
Secepat itu kau pergi ayah?


__ADS_3

**Hola salam manis❤ Wkwk baru up lagi maaf ya biasa banyak tugas dan Daring yang tidak bisa ditinggalkan🙏


Happy Reading❤**


Pagi-pagi sekali Alisa sudah membereskan beberapa pakainnya yang akan ia bawa ke Indonesia, ya hari ini ia berencana untuk menyusul ayahnya hatinya tidak tenang sampai tidak tidur semalaman.


“Alisa eh kamu mau kemana?” Tanya Dini, Dia curiga akan gerak-gerik sahabatnya itu


“Aku mau ke Indonesia Din aku rasa aku harus kesana, hatiku gak tenang” Alisa terus merapihkan baju-bajunya.


“Alisa lokan lagi hamil besar nanti lo kenapa-napa” Dini duduk di kasur milik Alisa


“Gue akan baik-baik aja Din percayalah”


“Kita juga akan ke Indonesia” Ucap Alex yang sedang nguping dan langsung masuk tanpa izin


“Ish By gak sopan” Cicit Dini


“Gakpapa sayang kita juga akan kembali ke Indonesia oh iya Al, kita besok aja ya ke indonesianya ini sih aku mau ngurus pesawatnya dulu pribadi sih tapi ya belum tentu bisa sekarang” Jelas Alex


“Gakpapa Lex Din makasih ya kalian sudah membantuku selama ini aku bisa pake pesawat umum aja” Alisa sudah akan pergi namun lagi-lagi pasangan suami istri itu menceganya kembali.


“Oke, gue nerima makasih lo tapi plis terima sekali lagi bantuan dari kami” Dini sudah tidak bisa berkata-kata lagi memang sahabatnya itu sangat keras kepala.


“Kami akan mengusahakannya siang ini bagaimana?”Tanya Dini kembali


Alisa tidak menolak pada sahabatnya dia mengerti sahabanya sangat menghawatirkannya


“Baiklah siang ini kan?” Tanya Alisa Lesu


“Iya kami akan mengusahakannya” Jelas Alex


**


Alisa kembali duduk di kasur empuknya untuk menunggu siang, seentara Dini dan Alex kembali lagi kekamarnya untuk membicarakan sesuatu.


“By bagaimana ini?” Tanya Dini yang berjalan seperti setrikaan dia menggigit kukunya ya kebiasaan baru Dini ketika ia sedang Panik


“Hm apa boleh buat kita harus mengatakan yang sejujurnya”


“Tapi byy diakan lagi Hamil bagaimana jika ada gangguan” Tanya nya lagi


“Sayang kamu jangan panik gitu dong sini” Alex menepuk kasur disebelahnya


“Byy jangan mulai” Dini merasakan hawa-hawa yang gak beres dari suaminya


“Baiklah, sebaiknya kita harus cepat siap-siap kita akan mengatakan nanti di pesawat” Jelas Alex dia sedikit merajuk dan berjalan kearah kamar mandi namun Dini malah nangis entahlah itu benar atau hanya untuk Alex agar simpati padanya.

__ADS_1


“Heei sayang, kamu kenapa?” Alex spontan memeluk istrinya dia sangat panic dia sudah berjanji akan menjaga ibu dan calon anaknya


Dini malah bermain-main di dada telanjangnya Alex yaps memang sebelumnya Alex akan mandi namun tertuda kerena melihat Dini menangis.


“Sayang kamu menggodaku” Alex melepaskan pelukannya


Alex membawa istrinya ke Ranjang dengan sangat hati-hati karena bukan hanya Dini yang ia bawa namun anaknya juga.


Ya Pagi itu ada olahraga singkat yang membuat keduanya terlelap kembali.


**


Singkat waktu merekapun sudah berada di dalam pesawat Alisa hanya terdiam, dia sangat menghawatirkan ayahnya sementara kedua pasangan yang duduk disebelahnya juga sedikit was-was dan ragu mengatakan suatu Hal yang mungkin dapat mengusik ketenangan Alisa.


“Al, hm gue mau bicara” Tegas Dini ia gak mau sahabaatnya selalu kecewa.


“Apa? katakana saja” Mata Panda Alisa sangat terlihat jelas.


“Hm ayah lo”


“Iya ayah gue kenapa Din dia udah ngasih kabar sama lo” Alisa sudah sangat antusias dan senyumnya sudah merekah di bibir tipisnya


“Maafin kami Alisa” Ucap Alex


“Kalian ada apa sih dari kemarin kok rasanya aneh ya ada apa?” Tanyanya kembali.


Dengan satu tarikan nafas, Alex mengatakan yang sejujurnya.


Alisa serasa tersambar petir bahkan mungkin lebih dari itu senyum yang mengembang dari tadi luntur sudah bibirnya kelu airmatanya tidak keluar ia belum percaya bahkan tidak akan pernah percaya akan berita yang disampaikan sahabatnya itu.


“Alex please jangan bercanda, sebentar lagi dia akan jadi kakek” Pertahanan Alisa runtuh setitik airmatanya sudah jatuh.


“Kami tidak bercanda Alisa, tuan Tyo berusaha menyelamatkan Aditya malam kemarin ada kejadian yang mengerikan yang di sebabkan..” Penjelaskan Dini tergantung.


“Stoop Din STOP” Alisa membuang mukannya dia muak dengan hidupnya hanya kesengsaraan yang terus menemani hidupnya.


Alex langsung merangkul bahu istrinya mereka mengerti apa yang di alamai Alisa sekarang ini.


**


Mereka sudah berada di rumah sakit Permata Alisa berjalan begitu cepatnya tanpa menghiraukan bayi yang berada di dalam kandungannya.


Dia langsung berlari kearah kamar jenazah setelah suster memberi tahu bahwa pasien yang bernama Tyo sudah meninggal.


Alisa membuka pintu kamar Jenazah dengan sangat pelan ia tidak sanggup melihat ayahnya untuk yang terakhir kalinya.


“Ayah” Alisa sudah menemukan ayahnya

__ADS_1


“Alisa bawa cucu-cucu ayah, bangunlah” Alisa bersimpuh di ranjang rumah sakit yang digunakan Tyo


Alisa menangis dalam diam suaranya hampir tidak terdengar, sakit iya raga dan jiwanya sudah hancur dia tidak memiliki siapapun lagi.


Alex dan Dini hanya memperhatikan Alisa mereka juga terbawa suasana sehingga Alex membawa Dini keluar dari ruangan itu.


“AYAAAH” Tangannya tidak sengaja membuka kain yang berada di sebelah ayahnya.


“Paman?” Alisa baru menyadarinya


“Kenapa dengan semua ini Tuhan kenapa?” Alisa menjambak rambutnya dengan kasar namun beberapa detik kemudian ada darah segar yang mengalir di bawah betisnya. Alisa merasakan perutnya yang sangat sakit dan tak tertahan.


Alisa mengejan disana dia meminta tolong namun tidak ada yang mendengarnya.


Setelah Alex membawa Dini ketempat yang aman, dia kembali ke ruangan itu untuk melihat keadaan Alisa.


“Astagfirullah Al kamu kenapa?”


Darah dimana-mana Alisa sudah pisngsan dari tadi Alex langsung menggendongnya dan segera menghubungi pihak rumah sakit


“Tenanglah sayang semuanya akan baik-baik saja” Alex sedang menenangkan istrinya di juga tak henti-hentinya menangis menghawatirkan sahabatnya.


Alisa sedang berada di UGD dan sedang ditangani dokter ahli


“Kalau kita tadi tidak meninggalkannya dia tidak akan seperti ini BY” Jelas Dini ia terus sesenggukan


“Ssstt jangan menyalahkan diri sendiri, doakan saja semoga ibu dan anaknya baik-baik saja”


Sang dokterpun keluar


“Bagaimana dok?” Tanya Alex ia membiarkan Dini duduk saja di bangku tunggu.


Sang dokter menggelengkan kepalanya pelan.


“Kita hanya bisa berdoa saja selebihnya saya dan cru lainnya akan bekerja semaksimal mungkin”


“Kandungan Ibu Alisa sangat-sangat lemah dalam pemeriksaan terakhir dan banyak sekali kekurangan darah dan kami terpaksa harus mengeluarkan bayinya secepatnya” Jelas Dokter wanita itu


“Baiklah dok lakukan yang terbaik, selamatkan mereka berdua” Pinta Alex


“Kami akan usahakan” Dokter itu kembali masuk kedalam


“Apa yang dikatakannya BY?” Tanya Dini


“Sudahlah jangan terlalu khawatir kita kan istirahat terlebih dahulu dan kita akan mencari hotel terdekat” Jelas Alex namun Dini menggeleng lemah


“Sayang apa kamu tidak kasihan pada anakmu?” Tanya Alex

__ADS_1


Dini masih diam dia ingin menemani sahabatnya namun ia juga tidak bisa membiarkan dirinya dan calon anaknya sakit.


“Baiklah aku akan ikut bersamamu”


__ADS_2