
“Aduh kok gak diangkat aja ya by”
Dini mencoba menghubungi Alisa ia tau sahabatnya itu akan ke Indonesia untuk membantu Adit.
“Mungkin sibuk Sayang, sudahlah jangan terlalu dipikirkan, pikirkan saja program kehamilian” Jawab Alex
“Byyy jangan bikin aku kesel” Dini meninggalkan Alex yang masih rebahan dikamar pribadinya.
Dini terus saja menghubungi Alisa hatinya mengatakan sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja.
Alex mengerti Dini bukan saja sedang menghawatirkan sahabatnya Istri nakalnya itu juga sedang rindu kampung halamannya.
“Yang” Alex melingkarkan tangannya diperut rata Dini
“Hm” Hanya deheman yang keluar dari mulut Dini.
“Tadaa” Alex menunjukan 2 tiket pesawat untuk ke Indonesia
Dini langsung melihat tiket itu dan membalikan tubuhnya.
“Byy apa ini?” Tanya Dini Heran
“Kita akan pulang berjanjilah hanya 3 hari” Tutur Alex memeluk istrinya, Alex bukannya tidak membolehkan dini lama-lama di kampung halamannya namun pekerjaan dan hasratnya tidak bisa terlaksana jika menginap dirumah mertuanya.
“Yeyy aku sayang kamu bi” Dini menenggelamkan kepalanya di dada Bidang Alex, dan Alex semakin mengeratkan pelukannya.
Dua Insan yang tidak akan pernah terhalang oleh waktu, mereka melakukan ritual malamnya biasa pekerjaan suami istri di malam hari kalian lebih tahu wkwkw.
Sementara Alisa dan calon bayinya terus berjuang antara hidup atau mati, dan di antara keduanya akan ada yang menjadi korban.
“Bagaimana ini Parjo?” Tanya Tyo
“Kita hanya bisa berharap pada Tuhan Tuan bersabarlah”
“Maaf nak Raka bisakah ikut dengan saya”
“Baik paman” Jawab Raka, dia mengambil cuti beberapa hari hanya untuk menemani Alisa.
Parjo menejelaskan Rencananya pada Raka karena hanya memang Rakalah yang bisa memasuki rumah Aditya.
“Rencana ini akan berjalan dengan baik paman, serahkan saja”
“Paman mempercayaimu”
Aditya berada di ruangan kerjanya perasaannya kalut, dia memang pernah mencintai wanita yang baru saja ia siksa itu, namun hatinya sakit jika mengetahui kenyataan wanita yang ia cintai telah menghancurkan keluarganya.
“Tuan maaf tuan” Ken membuyarkan lamunan Aditya
“Ada apa?” Suaranya sedikit parau dia kurang tidur dan pikiran yang tidak jelas selalu menghantuinya.
__ADS_1
“Nona tuan nona Alisa sedang sekarat” Jelas Ken dia menunduk
“Bagus memang itu yang aku inginkan”
“Tapi tuan ada calon bayi yang akan tuan bunuh juga”
“Apa?” Aditya tersentak namun sedetik kemudian dia tenang kembali
“Apa masalahnya toh dia bukan anaku” Jelas Aditya dengan santainya
“Tapi tuan..-“ Kalimatnya tergantung ada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.
“Tuan muda ada tuan Raka di depan apa perlu saya suruh masuk” Tanya Siti pelayan dirumah Aditya
“Suruh saja masuk saya akan menemuinya” Titah Aditya
“Baik tuan Muda”
Aditya langsung menemui Raka tumben sepupu bahkan mungkin kadang musushnya juga bertamu dirumahnya,.
“Ada apa?” Tanya Aditya tanpa basa-basi
“Eh ini loh Dit ibuku meminta tolong untuk memeriksa laporan ini namun aku kurang mengerti, dan satu-satunya yang mengerti adalah kamu” Jelas Raka ia melihat-lihat mungkin ada bukti yang tersimpan di ruang tamu itu.
“Mending ni anak baik pasti ada apa-apanya” Batin Adit
Gerak-gerik Aditya sudah terbaca Raka, dia langsung mengalihkan pembicaran yang cukup santai.
“Raka lo mau kesini gak bisa-bilang sih” Zen menuruni anak tangga
“Iya mendadak soalnya, ini juga disuruh ibu tadi”
“Dasar bocah emang takut sama ibu”
“Kita harus hormat Zen dan patuhi perintahanya”
“Iya deh-iya ya udah Ka mending bantuin gue yu gue banyak pekerjaan nih, Kak Adit nanti kalau berkas-berkasnya sudah beres ke kamar Zenia in aja ya, soalnya Raka mau Zen pinjam ayo Kak” Zenia mengajak Raka ke kamarnya ya dia sudah tidak sungkan.
Ini kesempatan yang bagus untuk Raka kamar Zen Dan Aditya bersebalahan mungkin dengan ia ke kamar Aditya ia menemukan bukti.
Sebelum mereka menaiki anak tangga ada Rumini yang sudah berdiri di ujung atas lantai 2 Raka kaget dia bertemu lagi dengan bibinya.
“Raka benarkah itu kau?” Tanya Rumini langsung memeluk Raka namu Raka sangat risih dan langsung melepaskan pelukannya.
“Bibi bagaimana bisa kembali” Rasa tidak suka ditunjukan oleh keponakannya.
“Udahlah bu Zen mau nyelesain pekerjaan Zen dulu ya dengan Raka”
“Dah bu”
__ADS_1
Raka dan Zen langsung menuju kamar Zenia, namun Raka melayangkan beberapa pertanyaan perihal ibunya dan koper siapa yang berada di kamar Aditya, Ya pintunya sedikit terbuka dan Rka sedikit mengintipnya itu bukan koper laki-laki warna Pink yang dilihat Raka sudah jelas-jelas pasti milik seorang perempuan.
Awalnya Zen tidak menceritakannya namun setelah didesak dia baru bercerita.
“Apa jadi lagi-lagi karena kelicikan bibiku?” Batinnya sedikit terguncang malu itu yang sedang dirasakannya bukan hanya keluarga Alisa yang bibinya telah rusak namun Raka sudah tidak bisa membayangkannya lagi
“Aku tahu kamu sangat mencintai sepupuku Al” Batin Raka
“Aku akan membantumu, ini sebagai permohonan maafku padamu AL” Tegas Raka
Raka menyuruh Zen untuk membuatkan teh yang otomatis Zenia akan kedapur karena ini sudah malam para pelayan sudah beristirahat.
“Apa yang bisa menjadi bukti” Raka sudah berada di kamar Aditya
“Apa ini seperti bau anyir” Raka menuju pojokan dekat Almari seperti darah yang sudah membeku.
“Iya ini seperti darah, namun mereka pasti sudah membersihkannya” Batin Raka
Raka menuju koper yang dari tadi menyita perhatiannya ya disana tergantung seperti Card yang bertuliskan Alisa Prasetyo Putra.
“Iya berarti Zenia gak bohong” Raka terus memotret yang akan dijadikan bukti ia belum puas dia melihat kesekeliling bawah atas kanan kiri dan dia menemukan sesuatu yaps CCTV
Namun hendak ia akan mengcopy rekamnannya ada suara sepatu menaiki anak tangga itu Aditya. Raka sedikit panik namun ia bersembunyi di bawah kasur milik sepupunya.
Aditya hendak memberikan berkas milik Raka namun keduanya tidak ada di kamar. Dia lelah mungkin dia perlu istirahat akhirnya dia memasuki kamarnya dan belum menyadari bahwa ada Raka di bawah kasurnya.
“Aagghhhhr” Aditya prustasi memikirkan masalah yang tak kunjung selesai.
“Kenapa dia? Seperti orang prustasi, Adit gue akan memberikan apapun untuk lo tapi karena lo gak bisa menjaga satu wanita dan bayinya jangan harap lo bisa mendapatkannya kembali” Batin Raka berteriak
Aditya menuju kamar mandi tubuhnya sangat gerah, lengket itu yang ia rasakan, ini moment yang pas untuk Raka keluar namun terpergoki Zenia.
“Raka lo ngapain ada di kamar kakak gue?” Tanya Zen
“Itu gue mau nanyain berkas tapi kakak lo ada di kamar mandi” Dalih Raka
“Oh itu tapi tadi keliatannya kakak gue udah ke atas deh mungkin ada di mejanya biar gue perikas” Jelas Zen.
“Udah deh gakpapa, oh iya mending kita nyelesain pekerjaan lo aja soalnya gue mau buru-buru pulang besok gue juga kan harus kerja”
“Oh iya sudah”
-
-
-
-Salam❤
__ADS_1
Jan lupa selalu dukung Help Me Please😽