My Struggle

My Struggle
Berikan Aku Kesempatan


__ADS_3

Alisa tersadar karena pesawat yang ia akan tumpangi sudah lepas landas Alisa melepaskan pelukannya.


“Maaf” Alisa menyeka air matanya dan mendorong kembali kereta bayinya entahlah jadwal penerbangan sekarang sudah tidak ada lagi


Aditya kembali memegangi pergelengan tangan Alisa.


“Jangan Pergi hiduplah bersamaku” Aditya berkata dengan sungguh-sungguh


Alisa langsung melepaskan tangan Aditya dan kembali berjalan


“AKU MENCINTAIMU ALISA” Aditya berteriak sehingga semua orang menoleh padanya Alisa sampai terdiam


Aditya menghampiri Alisa


“Tolong untuk kali ini saja Al beri aku kesempatan”


Alisa melihat ketulusan di mata Aditya hatinya luluh ia melihat Ken dan Zen sebelumnya, mereka menggangguk seolah-olah memberi restu pada mereka berdua.


“A-aku akan memberimu 1 kali lagi kesempatan” Tegas Alisa


“Apa AL?” Aditya memangku Alisa dengan spontan


“Adit tolong turunkan ini banyak orang” Pipi Alisa memerah karena memang banyak mata yang tertuju pada mereka berdua


Namun Aditya tidak menurunkan Alisa ia malah menggendongnya dan mendorong kereta bayi mereka.


**


Setelah urusan rumah sakit Aditya selesai, Aditya langsung menuju ke KUA dengan Alisa dengan saksi Ken dan adiknya Zen sengaja Aditya hanya ke KUA terlebih dahulu untuk resepsi dia akan mengadakannya dengan sangat mewah.


“Kak Adit dan Kak Alisa selamat ya kalian udah sah, selamat istirahat” Zen memeluk keduanya


“Ken kamu juga pasti lelah pulanglah” Zen memberi kode


“Eh iya anu nona dan tuan saya juga harus pulang karena besok harus bekerja lagi”


Ken dan Zen langsung meninggalkan mereka berdua, tepatnya mereka ber empat dengan Gibran dan Gibrael.


Setelah kepergian mereka Alisa langsung memberi Asi pada keduanya ya memang kebiasaannya sebelum tidur mereka harus minum ASI.


“Maafin aku” Tak henti-hentinya semenjak 2 hari yang lalu Aditya selalu mengucapkan kata itu, ia memeluk pinggang Alisa, padahal Alisa masih menyusui Gibran.


“Tidak papa, mungkin sudah takdirku” Alisa menidurkan Gibrael mereka sudah mendapatkan ASInya.


Aditya membalikan tubuh Alisa dan lagi-lagi ia memeluknya perasaan bersalahnya terus menjalar ditubuhnya.


“Aku harus melakukan apa agar kamu memaafkan ku?” Tanya Aditya dia tidak melepaskan pelukannya malahan tambah erat mereka berpelukan di Balkon yang langsung mengarah ke pemandangan kota.


“Aku sudah memaafkanmu” Namun aneh ucapannya tidak sejalan dengan hatinya mungkin memang Alisa sudah memaafkannya tapi luka itu akan membekas sampai kapanpun

__ADS_1


“Aku mencintaimu sungguh” Aditya menciumi kening dan kepala yang sudah menjadi istrinya itu.


“Aku pun bahkan sebelum kamu mencintaiku” Alisa sedikit demi sedikit membuka hatinya


“Apa yang kamu bilang? Kapan kamu mencintaiku?”


Namun Alisa malah pergi ke kamar dan masuk kedalam selimut tebal milik mereka. Aditya tidak lupa menutup pintu kaca balkon dan langsung mengikuti Alisa.


“Al, sayang kamu sudah tidur?”


Blussshh pipi Alisa tambah merah setelah Aditya memanggilnya sayang?


“Hey sayang kapan kamu mencintaiku?” Aditya berusaha menggelitiki Alisa dan Alisa spontan langsung keluar dari pertahannya.


“Aisshh kamu ini main gelitk-gelitikan?” Alisa membalas perbuatan Aditya


( Aduh ceritanya malam pertama nih, eh ke dua yaps wkwkw )


Setelah keduanya sama-sama lelah Aditya bersandar di ranjangnya dan Alisa juga bersandar di dada bidangnya Aditya sekaligus mendengar detak jantung ayahnya.


“Dari semenjak Alex dan Dini menikah kamu mengantarkanku waktu itu masih ingat?” Tanya Alisa selidik


“Nah aku mencintaimu saat aku melihatmu untuk pertama kalinya, waktu itu kamu duduk berasama temanmu yang satunya untuk menghadiri pernikahan resepsi Dini kan?”


“Wa ternyata masih ingat” Iya Ingatannya kembali pada beberapa tahun kebelakang banyak yang ia lalui dengan rintangan yang begitu berat.


“Oeee-oeee” Gibran dan Gabriel menangis dengan keras sehingga pasangan pengantin baru itu terperanjat Alisa langsung menenangkan jagoannya dengan telaten.


“A-aku minta tolong dong bawaain Gabriel” Alisa masih ragu


“Ha? Aku tidak bisa menggendong bayi” Aditya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Alisa berdecak kesal


“Iya sih CEO dan pemimpin RS permata tapi gak bisa gendong yang beginian” Batin Alisa namun degan cepat Alisa mengajari Aditya dan Aditya langsung bisa dan paham


“dady disini sayang, kamu jangan nangis ya kasian mommy” Aditya mengajak Gabriel berbicara namun Gabriel menangis dengan tambah kencang


Alisa mengetahui bahwa anaknya pasti pipis dan benar saja, Alisa langsung menidurkan kembali Gibran dan mengambil Gabriel untuk mengganti popoknya, Aditya hanya memerhatikan ibu dan anak itu ia rasa bersalah kembali menjalar di tubuhnya di langsung memeluk kembali Alisa.


“Aiisshhhh jangan kebiasaa deh, aku masih mengurus Gabriel” Alisa merasa Risih namun Aditya tidak melepaskan pelukannya


“Iya deh iya lepasin dulu aku mau menidurkan kembali Gabriel”


Pelukan Aditya terlepas dengan terpaksa namun setelah Alisa kembali lagi ke kasur Aditya langsung menubruknya dan Alisa berada di bawah.


“Ka-kamu ngapain Dit? Alisa sedikit gugup


Kemudian Aditya menggulingkan kembali tubuhnya ke samping Alisa ia memasukan istrinya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


“Kamu pasti lelah AL mengurus mereka maaf aku tidak bersamamu waktu dalam masa-masa sulitmu”


“Sudah, aku sudah bosan kamu terus meminta maaf padaku, semua ini sudah terjadi toh tidak bisa kembali pada semula kok” Terang Alisa


“Aku-“ Kalimat Aditya tergantung


“Sudah kita mending tidur, besok kamu harus mengurus mereka bedua” Alisa membelakangi Aditya dan Aditya melingkarkan tangannya di pinggang Alisa mereka tidur sudah larut malam karena peristiwa gelitik menggelitiki dan anak mereka.


**


“Hoaaaamm” Alisa bangun tepat pukul 9 pagi ia terkejut dan melihat ke tempat tidur anaknya Gibran Dan Gabriel sudah tidak ada


“Kemana mereka?” Alisa pun sudah tidak melihat suaminya Aditya


Alisa langsung bergegas dan mencari di seluruh ruangan namun tidak ada membutuhkan waktu lama untuk mencarinya rumahnya super duper besaarr.


“Mbok melihat anak dan suami saya?” Tanya Alisa pada seorang kepala pelayan


“Maaf nyah tadi tuan memrintahkan saya untuk memberitahu bahwa tuan ada ti teras depan bersama kedua bayinya”


Alisa sedikit tenang


“Iya sudah mbok terima kasih” Alisa sedikit berlari untuk ke teras depan


“Anak Dady sudah besar ternyata, ini em pasti Gibran dan ini pasti Gibrael, ya nak kamu sangat tampan seperti dady mu” Aditya terkekeh pelan Alisa melihat itu semua hatainya menghangat ia langsung menhampiri mereka


“A-Adit”


“ aaa bukan Sayang” Titah Adit


“Benal kan Ian Aiel” Aditya berbicara dengan dicadel-cadelkan


“APa aku harus memanggilnya sayang?” Batin Alisa ia sedikit kesal


“Iya sayang” Alisa sedikit malas mengatakan itu


“Ah kurang benar”


“Iya sayangnya Alisa ayah Gibran dan Gabriel” Alisa terkekeh


“Nah gitu dong, ini kayanya anak kita haus deh udah agak lama juga mereka berjemur”


“Baiklah ayo bawa ke kamar saja sekalian aku mandikan udah siang ini, oh iya memangnya kamu gak kerja?”


“Biar Ken saja aku hanya mau bersamamu dan anak-anak kita” Cengir Aditya


“Jangan begitu sebagai seorang-“ Kalimat Alisa tergantung


“Ayo Aiel kita lari Momy mu sangat bawel” Ya Aditya membawa Gabriel sedikit berlasrian untuk menuju kamarnya

__ADS_1


“Ada-ada saja?” Alisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


Salam manis❤


__ADS_2