My Struggle

My Struggle
Yang Sebenarnya ( Kisah Masa Lalu)


__ADS_3

Sudah beberapa bulan setelah Alisa dibawa ayahnya untuk pengobatan di Inggris dia belum juga mengalami peningkatan yang berarti, tapi hari-demi hari Alisa mulai membaik meskipun kondisinya sempat down.


Alisa sedang melihat pemandanga kota Inggris yang masih sangat sejuk karena memang ia masih sedaerah dengan Dini yang notabennya di daerah pedesaan, pikirannya terus kosong ini rutinitas tiap sorenya keadaannya belum kembali normal.Janin yang dikandungnya sudah bergerak namun Alisa seperti menghiraukannya usianya kini memasuki 7 bulan 2 bulanan lagi anakanya akan lahir.


“Sayang makan dulu” Tyo mengelus kepala anaknya.


“Aditya, A-Adit” Alisa menangis sesenggukan dipelukan ayahnya.


“Tenangkanlah nak ayahmu tidak akan membiarkan ******** itu menyiksamu bahkan menyuntuhmu” Tyo terus menenagkan Alisa


**


“Parjo kita bergerak sekarang” Iya Parjo memang kadang di Indonesia ataupun kadang di Inggris untuk memantau pergerakan Rumini.


“Oh iya bagaimana perkembangannya sekarang?” Tanya Tyo


“Sepertinya Nyonya Rumini sedang menyembunyikan identitas anak dari tuan nona Bela” Jelas Parjo


“Saya sudah menduganya, saya akan ke Indonesia secepatnya kumpulkan bukti sebanyak banyaknya jangan sampai menyakiti, Aditya dan adik-adiknya”


“Termasuk nona Bela?” Tanya Parjo heran


“Iya jangan sampai dia juga terluka”


“Baik tuan, saya tunggu kedatangan tuan rencana kita sudah siap”


**


“Paman titip putri paman Din” Tyo menitipkan Alisa pada Dini


Iya Tyo khawatir jika anaknya ditinggal sendiri apalagi sedang berbadan dua dan memiliki sinkon ya belum normal.


“Baik paman percayakan pada kami” Jawab Dini


Dini sedang mengandu 5 bulan lebih, perutnya yang rata sudah mulai membuncit. Kini Alex akan menjaga dua orang perempuan yang sedang berbadan dua entahlah dia tidak bisa membayangkan begitu repotnya apalagi Istrinya setelah mengetahui dia berbadan dua sifat Dini langsung berubah drastis menjadi manja dan pemarah dia terlalu sensitive.


**


“Kita bergegas Parjo”


Dua orang yang sudah tidak muda lagi akan membalas perlakuan Rumini yang tidak akan pernah termaafkan sampai kapanpun.


Mereka langsung bergegas ke rumaah Aditya Pramana yang kebetulan semua orang pasti sedang berada dirumah termasuk Aditya, ini memang Rencana Tyo dia ingin membalas kekecewaan anaknya juga dengan memberikan sedikit pelajaran pada Aditya.


Tyo tidak memberikan salam sama kali bahkan belnyapun tidak ia pijit Tyo dan Parjo langsung memasuki rumah Aditya. Semua orang terkejut dan disinilah Rumini yang sangat-sangat terkejut.

__ADS_1


“Maaf anda siapa?” Tanya Aditya


Zen dan Rumini berada dibelakang Aditya untuk berlindung.


“Saya Tyo dimana Rumini” Suara Tyo sangat bergema padahal sudah tua.


“Oh jadi anda dan anak anda yang sudah merusak keluarga saya?” Tanya Aditya emosinya sudah tidak terkendali dan menghampiri Tyo namun terhalang oleh 5 orang anak buah Tyo yang masuk begitu saja.


“Anda tidak lebih dari seorang pengecut, cuihh” Aditya meremehkan Tyo


“Saya hanya ingin berbicara dengan baik saja saya hanya ingin memberitahu bahwa ibumu Rumini iblis yang tidak bertanduk, Licik dan cerdik, tetapi melihat respon dari kalian dan termasuk kau Aditya yang tidak ada sopan santunya pada orang tua, saya tidak main-main” Jelas Tyo


“Anda tidak sadar? Ini daerah kami?” Aditya tidak gentar malahan emosinya hampir membeludak.


“Jangan pernah menuduh ibu saya, anda yang sudah membuat ayah dan kakek saya meninggal TYO” Amarah Adiitya sudah tidak terkendali


“Saya tidak pernah menuduh siapapun apalagi jika tanpa bukti, itu hanya penjahat yang harus mati sekarang juga jika ada yang menuduh orang lain” Mata Tyo menju Rumini


Rumini yang masih dibelakang Aditya ketakutan dan mengirim pesan kepada orang kepercayaannya tanpa sepengetahuan mereka.


“Aditya saya tidak masalah jika kamu tidak percaya namun ini peringatan terakhir saya bisa menjebloskan kamu kedalam penjara atas penganiyayaan anak saya meminta maaflah pada Alisa dan calon anakmu”


“Cuih, meminta maaf saya tidak sudi tuan Tyo Adiguna”


“Bawa anak itu!” Titah Tyo


“Bela” Rumini berteriak


“Mah tolong bela” Bela menagis histeris


“Siapa mah?” Tanya Aditya suaranya masih pelan


Sadar tidak mendapat jawaban dari Rumini karena Rumini menangis tidak henti-hentinya.


“SIAPA MAH” Suara Aditya meninggi memubat Rumini terlonjak kaget.


“Dia adik tirimu Aditya” Jawab Tyo enteng


“Adik Tiri? Mah anak siapa jawab Aditya?” Matanya memerah


“Dia anak dari Tyo nak” Dalih Rumini


“Bohoonng” Tyo langsung berdiri dari duduknya ia melemparkan amplop yang dalamnya tes DNA antara dirinya dan Bela


Aditya langsung membukanya dan memang benar anak itu bukan anak Tyo karena hasilnya negative.

__ADS_1


“Saya Tidak percaya dengan semua ini dasar pembohong” Aditya akan memukul Tyo namun lagi-lagi anak buahnya Tyo yang menghadangnya bahkan sesekali memukul Aditya tanpa perintah dari Tyo


“Masih belum percaya?”


“Bawa mereka kesini” Titah Tyo tegas


Dua orang anak buahnya masuk kembali dengan membawa dua orang sandraan jadi sandraan mereka bukan hanya Bela namun dua orangnya juga akan menjadi saksi Tyo adiguna.


“Rani” Aditya tidak percaya anak dari pembantu kakenya menjadi sandraan Tyo namun Aditya tidak mengenali sandraan Tyo satunya.


“Bicaralah” Titah Tyo


“Maaf tuan muda, saya yang menyebabkan kakek Sanjaya meninggal dan itu perintah dari nyonya besar Rumini agar harta dari tuan sepuh Sanjaya hanya milik nyonya besar” Rani menunduk dia tidak berani menatap majikan-majikannya


Zen tidak percaya itu apalagi Aditya, Rumini ketakutan.


“Bicaralah” Titah Tyo pada sandraan satunya yaitu Siska ibunya Rara.


“Maafkan saya, saya hanya menuruti perintah dari nyonya yang bernama Rumini, untuk membunuh orang tua angkat Nona Alisa, Nyonya Rumini menjanjikan akan membiayai sekolah anak saya Rara” Siska pun sama dengan Rani ia terus menunduk


“Ya kamu pasti ibunya dari sahabat saya Keyla Rara Kanaya?” Tanya Zen


“I-iya nona” Jawab Siska.


Rumini sudah sangat ketakutan namun di luar ada tembakan yang mengejutkan semua orang yang berada di dalam Rumini yakin itu orang-orang kepercayaannya.


Dan benar saja anak buah Rumini jauh lebih banyak dari jumlah anak buah Tyo.


Dengan beraninya Rumini melenggangkan kakinya ke Arah Tyo dengan tepuk tangan yang menggema, anak buah Rumini sudah mengepung luar dan dalam rumah itu sehingga tidak ada yang bisa bergerak sedikitpun.


“Kamu sangat hebat suamiku sayang” Aditya melongo melihat perubahan drastis ibu kandungnya begitupun dengan Zen.


Namu Tyo malah memalingkan wajahnya dia sudi bertatapan dengan iblis tanpa tanduk itu.


“Oh iya satu lagi dit kamu belum tahu kan kenapa ayahmu meninggal iya?” Rumini seperti orang sakit jiwa dia bergelayutan di hadapan anaknya sendiri.


“Ibu hanya mencintai orang ini” Rumini menghampiri TYo dan mencolek dagunya.


“Apa maksudmu bu? Jadi benar semua ini memang karena mu? JAWAB?”


“Tenang aja sayang, setelah ini bukan ayahmu saja Pramana yang mati, sebentar lagi kamu dan adikmu akan mati di tangan ibu” HAHAHAHA


“Mah, apa mamah tega membunuh anakmu sendiri?” Tanya Zen matanya berkaca-kaca


“Iya mamah akan melakukan apapun demi UANG, hanya demi HARTA” Rumini menjabarkannya didekat telinga Zen

__ADS_1


Zen merinding sekaligus ketakutan melihat ibunya berubah menjadi monster.


Salam❤


__ADS_2