My Struggle

My Struggle
Kesehatan Mental Rara?


__ADS_3

Hari ini Dini sangat antusias karena dirinya dan Alex akan mengunjungi kampung halamannya.



Dini dia menjadi istri nakal Alex beberapa tahun silam yang sebelumnya di menolak perjodohannya dengan Alex namun lambat laun dia sangat mencintai suaminya itu.



Alex keturunan Inggris yang sangat kental dari ayahnya dia terpaksa menerima perjodohan karena bujukan dan rayuan dari orang tuanya sehingga ia menyetujui perjodohan ini.


“By makasih aku sangat bahagia” Mata Dini sudah berkaca-kaca saking terharunya.


“Baiklah-baiklah manfaatkan waktumu” Alex tersenyum dan mengacak-ngacak rambut istri nakalnya.


Mereka seudah memasuki daerah terpencil yang memang tanah kelahiran mereka.


“Ada apa?” Tanya Alex istrinya Dini sengat focus melihat sesuatu.


“By Coba berhenti deh aku seperti melihat seseorang”


Alex memberhentikan mobil Zipnya di sampping jalan dan melihat apa yang istrinya lihat, ia terus mengekor pada istrinya.


“Rara? Ini benar kamu” Dini Jongkok untuk melihat yang sepertinya sahabatnya itu.


Rara sangat terlihat lusuh, mukanya sudah hampir tidak dikenali dia terus menangis sesenggukan, Dini dan Alex sangat miris sekaligus khawatir melihatnya. Mereka membawa Rara pada mobil Zipnya untuk dibawa kerumah Rara sebelum mereka ke rumah Dini.


Lagi-lagi Dini dibuat terkejut di rumah Rara banyak bendera kuning dan hanya ada tetangganya yang berada di sana.


“Apa lagi ini?” Tanya Dini


“Honey tunggu saja disini biar aku yang kesana” Sahut Alex


“Ngga By aku ikut” Rengek Dini


Mereka menanyakan apa sebenarnya yang terjadi di kampung halamannya, mereka memang sudah lama tidak kembali pulang.


“Bu ibu disini?” Tanya Dini


Dini dan Alex langsung mencium punggung tangan orang yang sangat mereka cintai itu dan langsung melayangkan beberapa pertanyaan yang membuat mereka penasaran.


“Bu sebenarnya ada apa?” Tanya Dini


“Ibu bingung mau menceritakannya dari mana, kamu tahu Alisa sahabatmu itu?” Tanya ibunya


“Iya bu Dini gak akan pernah melupakan mereka”


Tari ibu Dini membawa mereka ke samping rumah Rara yang lumayan agak sunyi.


“Begini nak, jadi 3 hari yang lalu ibu Rara terbukti orang yang membunuh ayah dan ibu angkatnya Alisa”

__ADS_1


“Dan ibu baru tahu Lusi dan Surya hanya orang tua angkat bagi Alisa” Jelas Tari


“Apa bu membunuh? Dini gak ngerti ini terus siapa yang meninggal dan kemana ibu Rara?” Tanya Dini


Alex hanya menyimaknya dengan seksama.


“Iya suruhan tuan Tyo suami dari Lia adiknya Lusi yang mengungkap fakta ini, awalnya kami tidak percaya namun beberapa bukti memeng mengarah pada ibu Rara dan waktu 3 hari kebelakang ibunya dijebloskan kepenjara, dan saking tidak kuatnya ayahnya Rara mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal”


“Apa bu?” Dini tidak percaya dia hampir saja pingsan namun Alex berusaha menenangkan istrinya


Batin Dini sangat bergejolak kedua sahabat kecilnya sedang berada di titik terendah.


“Dan Rara kenapa bu kenapa sampai begitu?” Dini memijit-mijit pelipisnya


“Semenjak tiga hari pula dia sepertinya mengalami gangguan mental kami tidak bisa bertindak karena tidak ada saudara dekat disini, dan ibu sudah bersuaha membantunya menghubungi saudara-saudara jauhnya namun tidak ada yang mempedulikannya” Jelasnnya kembali


“Gangguan mental?”


“Sebenarnya Rara sudah pulang dari 1 bulan yang lalu namun menurut informasi dia tidak dapat pekerjaan dimanapun setelah melamar pekerjaan di RS Permata milik sahabatnya suamimu nak, mungkin itu juga yang mengganggu kesehatan mentalnya”


“Adit bu maksudnya” Sahut Alex


“Bisa jadi nak, pokonya dia pernah datang ke pernikahan kalian namun ibu lupa lagi namanya, sudahlah jangan terlalu dipikirkan kalian pasti sangat lelah ibu sudah menyiapkan semuanya di rumah” Jelas Tari


“Ngga bu Dini akan mengurus Rara dulu”


“Baiklah by tapi aku ikut” Rara terus membujuk suaminya agar dia bisa membantu sahabatnya.


Belum Alex meng Iyakan tawaran istrinya Adam datang dan langsung menyapa mereka.


“Dini apa kabar” Adam mengulurkan tangannya namun Alex menghalanginya


Adam langsung paham dan berdecak sebal.


“Iya-iya dasar pelit lo Lex gue sahabtnya lo” Jelas Adam


“Sudah By diakan hanya Sahabatku” Dini geleng-geleng pada suami gagahnya


Namun Alex tidak mengindahkanperkataan Dini dan Adam bahkan Adam harus menjaga jarak dari Dini


Membuat Adam, Dini dan Tari sempat terkekeh namun keadaan menjadi normal setelah Adam menanyakan pertanyaan yang sama pada mereka.


Adam ikut membantu Dini dan Alex untuk membawa Rara ke Rumah sakit Jiwa. Adam dan Rara menempati bangu belakang sementara Alex dan Dini di depan


“Gue semakin miris Dam melihat mereka berdua” Dini mengawali pembicaraan diantara mereka berempat


Dini melihat air muka suaminya takut-takut ada kecemburuan dan amarah namun dini tidak melihat tanda-tanda itu mungkin Alex sudah mengerti bahwa memang Adam hanya sahabat istrinya.


“Maksud lo mereka berdua siapa Din?” Tanya Adam

__ADS_1


“Emang lo gak ketemu sama Alisa?” Tanya Dini balik


“Iya akhir-akhir ini memang gue sibuk, dan setelah kematian bibi gue gue focus untuk kerja dan se inget gue setelah gue nyelesain scripsi gak ketemu lagi sama dia, memang kenapa?”


“Oh ngga deh gue kira lo tahu, tapi gue bersyukur dia sudah bertemu dengan keluarganya lagi” Jelas Dini


Dini teringat lagi pada sahabatnya Alisa di berencana menghubungi Alisa namun lagi dan lagi tidak ada yang mengangkatnya, memang telpon Alisa berada di rumah Aditya di dalam tasnya.


“By perasaanku ga enak”


“Kenapa seayang? Bilang aja biar aku yang selesain masalahmu” Alex tiba-tiba menjadi pahlawan kesiangan


“Apa sih by berlebihan, ini loh si Alisa kok gak diangkat-angkat ya” Dini terus mencobaa menghubungi Alisa


“Mending kamu hubungi paman Parjo saja bagaimana?” Saran Alex mungkin bisa membantu istrinya


Sementara Adam berubah menjadi nyamuk mendengarkan mereka degan seksama dan terus mengusp-ngusap punggung sahabatnya Rara yang tidak berhenti menangis sebisa mungkin Adam memberikan ketenangan pada Rara.


Dini mencoba menguhubungi Parjo dan Dini mendengar kenyataan yang sangat pahit tentang keadaan Alisa. Dini langsung mematikan ponselnya.


“Kenapa sayang?” tanya Alex Dini terbawa suasana ada buliran bening yang keluar dari pelupuk matanya.


“Dini ada apa?” tanya Adam, Adam khawatir


“Alisa By Dam, dia sedang kritis dan calon bayinya juga terancam”


“Apa Din calon bayi? Kenapa Alisa” Tanya Adam


“Brengs*k Aditya lo mengusik ketenangan istriku lihat sebentar lagi” Alex terbawa emosi dan mempercepat lajunya.


“By apa aku boleh melihat keadaan Alisa” Jelas Dini Dia menyandarkan kepalanya pada bahu saminya yang sedang menyetir


“Tentu sayang bilang saja di daerah mana dan RSnya apa?” Alex mencium pucuk kepala Dini


Nyaman itu yang dirasakan Dini hingga ia tertidur di bahu suaminya.


Adam hanya memperhatikan mereka apa daya seorang jomblo bisa gitu hanya angan-angan, Adam mengalihkan pandangannya melihat daerah sekitar yang masih Asri, lumayan untuk mengurangi sakit matanya wkwk.


Tidak lama Alex memarkirkan kembali mobilnya ya rumah sakit yang akan ditinggali Rara memang lumayan jauh dari kampung sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai disana.


**


Misal jika ada kurang yang suka dengan visual Dini dan Alex skip aja yaps😅


Oh iya Dini juga tidak kalah dengan Alisa dan Rara memiliki banyak lika-liku kehidupannya jadi dibuat visual deh untuk yang lainnya nanti aja wkwk🔥


Atau lebih baik kalian bayangin aja dah hehe


Salam❤

__ADS_1


__ADS_2