My Struggle

My Struggle
Pemakaman Tyo Adiguna


__ADS_3

Alisa Dini dan Alex sedang mengurus pemakaman Ayahnya Alisa, Alisa terlihat lebih tegar untuk sekarang karena di juga harus lebih kuat untuk kedua putranya.


“Ayo Al ini sudah siang anakmu sudah kepanasan”Ajak Dini


Iya memang Gibran dan Gibrael diajak Alisa untuk melihat kakeknya untuk terakhir kalinya.


“Baiklah, Oh iya Din kok gue gak liat Rara ya? Gue merasa bersalah nih” Alisa mendorong tempat tidur milik Gibran dan Gibrael yang memang dihususkan untuk dua bbayi sekaligus.


“Merasa bersalah kenapa emang Al?” Dini belum memberitahukan keadaan Rara yang sebenarnya.


“Iya terakhir kalinya kami sedikit bertengkar karena permasalahan tentang bekerja di RS permata”


“Gue gak tau kalau Rara bakalan ngelamar juga di RS itu terus gue ngelamar dan akhirnya gue yang keterima , lo tau kan konsekuensi kalau gak keterima di RS Permata”


“Emangnya lo pernah kerja disana? Kenapa? padahalkan lo bisa aja ngelamar di RS bergengsi di Eropa juga secarakan lo lulusan terbaik di univ New York” terang Dini


Mereka menuju ke rumah Lusi dan Surya rumah orang tua angkat Alisa dulu.


“Iya gue juga terpaksa Din, kalau gue gak kerja disini mungkin gak bakalan serumit ini dan gue juga gak bakalan punya bayi secepat ini”


“Bukan gue gak bersyukur Din, tapi ini membuat semuanya kacau intinya panjang ceritanya dan itulah membuat gue dan Rara sedikit salah paham”


“Oh pantesan” Pikir Dini Dia terus mengelus-ngelus perut buncitnya


“Maksud lo gimana Din?”


“Rara mengalami gangguan mental Al”


“Apa Din?” Alisa berhenti sejenak


“Iya tapi sepenuhnya bukan salah lo kok, penyebab utamanya ibunya yang menyebabkan orang tua angkat lo meninggal AL”


“Oh” Alisa melanjutkan jalannya


“Lo gak kaget AL atau gimana gitu?” Dini sedikit terkejut


“Gue udah tau kok soal ibunya Rara ibu siska” Ia tersenyum mengingat kembali cerita paman Parjo


“Oh iya terus bagaimana keadaan Rara?” Raut mukanya kembali khawatir


“Gue gak tahu Al, kita belum kesana lagi bagaimana kalau hari ini sebelum kita ke Inggris kita menengoknya” Tutur Dini


“Kenapa lo gak lapor polisi aja dari dulu Al?”


“Rara begitu karena mengetahui ibunya membunuh orang dan suami bu Siska langsung meninggal karena serangan Jantung”

__ADS_1


“Masa sih Din?” Setelah memiliki Gibran dan Gabriel Alisa memang sedikit tenang menghadapi masalahnya.


“Boleh tuh sekalian aja”


“Bukan gimana gue belum punya bukti yang kuat dan gue udah pasrah aja memang gimana lagi toh ibu Lusi dan ayah Surya gak bakalan balik lagi yakan?”


“Iya lo cukup banyak perubahan Al gue sangat bangga melihat lo sekarang”


“Iya sudah rumah lo udah deket mending kita istirahat aja kasian anak lo udah kelelahan dan haus mungkin” Dini tersenyum kea rah putra Alisa


**


“Bagaimana keadaan kakak saya dok?” Hari ini Raka Cuti jadi doter lain yang menangani kakaknya


“Kedaannya semakin memburuk nona saya tidak bisa menjelaskannya sekarang, kami terus akan memantaunya secepatnya kami akan memberikan kabar baik untuk nona”


“Baik dok terima kasih” Air mata Zen tidak bisa dibendung lagi sementara Ken hanya memerhatikan kedua adik kakak itu Ken juga sekarang ini sangat-sangat sibuk karena mengurus perusahaan Sanjaya Group menggantikan tuannya Aditya.


“Ken bagaimana ini?” Tanya Zen ia tidak tahu harus pada siapa lagi ia berkeluh kesah ia sudah berbicara pada Raka namun Raka sudah tidak mempedulikannya


“Bersabarlah nona dokter disini pasti akan melakukan yang terbaik untuk tuan”


“Kita tunggu kelanjutannya”


“Iya dia sudah pulang dia telah melahirkan kedua putranya yang sangat tampan” Matanya menerawang jauh ia masih tidak percaya dengan perubahan sikap Alisa.


“Oh tuan Aditya pasti sangat senang” Tarang Ken


“kamu Tahu Ken?” Tanya Zen heran


“Eh iya anu Nona maaf saya lancang saya melihat dari CCTV dari ruangan tuan Adit dan gerak-gerik nona sangat mencurigakan” Ken menunduk


“Iya semuanya memang salahku Ken aku yang membuat kakaku menjadi kritis karena awalnya kakaku meminta maaf pada Alisa namun Alisa menolaknya mentah-mentah” Jelas Zen


“Iya wanita mana yang mau harga dirinya di injak-injak nona apalagi nona Alisa pernah diperlakukan yang tidak seharusnya oleh tuan Aditya” Ken masih menunduk


“Oh iya kkamu menanyakan Alisa ada apa?” tanya Zen


“Iya ada sebuah surat untuknya dari ayahnya tuan Tyo sebelum meninggal beliau menitipkan dua surat untuk tuan Aditya dan nona Alisa” Terang Ken


“Saya akan yang memberikannya sekaligus saya akan terus meminta maaf atas kakaku dan aku juga yang pertama karena akupun belum menerima maafnya”


“Baiklah nona terima kasih”


**

__ADS_1


Miris itu yang dirasakan Alisa melihat sahabatnya Rara yang berada di kamar dengan kedua tangan dan kakainya di ikat memang menurut perawat dan dokter yang bekerja Disana semakin hari kejiwaannya semakin terganggu dia terus memanggil-manggil kedua orang tuannya.


“Din bntu gue” Alisa bergerak keluar dan diikuti Alex dan Dini


“Apa yang lo butuhkan Al?” Tanya Dini


“Dimana sekarang ibu Siska?” Tanya Alisa


“Kami gak tahu Al hanya Raka yang mengetahuinya”


“Dia dipenjara Al” Seseorang tiba-tiba menjawab pertanyaan Alisa


“Adam?” Mata Alisa berbinar dia memang sudah sangat-sangat lama tidak bertemu dengan Adam


“Alisa ini siapa?” Adam melihat kedua bayi yang berada di


“Ini Gibran dan Gabriel Dam”


Adam menggendong Gibran ia melihat lekukan wajah keduanya yang memang tidak ada bedanya dan sangat-sangat mirip dengan Aditya.


“kalian kenapa kesini?” Tanya Adam dan memberikan kembali Gibran


“Kamu yang kenapa kesini Dam” Sahut Dini


“Gue kasian sama Rara Din, dia udah gak ada lagi yang ngurus dan seminggu sekali gue kesini ya weekand aja sih seperti ekarang ini”


“Gue percaya sama lo Dam maafin gue gue gak bisa bantu lo dan untuk persoalaan bu Siska gue akan berusaha untuk mengeluarkannya gue tahu pasti ini perbuatan ayah gue” Jelas Alisa


“Lo dan ayah lo gak salah kok AL memang ini sudah takdir biarkaan saja” Terang Adam


“Gak Dam niat gue udah bulat toh semuanya gak akan kembali seperti semula, terima kasih ya gue akan ngebesarin mereka di Inggris”


“Aditya kemana Al?” Tanya Adam Spontan


“Hm gak tahu, gue duluan ya”


“Ayo Din Lex”


Adam hanya mematung mendengar penuturan dari sahabatnya Alisa


“Gak tahu?” Sepertinya Alisa banyak masalah kau yang kuat Al Adam tersnyum memandangai mobil yang sudah hampir meninggalkan RS itu Adam langsung masuk kedalam untuk menemui sahabatnya juga Rara.


Disepanjang perjalanan menuju Inggris Alisa hanya terdiam ia terus memangku kedua anaknya tanpa memberikannya Pada Dini padahal perjalanan Indonesia-Inggris tidak secepat dari Jakarta ke Ciamis.


Salam Manis❤

__ADS_1


__ADS_2