My Struggle

My Struggle
Twins lagi? ( Extra Part )


__ADS_3

Suasana suka Cita berubah menjadi tegang dan sedikit kacau setelah semua tamu undangan melihat Aditya menggendong Alisa yang pingsan.


“Ada apa tuan” Ken langsung menghampiri Aditya.


“Bubarkan sekarang Ken acaranya sudah selesai, Panggil dokter Arya” Aditya hanya melewati Ken tanpa menolehnya.


“Maaf asisten Ken, ada apa dengan Alisa” Tanya Dini Khawatir


“Maaf nona saya kurang tahu” Ken pergi untuk mengakhiri acara ini ya walapun belum 100% selesai.


“Sebaiknya kita menyusul Aditya” Saran Alex kemudian diikuti, Zen, Raka, Adam, Rara, dan istrinya Dini


**


Alisa belum juga sadar, sahabat-sahabatnya dibiarkan masuk Aditya ke kamarnya. Gibran semakin rewel ia lebih peka kepada Mommynya.


Aditya terus menenangkan Gibran sambil menunggu dokter Arya.


“Ken dimana dokter itu, coba kamu susul SEKARANG” Aditya tidak bisa menahan emosinya padahal ia sedang menggendong Gibran Zen mangambil Gibran ia was-was melihat gelagat kakaknya.


“Adit-Adit memang lo kaya gini” Alex memijit kepalanya yang terasa pening sahabat lamanya tidak bisa merubah sikapnya selalu semaunya.


“Dit lo tenang dulu gue yakin istri lo hanya kelelahan”


“Kelelahan maksud lo?” Tanya Aditya ia memegangi merah sepupunya dan hampir berkelahi.


“Sudah-sudah kalian apa-apaan kaya anak kecil aja” Alex berusaha memisahkan mereka


“Dan lagi kalian juga kan dokter kenapa gak tanganin sendiiri aja”


“Apa lo bilang?” Raka dan Aditya menjawab bebarengan

__ADS_1


“Kak sudahlah kakakkan sudah jadi suami dan bahkan jadi ayah, rubahlah kelakuan lama mu” Zen berusaha memberi nasihat pada kakaknya itu sambil terus menenangkan Gibran


Aditya melepaskan cengkramannya pada kerah baju Raka, ia langsung menghampiri kembali istrinya.


“Seberapa lama lagi dokter si*lan itu” Aditya terus melihat arloji ditangannya


*


“Maaf tuan perjalanan kesini macet saya akan segera memeriksa nyonya” Dokter Arya telah datang


“Cepatlah dok istri saya membutuhkan pertolongan segera” Aditya sedikit memelas dan semua orang yang disana sedikit terkekeh melihat perubahan sikapnya.


**


“Setelah saya Check-“ Kalimat dokter Arya bergantung


“Apa dok?” Tanya Aditya


“Selamat tuan Adit istri tuan sedang mengandung” Sang dokter memamerkan gigi rapihnya.


“Apaa?” Semua orang di ruangan itu saling bertatapan dan terkekeh pelan, suara keributan-keributan itu membangunkan Alisa.


“Aku dimana?” Alisa masih merasakan pusing


“Mohon untuk menjaga istrinya sebaik mungkin tuan di kehamilan pertama memang suka rentan sekali”


Aditya berbinar dan langsung menhampiri Alisa.


“Kita akan punya baby lagi Mom” Aditya memeluk dan mencium kening istrinya


Semua yang melihat sangat terharu, mereka merasakan kebahagian yang sedang Alisa alami.

__ADS_1


“Apa?” Alisa sedikit tidak percaya


Semua orang terdiam melihat tanggapan Alisa.


“Kenapa sayang?” Tanya Aditya


“Terus Gibran dan Gibrael bagaimana?” Alisa sedikit prustasi namun ia juga sangat bersyukur.


“Tenanglah sayang kita akan mengurusnya” Aditya mengelus kepala Alisa.


“Oh iya tuan saya sarankan untuk melakukan USG menurut perkiraan saya, anak kalian bakalan kembar kembali”


“AAAAA kembar?” Alisa spontan pingsan kembali namun ini hanya ektiing huuu dasar wkwk


Aditya sedikit tidak percaya, namun ia sangat senang bahkan setelah inipun mungkin dia masih ingin punya Baby dasar laki-laki emang pengen enaknya aja wkwk.


“Al-al sayang” Aditya menepuk-nepuk pipi Alisa dengan pelan


“”Bagaimana ini dok, apakah kita harus membawanya ke rumah sakit?”


“haaaaa” Alisa hampir saja menganggetkan Aditya


“Sayang jangan seperti itu lagi, aku takut” Aditya kembali memeluknya


Niat Alisa hanya bercanda namun Aditya menanggapinya dengan serius.


“Baiklah selamat Al kamu akan punya baby lagi, kami pamit ya” Ucap Dini


“Makasih teman-teman”


Semua orang berbahagia, tidak ada kesedihan yang berlarut-larut percayalah Tuhan bersama orang-orang yang Sabar.

__ADS_1


Terima kasih. Salam manis


__ADS_2