
sampai di rumah Bianca langsung memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju kamarnya.
rasa lelah seharian bekerja dan sekarang saatnya merebahkan diri.
baru kali ini Bianca di ajak menikah mendadak dengan seorang.dan lebih gilanya lagi yang mengajak menikah masih di bawah umurnya.
jujur saja Bianca merasa nyaman kalau dekat rey. tapi Bianca masih takut untuk mulai hubungan baru.bianca takut di hianati lagi.bianca takut sakit hati lagi.
meningat Rey Bianca jadi mengingat ciuman mereka pertama kali waktu di danau.bahkan sampai sekarang Bianca seolah masih merasakanta.
sebenarnya jantung Bianca berdebar hebat kala dekat rey.namun Bianca mencoba menutupinya.
hampir saja Bianca terlelap.pintu kaamarnya di ketuk dari luar.
tok,tok,tok.
"ca cepat turun makan malam"kata ibu Bianca.
"ya Bu Caca mandi dulu"jawab Bianca.
Bianca pun bangun dari tempat tidur langsu g mandi dan setelahnya menuju ke bawah untuk makan malam.
Bianca langsung duduk di kursi ya dan menikmati makan malamnya.
"ada masalah di kantor ca"tanya ayah Bianca.
"ga yah cuma lelah saja"jawab Bianca.
mereka pun meneruskan makan malam tanpa banyak bicara seperti biasa.
Bianca masih terus mengingat semua ucapan Reynan
benarkah semua yang Reynan katakan.biancw makan tanpa selera akhirnya dia menyelesaikan makanya dan kembali ke kamar.
__ADS_1
****
setelah dari kantor Reynan langsung pulang kerumah.
dia langsung bergabung dengan papa mamanya di meja makan.
"kenapa Rey,pulang pulang kok lesu"tanya papa Rey.
"ga ada apa-apa pa"jawab Rey.
"masalah cewek"tanya mama Rey.
hemmmm Rey cuma berdehem saja.
"kenapa di tolak cewe ya"tanya mama Rey lagi sambil tersenyum.
"tumben anakama yang ganteng di tolak"ejek mama Rey lagi.
"jadi bener,anak mana,sopan ga,baik ga'"tanya mama Rey beruntun.
"ma"sela papa Rey.
"jadi apa masalahnya"tanya papa Rey.
"ma,pa hemmm kalau Rey mau nikah gimana?"tanya Rey.
uhuk uhuk papa Rey sampai terbatuk.mama Rey pun memberi minum sambil menepuk punggung papa Rey.
"pelan pa" kata mama Rey.
"jangan bercanda Rey pernikahan bukan untuk main-main"kata papa Rey.
"aku serius pa"jawab Rey.
__ADS_1
"kamu yakin udah kenal berapa lama sama dia.udah kenal sifat masing-masing belum"tanya papa Rey.
"kenalnya sih baru pa,tapi aku sudah yakin dengan pilihan ku"jawab Rey.
"Rey pernikahan itu ga mudah kamu harus bisa menjadi pelindung keluarga mu nanti,kamu harus bisa membahagiakan istri mu juga"Kata mama Rey.
"Rey akan berusaha ma,Rey yakin dengan perasaan Rey,makanya Rey ngomong sama mama dan papa"jawab Rey.
"kalau gitu ajak kerumah lah biar mama da papa kenal"kata mama Rey.
"itu masalahnya ma orangnya ga percaya sama Rey dia mengira Rey ga serius"jawab Rey.
"kok bisa"tanya mama Rey lagi.
"mantanya dulu ketahuan selingkuh makanya dia kayak trauma"jawab Rey.
"dia juga anggap Rey bocah cuma karena umur Rey di bawah dia"kata Rey lagi.
uhuk uhuk untuk kedua kalinya papa Rey terbatuk mamanya pun melebarkan matanya.
"jadi"tanya kedua orang tua Rey.
" iya pa dia lebih tua dari Rey"kata Rey sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
papa dan mama Rey cuma menggelengkan kepalanya.
"kalau kamu yakin papa dan mamanya bisa mendukung Rey dan kalau bisa segera ajak kerumah kenalin ke kita"kata mama Rey.
"pasti ma nanti Rey pasti kenalin.doakan Rey semoga dia luluh dan percaya Rey"kata Rey.
setelah selesai Rey pun langsung kembali ke kamar.dia mengistirahatkan tubuhnya agar esok siap beraktivitas lagi.
****
__ADS_1