
Hari sudah menjelang sore.rey dan kedua orang tuanya bersiap mau kerumah bianca.rey mondar mandir di dalam kamar.dia memikirkan gimana reaksi keluarga bianca.karena sekalipun dia belum pernah ketemu dengan salah satu dari mereka.dia takut dapat penolakan dari keluarga Bianca.
karena bingung dengan pikiranya sendiri.rey jadi lupa waktu.sampai terdengar suara pintu di ketuk Rey baru sadar.
"tok tok tok..cepat turun Rey"panggil mama Rey.
"iya ma"jawab Rey.
Rey pun turun ke bawah.tidak lupa membawa cincin serta kalung berlian pemberian mamanya.
sampai di bawah papa dan mama Rey sudah menunggu.
"gimana Rey sudah siap"tanya papanya.
"sudah pa"jawab Rey.
"cincin dan kalungnya ga ketinggalan kan"tanya mamanya.
"ga ma sudah Rey bawa kok"jawab Rey lagi.
"ya udah ayo berangkat keburu malam"ajak papanya.
mereka pun melangkah keluar rumah dengan semangat.semuanya tersenyum bahagia.
dan semua berdoa semoga semua lancar dan baik baik saja.
*****
__ADS_1
sementara di rumah Bianca juga ga kalah sibuknya.ibu ya Bianca sibuk melihat semua persiapan.dia menata ulang dan melihat apa saja yang kurang.ibunya Bianca ga kalah semangat karena anak gadisnya akan di lamar oleh seorang pria.wakaupun acaranya cuma makan malam.tapi,ibu Bianca sangat antusias.karena ini untuk pertama kalinya Bianca mau mengenalkan kekasihnya.bahkan sekalian sama kedua orang tuanya.ibu mana yang ga bahagia melihat anak perempuannya mau di pinang.
setelah memastikan semuanya.ibu Bianca pun bersiap menunggu tamunya.dia duduk di ruang tamu dengan suaminya.
tak berapa lama terdengar suara pintu di ketuk.
"tok tok tok"
"itu pasti mereka yah"kata ibu Bianca.
"biar ayah yang buka"kata ayah Bianca.
ayah Bianca pun membukakan pintu.
"assalamualaikum...."salam tamunya.
mereka saling bertatap untuk sesaat.
"lho pak PRANAJA"kata ayah Bianca.
"pak Hutama"sambut papa Rey.
"kok tamunya ga di ajak masuk dulu yah"sambut ibu Bianca.
"oh ya sampai lupa.silahkan masuk bapak dan ibu PRANAJA dan juga nak...."kata ayah Bianca terjeda.
"Reynan pak.panggil saja Rey"sambung Rey.
__ADS_1
"oh ya nak Rey silahkan masuk"kata ayah Bianca lagi
mereka semua pun masuk.mereka langsung menuju ruang makan.sememtara bianca masih di dalam kamarnya.setelah Bianca di panggil ibunya barulah turun.sampai di tengah anak tangga Bianca berhenti sebentar.dia melihat ayah nya seolah akrab dengan orangtua Rey.
membuat hatinya menjadi lega.karena sebelumya dia takut.takut kalau ayah dan ibunya tidak menerima keluarga Rey.untuk beberapa saat mata bianca bertemu dengan tatapan mata Rey.
Rey seolah olah ga mau melepas tatapan kepada Bianca membuat Bianca salah tingkah.
akhirnya Bianca ikut bergabung dengan kedua keluarga.mereka Menikmati makan malamnya.
setelah selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga.kedua orang tua saling berbincang sementara keduanya hanya saling pandang.
"aku ga nyangka kalau Bianca Putri pak Hutama"kata papa Rey.
"karena setahu saya dia bekerja di kantor cabang punya saya"sambung papa Rey.
Bianca yang mendengar itu pun kaget.lalu dia melihat Rey seolah meminta penjelasan.rey hanya bisa tersenyum kikuk.
"aku juga menyangka kalau nak Rey anak pak PRANAJA.karena kata Bianca dia cuma teman satu kantornya.sambung ayah Bianca.
mereka hanya saling pandang seolah minta penjelasan.
Rey yang takut Bianca marah dia terus memandang Bianca seolah memohon jangan marah.
Bianca hanya diam ga tahu harus apa.dia hanya memandang bergantian semua orang yang ada di sana.
ada perasaan takut kalau semua tidak sesuai apa yang dia harapkan.dia takut kecewa untuk kedua kalinya.
__ADS_1
*****