
hari-hari Rey berjalan seperti biasa.dia masih memberi waktu Bianca untuk berfikir.dia ga mau memaksa Bianca dalam waktu dekat.
tapi dia tetap memperhatikan Bianca secara diam diam.akhirnya dia kepikiran sesuatu.dan berjalan mendekati Bianca.
"bi,pinjam hp mu sebentar boleh?"tanya Rey.
"buat apa"tanya Bianca tanpa menoleh.
"hp ku ga tahu nyelip di mana.aku cari cari ga ketemu"kata Rey.
dengan terpaksa Bianca memberikan hpnya kepada rey.lalu Rey menekan no hpnya.dengan senyum smirknya Rey mengembalikan hp Bianca.
"terima kasih sayang"bisik di dekat wajah Bianca.
Bianca hanya melirik saja tanpa menoleh sedikit pun.
tanpa terasa sudah waktunya makan siang.
Bianca pun keluar makan siang dengan teman-temanya.
ga lama Rey pun keluar.di tempat makan Rey melihat Bianca sedang asyik ngobrol dengan temanya.tanpa ragu Rey pun ikut bergabung.
"hey boleh gabung ga?" tanya Rey.
"boleh-boleh"jawab teman Bianca.
akhirnya Rey bergabung denganereka.di sela makanya Rey selalu mencuri pandang kearah Bianca.saat tanpa sengaja Bianca pun melirik kearah rey.rey hanya tersenyum dan Bianca membuang muka.selesai makan siang mereka kembali kekantor dan mulai kerjaan masing-masing.
__ADS_1
tak terasa sudah jam pulang Rey sengaja menunggu bianca.saat Bianca berdiri dari kursinya Rey pun mengikuti.
Bianca berjalan dengan setenga berlari.dia tahu kalau Rey mengikutinya.
"bi,tunggu"kata Rey sambil menarik tangan Bianca.
Bianca pun berhenti tanpa mau menoleh.
"ada apa"tanya Bianca tanpa melihat Rey.
Rey yang geram dengan tingkah Bianca langsung mendorong Bianca pelan dan menggungkung tubuh Bianca di tembok dengan tubuh kekarnya.
Bianca hanya bisa menunduk.dia tidak berani menatap mata rey.tapi Rey mengapit dagu bianca dan menggangkat wajah Bianca.
Rey terus menatap tajam tepat di mata bianca.
"bi,gimana"tanya Rey.
ccckkkk Rey berdecak.
"aku serius bi dengan ajakan ku kemarin.aku mau serius dengan mu.apa yang membuat mu ragu".tanya Rey penuh penekanan.rey bersungguh-sungguh mengucapkannya.rey ga mau Bianca meragukan niat baik nya.
namun bukanya menjawab Bianca malah ingin menangis.matanya sudah berkaca-kaca.dia tak bisa berkata apa-apa.di satu sisi dia ingin menerima rey.karena,dirinya merasa nyaman saat dekat rey.namun disisi lain dia takut Rey menghianatinya.apalagi melihat umur Rey yang masih muda.tanpa di sadari Bianca meneteskan air matanya.
"hey kenapa?"tanya Rey sambil menghapus air mata bianca.
Bianca hanya diam dia ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan di tenggorokan.bibirnya Bianca hanya bergetar dan menahan isakanya.
__ADS_1
Rey yang ga tahan melihat bibir Bianca langsung menempelka bibir nya tepat di bibir bianca.hanya sebuah kecupan dia menunggu reaksi bianca.setelah yakin Bianca tidak menolak akhir Rey ******* dengan lembut bibir yang membuatnya ketagihan itu.yang membuat Rey tersenyum di sela ciumanya.bianca mau membalas lumatanya.rey yakin kalau Bianca memiliki rasa yang sama.
akhirnya Rey melepas ciumannya dan mengelus lembut bibir yang basah karena ulahnya.
"ada apa coba katakan"tanya Rey dengan lembut.
"aku takut Rey,aku takut kamu hanya main main.aku takut kamu akan meninggalkanku saat aku sudah nyaman dengan mu.aku takut kamu seperti mantanku"kata Bianca sambil tertunduk.
"bi,lihat aku"kata Rey dengan serius.
Rey mengaangat wajah Bianca.
"aku ga janji ke kamu,tapi aku janji akan berusaha untuk selalu membahagiakan mu"kata Rey.
"kalau perlu kita segera menikah biar kamu yakin"kata Rey lagi.
"aku ga mau buru-buru.aku mau kita saling mengenal dulu"jawab Bianca.
"jadi,kamu teta aku donk"tanya Rey dengan bahagia.
Bianca hanya mengangguk.
"tapi,aku mau jangan ada orang yang tahu.biarkan saja berjalan apa adanya".kata Bianca.
Rey hanya bisa menyetujui mau Bianca.
tanpa ragu Rey ******* bibir Bianca sekali lagi.
__ADS_1
mereka larut dalam kebahagian yang mereka rasakan.
*****