
Bianca trus melajukan mobilnya.
Dia tidak tahu harus kemana.akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke tempat yang dia kunjungi saat lagi ada dalam masalah.
Bianca pergi ke tepi danau untuk melepas semua kesedihanya.dusana dia bisa menangis sepuasnya tanpa ada seorang pun yang tahu.
di sela sela tangisnya tiba-tiba ada pemuda yang menghampiri.
'ternyata mbak yang jutek bisa nangis juga"kata pemuda itu.
suara itu langsung membuat menoleh.
"apa maksud mu?".tanya Bianca dengan heran.
"emang kita saling kenal?".tanya Bianca lagi.
"kita memang belum kenalan mbak,tapi sudah pernah ketemu".kata pemuda itu.
Bianca pun memandang pemuda itu dengan bingung.
"dimana dia pernah bertemu pemuda ini".batin Bianca.sambil melihat kearah pemuda itu.
"mbak pernah nabrak saya di cafe dan toko kue"kata pemuda itu.
Bianca pun hanya membulatkan mulutnya saja.
"jangan di lihatin terus mbak saya memang ganteng,nanti kalau mbak lihatin terus bisa jatuh cinta lho".kata pemuda itu dengan PD nya.
"idiiiiuhhhhhhh siapa lho...???.jawab Bianca dengan nada malasnya.
pemuda itu pun terkekeh.dia terus melihat Bianca tanpa bicara.
__ADS_1
Bianca yang sadar di lihat terus menerus pun cuma melirih saja.
"jangan di pandang terus nanti bisa jatuh cinta pada saya".ucap Bianca dengan nada sebalnya.
pemuda itu pun terkekeh.
"saya memang sudah jatuh cinta pada mbak sejak pandangan pertama"jawab pemuda itu dengan senyumnya.
namun Bianca hanya menanggapi dengan senyum sinisnya.
"laki-laki memang semua sama ya".jawab Bianca.
"kenapa ada masalah sama seseorang?".tanya pemuda itu.
Bianca cuma menggelengkan kepalanya saja.
"cerita saja mbak semua yang datang kesini pasti punya masalah.entah dengan orang tua atau seseorang"kata pemuda itu.
"bearti situ juga punya masalah dong"kata Bianca lagi.
pemuda itu pun masih terdiam sambil Mandang lurus kedepan.
lama mereka saling diam.bianca pun hanya melirik pemuda di sampingnya.
"ya aku lagi ada masalah dengan kedua orang tua ku".kata pemuda itu.
Bianca hanya menoleh sebentar ke pemuda di sebelahnya yang tiba-tiba ber aku kamu.
namun Bianca tak memperdulikan.
"terus kamu sendiri kaenapa nangis sendirian di tempat sepi seperi ini"tanya pemuda itu.
__ADS_1
Bianca masih terdiam dan terus melihat kedepan.
tiba- tiba air matanya menetes dan mengingat penghianat kekasihnya.
mata bianca terpejam sambil menahan isakanya.
pemuda itu pun menoleh memandang Bianca yang masih terdiam menahan tangisnya.
dengan ragu-ragu pemuda itu melingkarkan tanganya di bahu bianca.menyandarkan Bianca di dada bidangnya.seolah memberi kenyaman dan perlindungan untuk Bianca.
namun Bianca masih terus terdiam dan malahan semakin terisak.
"cerita saja dan keluarkan semua yang bikin di sini sakit"kata pemuda itu sambil menunjuk dada bianca.
"kekasih ku selingkuh dia tidur dengan perempuan lain"cerita Bianca ke pemuda itu.
Bianca pun terus bercerita dan terus bersandar di dada pemuda itu.bianca seolah merasa nyaman dengan pemuda itu.
"berati bajingan itu ga pantas buat kamu,bersyukur kamu tahu lebih cepatkan"jawab pemuda itu.
lama mereka terdiam dan Bianca masih dalam pelukan pemuda itu.
dengan beraninya pemuda itu mengapit dangu Bianca dan melihat bibir merona Bianca.
tanpa ragu pemuda itu menundukan wajahnya dan ******* Bianca dengan lembut.tanpa di duga bianca.membalas ******* pemuda itumereka terbuai dan terus bercumbu dengan ganasnya.
namun Bianca segera menyadarinya.dia mendorong pemuda itu.dan langsung berdiri meninggalkanya.bianca langsung berjalan menuju mobil dan meninggal kan pemuda itu tanpa sepatah kata pun.
sementara pemuda itu hanya bisa memandangi kepergian Bianca dan mengumpat dalam hati.
"siaaallll belum sempat kenalan dan minta no hpnya"kata pumuda itu.
__ADS_1
aku pasti akan menemukan yakin pemuda itu.