
Bianca tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya bibirnya terus tersenyum.dia merasa bahagia karena sudah bisa mengungkap apa yang dia rasa kepada rey.sekarang dia merasa ada seseorang yang tulus dengan dia.
lelah seharian bekerja Bianca melepas lelah dengan malas malasan di kamarnya.
Bianca terus mengingat Rey apalagi ciuman Rey yang membuat dia terlena.
tiba- tiba hp Bianca berbunyi.dia pun melihat hpnya.namun yang tertera di sana nomor tanpa identitas.bianca pun mengabaikanya.
namun nomor itu terus menghubunginya.bianca pun menolah panggilan tersebut.
baru saja mau memblokir nomor itu.ada pesan yang masuk.bianca pun membaca pesan tersebut
"Bi,angkat dong ini aku Rey"pesan yang Rey tulis.
belum sempat Bianca membalas.hpnya sudah berdering lagi.
Dengan senyum lebarnya Bianca menerima panggilan dari Rey.
"hallo"kata Bianca.
"hallo sayang"jawab Rey di sebrang.
"ada apa?"tanya Bianca lagi.
"kok ada apa si h sayang.kangen tahu"jawab Rey dengan gemes.
"ihhh...jangan lebay ya Rey kita baru saja berpisah dan tiap hari ketemu"kata Bianca.
"iya tapi aku selalu rindu kamu"kata Rey.
__ADS_1
"masak"jawab Bianca dengan malas.
mereka asyik mengobrol sampai lupa waktu.waktu sudah hampir berganti hari.baru dua anak manusia itu tersadar kalau sudah melewati banyak waktu untuk berbasa-basi.
"ya,sudah bi.cepet istirahat i love you mmmmuuuuccvhhh"kata Rey.
heeemmmm Bianca hanya berdehem.dan Rey pun terkekeh di sebrang sana.
mereka mengakhiri panggilanya.dan terlelap di peraduanya masing-masing.
******
pagi harinya Rey bangun dengan tubuh yang segar.
dia terus tersenyum dan bersemangat untuk kekantor.sampai kedua orang tua Rey saling melirik karena bingung dengan tibgkah Rey.
"Rey ada apa?.daritadi mama perhatikan senyum-senyum sendiri"tanya mama Rey.
"kenapa?"tanya mama Rey lagi.
"akhirnya perempuan yang Rey cinta mau Nerima Rey"kata Rey lagi.
"oh ya kalau gitu bawa kerumah Rey kenalin ke kira"kata mama Rey dengan penuh semangat.
"nanti ma dia maunya ga ada orang kain tahu"kata Rey.
"lho kenapa?"tanya mana Rey.
"ga tahu ma,mungkin dia masih trauma dengan masa lalunya"jawab Rey.
__ADS_1
"anak mana si Rey mama jadi penasaran"tanya mama ya lagi.
"papa dan mama pasti tahu.dia karyawan di perusahaan tempat Rey bekerja"jawab Rey.
"hahhhhh"kaget orang tua Rey hampir bersamaan.
"siapa siapa?"tanya mama Rey dengan semangat.
"namanya Bianca pa,ma dia satu team dengan aku sekarang"jawab Rey
"owhhhh Bianca ya,pantes orang cantik gitu"kata mama Rey lagi.
"dan yang paling penting dia itu baik,dan pekerja keras"sambung papa Rey.
"papa dan mama ga masalahkan kalau Rey menikah dengan Bianca nanti"tanya Rey.
"ya ga apa apa dong ya pa,emangnya kenapa"kata mama Rey.
"takutnya mama dan papa mempermasalahkan Bianca yang hanya karyawan di kantor papa"jawab Rey dengan pelan.
"Rey jangan pernah menilai orang dari sosialnya.kita itu ga tahu kedepannya seperti apa.yang penting bagi mama dan papa itu kepribadian orang itu"kata papa Rey.
"lagian sejauh ini yang papa tahu Bianca orangnya baik dan sopan ya pa"sambung mama Rey.
"terima kasih ma pa secepatnya akan Rey ajak Bianca untuk kerumah"kata Rey dengan semangat.
Rey pun pamit pergi kekantor.sepanjang perjalan kekantor senyum terus menghiasi wajahnya.
dia merasa bahagia karena papa mamanya sudah memberi restu.
__ADS_1
sekarang tinggal Rey menyakinkan Bianca untuk mau di ajak menikah secepatnya.
******