Nine Sexy Dangerous Blackvelvet

Nine Sexy Dangerous Blackvelvet
10


__ADS_3

π™ΌπšŠπš›πš”πšŠπšœ πš‹πšŽπšœπšŠπš› π™±πš•πšŠπšŒπš”πšŸπšŽπš•πšŸπšŽπšΒ 


Setelah 10 tahun mereka tidak menangis, akhirnya air mata yang selama ini membeku jadi dendam kembali cair, bahkan Irene tak berhenti memukul tembok kamarnya berusaha menghilangkan rasa sakit akibat kegagalannya sebagai seorang Captain,


Roseanne Park di nyatakan gugur ,


Tepat hari ini kenyataan pahit harus di sampaikan oleh Jisoo, selaku dokter dalam anggotanya, bukti yang di temukan Irene setelah keluar dari gedung penjara yang hancur cukup membuat Jisoo yakin jika Rose tidak dapat bertahan, belum lagi bukti rekaman CCTV terakhir yang berhasil Wendy rampas dari ruang kontrol membuat keyakinan itu bertambah,


"Captain"


"JANGAN SEBUT AKU CAPTAIN! " intensitas pukulan pada dinding kamar Irene semakin kuat, semua orang tak tahan dengan ini, bahkan Seulgi yang notabene nya panglima di Blackvelvet langsung jatuh tak sadarkan diri menyusul Joy setelah Jisoo menyampaikan hal ini,


"Queen,,, stop! , itu tidak ada gunanya" pekik Lisa yang mulai lemah, sudut bibirnya berkedut ingin menangis kembali melihat darah yang mengalir dalam kepalan tangan Irene,


"Joy, dia sudah kehilangan satu-satunya keluarga yang ia punya, sekarang nasibnya sama seperti Wendy dan juga dirimu, pikirkan kondisi psikisnya, jika Wendy hanya menjadi orang yang pendiam saat setelah kejadian itu, bagaimana dengan Joy, dia bisa menghancurkan seluruh dunia dengan apa yang ia mampu" Lisa benar,


Rose,,, biarlah gadis itu tenang di tempatnya, sekarang fokusnya harus beralih pada Joy, Joy yang mampu melakukan apapun jika emosi sudah menguasainya,


"Queen, Lisa benar, tolong pikirkan Joy dari pada tersiksa dalam rasa bersalah, tidak ada yang akan menyalahkanmu, semua itu adalah takdir, kau bukan pelakunya, pelakunya ada di luar sana tengah berkeliaran bebas dengan tanpa rasa bersalah" jelas Yeri membantu Lisa membuat Irene tenang,


Tidak ada yang menginginkan ini, bahkan mereka tak ada yang tau keberadaan Rose dimana, segala acses yang menghubungkan mereka bersembilan telah terputus, tidak ada jejak tentang keberadaan Rose, gadis itu seperti hilang di telan bumi,


"Aku tidak bisa berpikir apapun, Wendy tolong gantikan posisiku selama aku tidak disini" selanjutnyaΒ  Queen benar-benar pergi, dengan mengendarai Jeep berwarna hijau army yang diketahui adalah milik Jennie,


Dengan kecepatan diatas rata-rata roda Jeep itu membelah jalanan berlumpur, tujuan Queen saat ini adalah,


Makam


Tempat dimana ibunya, orang tua Wendy, ayah Lisa, dan ibu Seulgi di kebumikan, sisanya entah dimana karena terakhir kali di kejadian 10 tahun yang lalu sebagian diculik, hingga saat ini Irene tak tahu dimana dan bagaimana keadaan dari sang ayah,


Baru saja ia mendapatkan setitik celah untuk menyelesaikan segalanya, kejadian pedih terulang kembali, Rose gugur,


Air mata Irene jatuh lagi, ia berjalan dengan gontai ke arah pusara sang ibu, menangis meraung-raung menumpahkan segala kekesalan dan rasa sakit dalam hatinya,


"Eomma, aku tidak sanggup lagi"


"Aku bahkan gagal melindungi Rose"

__ADS_1


"Aku tidak suka menjadi seperti ini, apa aku harus berhenti? "


Hanya terdengar hembus angin di telinga Irene, gadis itu masih terus menangis tersedu-sedu,


"Jika kau berhenti, aku tidak akan pernah mengakuimu sebagai putri Perdana Menteri Bae Joohyuk"Β  sebuah suara menyapa rungu Irene, gadis itu berbalik mendapati seorang pria dengan jas hitam dan bunga mawar putih di tangannya,


"Kau lagi,,," lelah, pria ini kenapa terus mengikutinya? Mengikuti Blackvelvet lebih tepatnya, dan hanya Irene yang tau,


"Tuan Kwon JiYoung, aku sedang tidak bersemangat untuk baku tembak, pergi! jika tidak aku akan meminta orang untuk membuatkan liang lahat untukmu! " alih-alih merasa takut JiYoung malah tertawa dia mendekat guna meletakkan bunga mawar putih yang ia genggam,


"Aku tau segala hal nona, kau akan rugi jika membunuhku, aku,,,,,aku mantan ajudan tuan Bae Joohyuk, sebelum kejadian itu aku dipindahkan ke Busan dengan terburu-buru"


"Kenapa aku harus mempercayaimu?"


"Karena aku adalah orang kepercayaan tuan Bae Joohyuk,,,,,, ini " JiYoung memberikan sebuah tape recorder dengan plastik bening yang membungkusnya,


"Jika kau ingin menyelesaikan semua ini,, B-Thirteen adalah jalan keluar anda, nona" tak lama JiYoung yang berprofesi sebagai Kepala Polisi pergi meninggalkan Irene yang terpaku,


"B-Thirteen?"


******


Captain Cristian tak berhenti memberikan pukulan pada ke-empat anggotanya, berkat bantuan Kim NamJoon, ia mengetahui segalanya yang telah terjadi pada anggota Blackvelvet berjulukan Flower,


Gadis beracun menurut Suga, telah mati di tangan kedua Anggotanya,


"Captain, stop! Mereka bisa mati! " teriak Mino, lelaki berkulit Tan itu bergerak menghalangi pergerakan captain untuk memberikan sedikit hukuman pada Sehun dan Suga


"Aku jijik menyebutmu anggota ku Sehun!"Β 


Hening,,,, tak ada jawaban dari Sehun maupun Suga,


Mereka tak berdaya, terkapar dengan luka di seluruh wajahnya, anggota lain hanya diam,


Vernon, ia yang semula mati matian membela kelompoknya merasa malu, dengan apa yang dua orang ini lakukan,


Jimin, laki-laki yang menjadi alasan untuk Suga dan Sehun balas dendam diam saja, sama sekali tidak merasa terbantu dengan upaya kotor yang di lakukan kedua anggotanya,

__ADS_1


"Pada akhirnya, kita di hancurkan oleh diri kita sendiri, aku bukan Captain yang baik, aku adalah contoh yang buruk kan?Β  Pergi, jalani kehidupan kalian masing-masing dan lupakan apa itu B-Thirteen" putus Cris, ia berjalan melewati anggotanya yang menunduk penuh hormat dan rasa takut, namun tiba-tiba,


Bruk... Bruk


Suga dan Sehun menahan kaki Cris dan memeluknya kencang seolah olah mereka adalah anak yang akan ditinggal pergi ayahnya,


Selain sebagai Captain, peran Cris juga sebagai ayah, mengingat mereka dibesarkan di panti asuhan yang sama, tumbuh bersama dan akan tetap seperti itu,


"Kau boleh menghukum kami berdua tapi tidak dengan yang lain, mereka sudah seperti adikmu kan? Jangan tinggalkan mereka, biar kami yang pergi" ujar Sehun dengan rasa bersalah yang teramat sangat, jujur yang ada dipikirannya saat itu hanya dendam, dendam dan dendam hingga ia jatuh ke dalam lembah menjijikkan yang mengotori seluruh perbuatan baiknya,


"Beri aku waktu untuk berpikir" setelah mengatakan itu Cris pergi, meninggalkan ke 11 anggotanya yang mulai mengerubungi Suga dan Sehun,


Dengan cepat Cris memacu Range rover, membelah padat nya jalanan ibu kota, dengan rasa kesal yang menumpuk, beribu pertanyaan menghantui,


'Siapa Blackvelvet sebenarnya?'


CiiiitttttΒ 


Cris berjalan di atas tanah merah berlumpur, memandangi beberapa gundukan tanah berumput dengan nisan nisan yang menjulang, ia berdiri menghadap sesuatu di depannya, sebuah nisan berukuran cukup tinggi,


Nama seseorang terukir disana, Cris mulai menangis, menampar pipinya sendiri berulang kali, memukuli wajahnya sendiri berulang kali, membenturkan kepalanya pada dinding nisan guna melampiaskan kekesalannya,


"Aaaaaaaggggggggghhhhhhh" dilihatnya kedua tangan, tangan kekar yang selama ini lihat menarik pelatuk dan membuat musuh tumbang,


Bagi Cris tangan ini di penuhi darah,,,


"Ini memang Makam, tempat orang yang tidak akan bisa bangun walaupun kau menggelar konser disini" Cris tertawa, begitu pun dengan orang itu, apa itu terdengar lucu?


"Kau ada disini? " tanya Kris, bodoh sih menurut Irene, belum jelas kah?


"Kau tidak lihat?" Lagi-lagi Kris tertawa entahlah ia terlihat bodoh dengan tertawa begitu,


"Mau membunuhku? " dahi Irene mengernyit,


"Untuk apa? "


"Bukankah dua orang anggota ku telah melenyapkan satu orang anggotamu? Dengan cara yang menjijikkan" Irene tertawa, namun setetes air turun dari sudut matanya,

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah mengotori perjuangan Flower" Cris terpaku


Dan detik itu juga mereka mulai dekat.


__ADS_2