Nine Sexy Dangerous Blackvelvet

Nine Sexy Dangerous Blackvelvet
29


__ADS_3

Rumah Sehun, menjadi basecamp tempat mereka saat ini, setelah pertempuran dan pertemuan yang mengharukan tadi, semua orang berkumpul disini, menunggu seseorang keluar untuk ikut bergabung,


"Suga,, kau bisa jelaskan apa yang terjadi? Kenapa kau bisa disana? "


"Biar aku yang menjelaskan Captain! " Bobby mengambil alih, ia cukup tahu perasaan Suga yang masih uring-uringan karena tahu jika mereka akan menginap di rumah besar milik Sehun untuk sementara,


"Aku datang ke sini siang tadi, kami dari pelabuhan, kau hampir menabrak mobilku saat menyalip pengendara lain tadi" ah iya Crishtian ingat,


Flashback


"Sean kau mengantuk? Sini tidur di belakang"


"Tidak Bibi Nae, aku ingin bersama Daddy" Rose menyentuh lengan Nayeon agar membiarkan Sean tidur di pangkuan daddy nya, Nayeon mengerti, dia mencari sebotol air untuk di nikmati bersama Rose yang duduk disampingnya,


(FYI) Bobby mengemudi, Suga duduk di kursi samping bersama Sean, sementara Rose dan Nayeon duduk di belakang,


Nayeon memberikan sebotol air pada Rose sementara dia membuka sebungkus snack yang mereka beli di perjalanan tadi,


Cittttt!!!


Duggh


Dahi Rose terbentur sandaran kursi Suga karena dia tidak memakai seatbelt, sementara Nayeon hanya terhuyung meratapi snack favorit yang baru ia buka berhamburan di lantai mobil,


"Bobby! Kau bisa mengemudi tidak? Rose sampai terbentur! " teriak Nayeon memenuhi gendang telinga Bobby karena Nayeon berteriak tepat di sebelah telinga suaminya,


"Aww, sayang kau mau membuatku tuli hah? " sementara Suga yang mengetahui Rose terbentur langsung berbalik, memastikan kondisi Rose baik baik saja,


"Ada yang sakit? "


"Mommy you Oke? " Rose mengangguk dengan senyuman, sementara Bobby memutar balik mobilnya membuat mereka bertanya-tanya,


"Kenapa berbalik? Kau mau mengejar orang itu? Astaga Bob! Jangan cari masalah! "


"Kau benar-benar akan melabrak nya Bob? " tanya Suga memastikan, sementara Bobby mendengus,


"Bukan begitu,,, itu mobil captain! "


"Kau yakin? "


"Aku yakin, aku juga melihat Queen di sampingnya? " Suga mengangguk, sementara Nayeon bingung, ia menerima uluran Suga yang memberikan Sean agar pria kecil itu duduk di belakang,


"Daddy,,, "


"Sstt Sean duduk disini bersama bibi ya"


"No!, aku mau daddy" Sean masih berusaha pindah ke kursi depan sebelum akhirnya di hentikan oleh Rose,


Rose memangku putranya dan membisikkan sesuatu di telinga Sean, hal ajaib yang membuat Sean langsung menurut,


Jika di pikir Sean memang selalu menurut dengan ibunya,


Cupp

__ADS_1


"Sean sayang mommy" Rose dan Nayeon tersenyum, anak itu jauh lebih mengerti kondisi mereka,


Flashback off


"Syukurlah aku berhasil menemukan kalian, aku juga menemukan Jennie yang berteriak di dalam mobil, aku pikir dia di culik makanya Captain menyetir seperti orang kesetanan, ternyata dia di ikat oleh suaminya sendiri" Jisoo menatap Vernon dengan tatapan tajam mematikan, belum lagi Yerim yang sudah bersiap melemparkan toples beling padanya,


"Aku sudah meminta maaf pada Jennie, aku melakukan itu untuk kebaikan istri ku sendiri! "


Semua orang memaklumi, juga penjelasan Bobby saat menyelamatkan Rose tadi sudah cukup membuat mereka mengerti alur cerita, kenapa Bobby dan Suga menghilang secara tiba-tiba,


"Terimakasih sudah menyelamatkan Rose" Joy kembali mengatakan itu pada Nayeon, sementara Nayeon tersenyum, ia sudah mengatakan sejak tadi bahwa itu adalah tugasnya sebagai dokter sudah menjadi tanggung jawab nya sebagai dokter,


"Daddy,,, "


Rose kembali bersama Sean yang berlari di depannya,


"Anak daddy tidak tidur? Katanya ngantuk? " Sean menggeleng lucu,


Mino menahan diri untuk tidak memukul kepala Suga, sejak kapan si beku menjadi seperti ini?


"Hai tampan siapa nama mu? " Seulgi memulai, pria kecil itu bersembunyi di perpotongan leher Suga karena takut,


Tinggal di tempat yang jauh dari keramaian membuat Sean takut jika bertemu orang asing,


"Sean, ayo jawab, bibi bertanya"


"My Name is Sean, Min Sean! "


Sudah cukup kesabaran Sehun untuk menahan diri, dia berhak tahu siapa sebenarnya Sean, apakah dia anak Rose?


"Nayeon, tolong bawa Sean pergi dulu ya"


"No! , aku ingin bersama daddy! "


"Sean anak baik ya, tolong bantu bibi Nae membuat minuman,, Oke? " Sean mengangguk dan menghampiri Nayeon yang sudah lebih dulu berdiri,


Suga memberikan Ruang di sofa untuk Rose duduk,


"Sean adalah anak Rose,,, dan anak Sehun secara biologis" jelas Bobby membuat semua orang terkejut, sementara Sehun mengangguk, ia sudah merasa yakin sebelumnya, setelah melihat wajah Sean yang begitu mirip dengannya,


"Aku tidak percaya jika kau melalui kehidupan yang begitu menyakitkan Rose" Ujar Joy, Wendy berusaha memenangkan nya,


"Kenapa dia memanggilmu daddy? Itu bukan hak mu Suga! Sean adalah darah dagingku! " tangan Suga terkepal erat, ia sudah menahan diri untuk memukul wajah Sehun sejauh ini, namun usapan lembut di pundaknya cukup ia jadikan sebagai Rem agar dapat menahannya,


"Secara biologis memang kau ayahnya Sehun! Tapi secara negara, Suga adalah daddy Sean yang syah! "


"Apa maksudnya? "


"Mereka sudah menikah! " semua orang kembali terkejut, bahkan Queen sampai menatap Bobby meminta penjelasan lebih rinci, Bobby mengerti arti tatapannya, maka dari itu ia segera memberikan penjelasan lebih panjang,


"Rose mengandung dalam keadaan koma, dia koma selama hampir 3 tahun, bahkan dia melahirkan Sean melalui oprasi Caesar , Sean lahir dengan berat di bawah normal, dan selama itu Sean tumbuh bersama Suga, tapi bayi Sean belum terdata sama sekali, beberapa orang dari instansi hampir membawanya ke panti asuhan jika tidak ada wali yang membuat data diri untuknya, aku dan istri ku sudah menawarkan diri untuk menjadi orang tua untuk Sean tapi Suga menolak karena Suga tetap ingin dia terdata sebagai anak Rose, maka dari itu Suga menikahi Rose meskipun saat dia koma, semua itu dilakukan agar Sean tidak bernasib sama seperti kita! Tinggal di panti asuhan! Di buang! "


"Lalu Rose? Dia bahkan tidak tahu apapun, dia bangun dan ternyata sudah menikah dan punya anak! Apa itu adil untuknya? " Jawab Sehun lagi,

__ADS_1


"Lalu kau mau apa Sehun? Mau mengambil alih semuanya? Tidak bisa! Kau ingat malam saat kita bertengkar?, ingat kan? Aku sudah menebus nya Sehun, meskipun sampai sekarang aku masih menyesalinya, aku cukup beruntung karena istriku mau menerima ku, dia bahkan bangun tanpa amarah mengetahui ini semua"


"Kau licik!, kau mengambil apa yang seharusnya tidak kau miliki,,, "


"Lalu kau akan mengatakan bahwa dia milikmu?"


Suga berdiri di ikuti Rose yang juga berdiri di sampingnya,


"Aku akui Sean milikmu juga, tapi Rose? Dia milik siapa? Sebelumnya dia bukan milik siapapun, jadi kau tidak berhak mengatakannya! " Crishtian menarik Sehun agar kembali duduk, apa yang dikatakan Suga ada benarnya, sebenarnya ini tentang waktu, jika di lihat dari segi waktu, Suga jelas lebih beruntung karena dapat menemukan Rose lebih cepat tentunya dengan bantuan Bobby, di saat Sehun diam saja, Suga sudah berjuang merawat putra Sehun hingga sekarang,


"Kau sedang mengetik apa Rose? " tanya Lisa yang sedari tadi melihatnya menuliskan sesuatu di sebuah iPad besar,


Rose memberikan iPad nya kepada Lisa, menatap Lisa dengan tatapan memohon agar dia mau membacakannya,


'Aku rindu kalian semuanya, Kakak, Queen, aku rindu kalian, selama aku pergi aku sangat baik-baik saja, aku dirawat dengan baik oleh Nayeon istri Bobby, aku bangun dengan Sean dan Suga yang menatap wajahku, Sean sudah tumbuh besar berusia kurang lebih 2 tahun, aku tidak marah mengetahui semuanya, Sehun,


Aku berpikir ini takdir Tuhan yang terbaik untuk ku, kalian semua tau aku sangat percaya Tuhan, aku menerima Suga sebagai suamiku, tanpa rasa terpaksa, aku banyak berhutang budi pada Suga karena telah merawat Sean dengan baik selama aku tertidur,


Sehun, aku dan Suga memutuskan untuk mempertemukan Sean dengan Ayah kandungnya, terimalah!!,


Dan untuk Jimin aku minta maaf, aku sama sekali tidak tahu jika kau pengidap Autoimune, aku pantas mendapatkan hukuman ku selama ini karena telah membuatmu menderita selama ini,


Tapi kau tenang saja aku sudah menemukan penawarnya,


Rose memberikan sebuah botol kecil kepada dokter Minhyun, itu adalah penawar untuk Jimin, agar kondisinya pulih sepenuhnya,


Jimin tersenyum kepada Rose, sudut matanya berair hingga jarinya harus bergerak mengusap sudut matanya,


"Kau tidak bersalah Flower, semua hanya kesalah pahaman, aku senang kau kembali" ucap Jimin di sertai air mata yang mulai membasahi pipinya,


"Tunggu sebentar! Rose ada denganmu? Kenapa kau mengetikkan itu semua? Kenapa kau tidak mengatakannya langsung pada kami?" tanya Jennie setelah menyadari sesuatu,


Nada yang dia keluarkan terdengar panik, hingga Joy juga merasakan apa yang Jennie rasakan, dia menatap Rose meminta penjelasan,


"Rose,, mengalami kerusakan pada pita suaranya"


Deg!!


Queen limbung, ia menatap Rose tak percaya sementara gadis itu masih diam melihat reaksi semua orang,


"Kau!! Ini pasti karena cairan hf yang kau berikan ke Rose kan? " Joy murka bukan kepalang, dia berdiri melangkah menuju Suga tak ada orang yang bisa menghentikan kemarahannya,


"Kau yang membuat Rose seperti ini!!"


Maki Joy dengan keras hingga suaranya memenuhi penjuru rumah,


"Daddy, hiks,, hiks,, hiks daddy" Sean berlari menuju Suga yang berdiri mematung dengan Joy yang menarik krah bajunya,


"Sean, daddy tidak apa apa"


"No!, hiks bibi ini mau memukul daddy ku!, ayo kita pulang ke rumah kita, aku tidak suka berada disini"


"Sean, bibi ini hanya bergurau, kita orang dewasa sering melakukan nya" Joy terpaku melihat keponakannya yang begitu akrab dengan pria di hadapan nya,sementara Sehun melihat mereka penuh nanar, seharusnya ia adalah orang yang Sean panggil daddy, bukan malah Suga,

__ADS_1


Melihat Sean saja rasanya Sehun ingin memeluk nya, tak mengizinkan siapapun memisahkan mereka berdua.


__ADS_2