
Percikan darah muncrat dari mulut Rose setelah beberapa ml cairan Hf meluncur melewati kerongkongan gadis berambut maroon tersebut,
Setelah di berikan pilihan,
Membongkar rahasia Blackvelvet atau menenggak cairan HF, flower lebih memilih opsi ke dua dengan resiko rasa sakit yang membakar tenggorokannya,
Buruknya cara berpikir flower karena masih menganggap penjara adalah hukuman untuknya setelah berhasil lolos, nyatanya apa yang ia alami lebih dari sekedar hukuman,
Ia di hukum tanpa sepengetahuan captain BThirteen yang diketahui masih memiliki belas kasih,
Selain jadi tersangka kejahatan kasus kasus besar di kota,
ia juga menjadi tertuduh atas kasus buruknya kesehatan Jimin akhir akhir ini,
"Apa ini tidak keterlaluan Sehun?"
Pria berkulit putih dengan tubuh tinggi tegap itu berbalik melihat Bobby berdiri gemetar di belakangnya, setelah sibuk membenarkan ikat pinggang yang berantakan,
tampaknya pria bergigi kelinci ini ikut ngeri dengan apa yang ia lihat,
"dia pantas setelah apa yang dia lakukan pada Jimin!" Teriak Suga tepat berada di depan Bobby agar berhenti gemetar layaknya pengecut, hanya mereka berempat disini, bersama Mark yang juga berdiri gemetar di sudut ruangan, wajahnya pucat pasi melihat keadaan Flower yang tampak begitu kesakitan,
"So? Bagaimana rasanya Rose?" tanya Suga dengan seringaian tajam,
"Sekarang kau pasti menyesal bukan?, andai kau buang ego mu dan menyerahkan diri secara baik-baik, kau tidak akan berakhir seperti ini, kau bahkan mati dalam keadaan yang kotor"
"*******! " umpat Flower sebelum benar-benar kehilangan kesadaran,
Suga bergerak meraih tangan Flower untuk mencari urat nadi nya,
"Sangat lemah"
"Itu artinya dia mati? " Pekik Mark heboh, bukan senang, ia lebih takut jika hal ini diketahui oleh captain Cristian yang bisa berubah kejam,
"Bobby, Mark, Singkirkan dia! "
*****
DUAAAARR!!!
Tembok belakang lantai tujuh berhasil diledakkan secara paksa oleh Dynamite Blackvelvet, setelah mendapat berita adiknya gagal melarikan diri ia bergegas pergi bersama anggota lain untuk menyelamatkan Flower,
"Penyusup! " Peringat Mino sambil dengan cekatan memanggul senjata laras panjang kesayangannya berlari menghadang Dynamite yang terlihat berapi-api,
"Vernon, beritahu captain!"
"Kalian mencari perkara dengan Blackvelvet, kenapa sekarang takut? Kami bahkan bisa menghancurkan seluruh kota jika kami mau!"
Langkah Vernon di hadang Bunny dan Unicron, kali ini Unicron tidak berponi, mendengar Flower gagal melarikan diri ia tidak fokus melakukan apapun bahkan hanya untuk menyisir poni yang sudah menjadi identitasnya,
"Kau mau kemana? Tuan Hansol? "
"Jangan, berbelit Unicron, hajar dia"
"Tenang Bunny aku sedang berbicara dengan pembalap motogp argentina"
"Apa mau kalian?" Tanya Vernon dingin,
"Dimana kakak kami?"
"Kakak kalian? Apa kalian berpikir aku mengenalnya? "
"Jangan bersandiwara tuan Hansol!, dimana Flower Blackvelvet? " Jelas Bunny semakin berapi-api, sementara Vernon semakin mengernyit dengan wajah tampannya,
"Gadis beracun itu sudah melarikan diri bersama dengan kakakmu yang pendek itu! " tegas Mino, karena dengan jelas ia melihat dari cctv saat menyadari ruang tahanan telah kosong dengan pintu yang meleleh dan berbau tajam khas cairan kimia dalam laboratorium,
"Bohong! Kalian jangan pernah mencoba mengelabui kami!, Flower masih ada di sini!"
Duaaaaaarrrr
Suara ledakan terdengar beruntun, itu adalah bukti kemarahan Dynamite yang tanpa mereka sadari telah terbebas dari perdebatan tak kunjung usai ini, beberapa anggota sipir berlari mengepung Dynamite yang menatap nyalang mereka ddengan mata memerah,
__ADS_1
"DIMANA FLOWER!" teriakan nyaring Dynamite memecahkan fokus beberapa anggota polisi yang mengepungnya, Bear si mata sipit datang dengan sebuah sniper barunya menembak mereka secara membabibuta,
"Lion telah menemukan sell tempat Flower di sekap!, atasi kemarahan mu! Jika kau menghancurkan tempat ini sekarang nyawa kita dan juga Flower dalam bahaya!" Tak lama Pikachu datang dengan ditemani Lion yang menjadi tameng untuknya,
"Aku punya kabar buruk" Gumam Pikachu membuat emosi Dynamite naik lagi, sekarang tak ada yang dapat membendung kemarahannya lagi, yang ada dalam pikirannya hanyalah bagaimana cara menemukan adik kandungnya, ia sudah berjanji pada sang ibu bahwa apapun yang terjadi dia harus melindungi Flower,
"dimana Olaf? hanya dia yang tau siapa orang terakhir yang sudah menangkap flower" Tanya Lion, merasa setuju dengan apa maksud Lion, mereka berlari mencari Olaf dengan tangan tak henti menembak orang-orang yang mereka anggap musuh,
*****
"Kenapa kau kembali lagi?" seru Dokter Hwang marah,
Ia sudah bersusah payah menutupi keberadaan gadis itu dengan seluruh usahanya, namun dengan berani gadis itu kembali bodohnya memancing bahaya,
"Pergi!, Tepat di sebelah barat ruang arsip ada pintu, terdapat tangga darurat yang sudah lama tak dipakai, kau pergi lewat sana, gelap bawalah senter ini"
Tak ada jawaban dari lawan bicara,
"Kau mendengarku? , cepat pergi!" Ulangnya,
"Pergi Seunghwan! Kau tidak mendengarku?"
"Siapa kau?" Air muka dokter hwang menjadi murung, ia menunduk menghindari kontak mata dengan gadis di hadapannya,
"Ambisi membuatmu melupakanku" Lirih Minhyun terdengar nada bergetar menahan diri untuk tidak menangis dihadapan gadis ini,
"Ambisi" Tawa menyakitkan
"Tuan Hwang yang pernah berjanji untuk melindungiku, kau tidak berhak berbicara tentang ambisi Snowgirl BlackvelvetΒ disini!, kau tidak berhak berbicara seolah kau adalah orang yang sangat mengenalku, kau bukan siapa-siapa kau hanyalah pembohong yang dengan bodohnya aku tunggu bertahun-tahun!"
"Seunghwan stop!, pergi sekarang aku tidak punya waktu lagi!"
"AKU PUNYA BANYAK WAKTU!, DIMANA FLOWER DAN KAMI AKAN PERGI!"
"Seunghwan kumohon jangan sep,,, "
"Olaf!" Potong seseorang datang dengan rombongannya,
"Ikut kami!"
*****
"Apa yang kau pikirkan Queen?, kita tak punya waktu lebih lama, kita harus segera menemukan Flower" Frustasi Unicron dengan aura tenang sang captain,
"Kau lihat di lantai ini apa?" Tanya Queen membuat kedua maknae pusing dibuatnya,
"Aku tidak melihat apapun" Ujar Bunny sambil menggaruk kepalanya yang mendadak gatal,
"Lihat dengan teliti!"
"Hanya sehelai benang" Jawab Unicron lelah,
"Ini bukan benang! Ini rambut! dan siapa orang yang memiliki rambut berwarna merah maroon? " Jelas Queen menatap malas dua maknae,
"Ha? Flower? Berarti Flower berada di dalam sini? "
"OMG,,, Flower! Bertahanlah kami akan meminta bantuan"
"Siapa yang akan membantu kita?, kita ini musuh mereka!"
"Diamlah kalian!, cepat bantu aku membuka pintu ini"
"Siap captain!"
*****
"
Namjoon, kau sudah temukan captain Blackvelvet?" Tanya captain Cris dengan langkah tergesa-gesa mencari Minhyun, saat ini fokus utamanya adalah membantu orang-orang yang terluka,
"Belum Captain, aku bahkan tidak melihat Mark dan Bobby, sudah ku periksa titik mereka berada di daerah pantai, apa kau memberinya tugas disana?" Pikiran Cris saat ini berkelana, ia merasa tak memberikan tugas khusus pada siapapun anggotanya,
__ADS_1
"Dimana Jimin?"
"Dia sedang sakit captain, dan JHope sedang bebas tugas, ia pergi ke perusahaan miliknya"
Mereka berlari hingga menemukan Jungkook yang saat ini sedang sibuk me-nonaktifkan berbagai macam benda yang telah ditanami bom oleh anggota Blackvelvet itu,
"Bagaimana Jungkook?"Β
"Aku gagal menjalankan tugas dengan cepat dan berakhir 1 bom meledak di lantai 6 membuat kerusakan bangunan semakin parah" Jawab Jungkook lesu, wajah tampannya terlihat kusam dengan keringat tak henti mengalir,
"Gedung ini sudah dalam kondisi tidak aman, perintahkan semua orang untuk meninggalkan gedung ini dengan hati-hati"
"Siap captain! " Jungkook berlalu pergi,
Duaaaaaarrrr
Ledakan terdengar semakin besar, Cris dan NamJoon berjalan lagi meneruskan pencarian, ia melihat Minhyun yang tengah membantu Jimin pergi ketempat aman, beberapa petugas medis juga ikut dikerahkan membantu orang-orang yang kemungkinan masih bisa selamat,
Tepat di depan ruang tahanan yang sudah kosong NamJoon dibuat melongo, Blackvelvet dengan hanya ada 5 orang tengah beradu pukul dengan Suga, Sehun dan Mino yang terlihat kesal karena sniper kebanggaannya hancur,
"Bangun *****! " Sebuah tendangan mendarat mulus di pipi Mino, bisa di bilang bahwa Mino dan Bear memiliki dendam pribadi akibat sniper kebanggaan mereka patah,
"Sudah selesai! Kita pergi sebelum gedung ini runtuh" Seru Captain Cris,
"Dimana Flower?, jika kau tidak mengatakannya kita akan berakhir di gedung ini! " Tatapan nyalang Lion pada captain BThirteen,
"Jadi kalian menghancurkan gedung ini karena mencari gadis beracun? Dia kan sudah melarikan diri dengan dia" Jelas NamJoon menunjuk wajah Olaf,
"Tidak! Aku berhasil lolos tapi dia menangkap Flower! " Olaf beralih menunjuk Sehun,
"Sehun? " Ulang Vernon tak percaya, tak lama gedung bergetar, mau tak mau mereka harus pergi meninggalkan gedung yang sebentar lagi akan runtuh,
Sementara itu,,,
"Aku tidak menyangka jika rambut ombre mu berguna juga Lalice" Tawa Yeri muncrat ke wajah Irene yang saat ini tengah mengumpatinya dalam hati,
"Makanya jangan sembarangan menilai, rambutku ini glow in the dark, seperti Rapunzel" Jelas Lisa bangga, ada gunanya juga ia memilih mengecat rambutnya dengan cat rambut warna Neon yang dapat bersinar dalam gelap,
"Jangan banyak bicara!, rambut senter jalanlah dengan sedikit menunduk, agar tangga tangga ini lebih bisa terlihat"
Tiba-tiba dapat mereka rasakan guncangan kecil yang hampir membuat Yeri kehilangan keseimbangan "
"Lebih cepat! Sepertinya gedung ini akan runtuh! " Mendengar perintah Irene mereka berjalan dengan cepat, bahkan Yeri sampai menuruni dua tangga sekaligus,
Di ujung tangga sebuah kendala terjadi, pintu terkunci dari luar, suasana menjadi sesak dan pengap di tambah ruangan yang semakin sempit dengan atap hanya lebih tinggi dua jengkal dari kepala Lisa,
Lisa berulang kali menendang dan membuka paksa pintu dengan bahunya, namun nihil pintu besi yang terlihat tua itu lebih kuat dari umurnya,
"Guncangan semakin kuat, apa kita harus kembali ke atas?" Tanya Yeri panik,
"Tenang, kita tendang pintu ini bersama" Usul Irene, mereka setuju dan bersiap mengambil posisi di tengah guncangan yang semakin kuat,
"1, 2, GO! "
Brak
Tidak berhasil, suara retakan dinding semakin terdengar,
"1, 2, GO! " Ulang Irene,
Brak
Gagal, Lisa seperti kehabisan tenaga dan Yeri mulai pasrah,
"Sekali lagi, jika ini gagal aku tidak akan mati sebagai captain" Lirih Irene dengan nafas yang tak lagi beraturan,
"Kau adalah captain, selamanya akan seperti itu!" Teriak Lisa dengan air mata yang sudah mengalir ke pipinya,
"Hitungan ke3"
"1, 2,,,huft GO! "
__ADS_1
Brak,,,Brak
Dapat mereka rasakan cahaya yang ternyata pintu ini terhubung dengan halaman belakang gedung, mereka segera saling membantu dan pergi sebelum gedung benar-benar runtuh.