Nine Sexy Dangerous Blackvelvet

Nine Sexy Dangerous Blackvelvet
43.


__ADS_3

"Jennie eonni, ini air panas nya, aku sudah siapkan semuanya agar kita tidak perlu bolak balik ke dapur, aku akan matikan pelita nya, dan menggantikan dengan senter kecil ini, kita harus mematikannya saat ada penyusup kembali" ucap Yeri sembari menaruh lampu kecil di samping Ariel tertidur,


Jennie mengangguk setuju, meskipun Yeri tidak melihat nya, gurat penyesalan terlihat dari wajahnya,


"Andaikan aku sudah kuat berjalan kita pasti bisa dengan cepat melarikan diri Yerim"


"Memang benar, tapi bukan hanya karena itu, kondisi Nayeon eonni dan Suga oppa juga belum pulih, kita harus tetap disini, dan satu lagi, HoSeok pergi sejak tadi belum juga kembali"


"Lalu kita bagaimana? " Yeri menggeleng, ia belum mendengar keputusan lebih lanjut dari kedua captain,


"Kau mendengar sesuatu? " tanya Jennie berbisik, Yeri secepat kilat mematikan lampu agar cahaya nya tidak terlihat dari luar, suasana menjadi sangat sunyi, mungkin semua anggota juga menyadari jika ada orang lain yang tengah berada di sekitar rumah ini,


Jantung keduanya berdetak kencang Jennie khawatir hingga peluh memenuhi wajahnya, ia khawatir jika Ariel tiba-tiba menangis,


Yeri mengerti bahaya yang mengancam jika sampai keberadaan mereka diketahui, ia menyadari Ariel yang menggeliat tak nyaman di kegelapan, secepat mungkin ia menyumpal bibir mungil keponakannya dengan botol susu agar dia tertidur kembali,


"Mereka tidak hanya satu orang eonni" bisik Yeri sembari merunduk memegangi botol minum Ariel,


"Kita tidak pernah bersembunyi sampai seperti ini Yeri" gumam kecil Jennie yang merasa apa yang mereka lakukan ini benar-benar mendebarkan,


Kekurangan amunisi, dan dalam kondisi yang tidak fit! Sudah pasti mudah bagi mereka di kalahkan,


Sementara di kamar lain, Nayeon ketakutan ditemanin oleh Jisoo dan Lisa, kamar yang Jisoo tempati memiliki jendela besar yang tidak aman untuk bersembunyi makan dari itu secepat kilat ia berlari menuju kamar Nayeon,


"Mereka banyak sekali! " bisik Jisoo, ia menyempatkan diri untuk melihat kondisi di luar,


"Tetap tenang Nayeon, atur nafas! " bisik Lisa mencoba menenangkan Nayeon yang terlihat begitu ketakutan,


Di luar kamar, Cristian dan yang lain berpencar dan membagi misi untuk tetap mengamankan pintu masuk agar tidak ada yang dapat menembusnya, cara ini satu-satunya yang dapat mereka gunakan untuk mempertahankan diri,


"Lengan mu berdarah lagi Suga! " bisik Vernon memperingati, namun Suga mengabaikan nya, juga mengabaikan rasa sakit yang terasa, ia harus bertahan,


"Mereka banyak sekali captain! "


"Tidak ada cara lain, kita harus melawan, pastikan anak anak tidak di bawa keluar! " perintah Cristian dengan cepat di laksanakan oleh Mark yang segera pergi untuk mengabarkan ini pada para wanita Blackvelvet,


"Wendy apakah tidak ada tempat lain untuk membawa Jennie dan bayinya ke tempat yang lebih aman? " tanya Seulgi, setelah mendapat informasi dari Mark,

__ADS_1


"Ada tempat penyimpanan kimchi di bawah lantai dapur, tapi itu hanya muat untuk 2 orang saja! "


"Bawa Jennie dan bayinya kesana! " perintah Irene segera dilaksanakan, butuh dua orang untuk membantu Jennie, satu untuk memapah nya dan satu lagi untuk membawa bayi nya, dan itu tugas Jisoo dan Yeri,


"Sean, kemarilah papa akan menggendong mu! " Sehun berjalan ke arah kamar yang di tempati Rose dan anaknya, meminta Sean dari dekapan ibunya,


Tidak ada cara lain untuk melindungi Sean, Sehun menggendong anaknya seperti kanguru, dan menutupi seluruh tubuh anaknya dengan mantel peluru khas tentara,


Rose membantu Sehun untuk mengencangkan sabuk gendongan anaknya agar tidak terjatuh sementara Lisa bergerak sebagai penjaga Nayeon,


"Jennie dan bayinya sudah aman? " tanya Irene memastikan,


"Sudah, Sean juga sudah di bersama Sehun! " jawab Seulgi, gadis tangguh itu bersiap untuk perang kembali, beruntunglah seluruh persenjataan yang ada di mobilnya sudah ia pindahkan meskipun dalam keadaan lelah saat kembali tadi,


Sementara anggota yang lain tengah bersiap dengan senjata api mereka, Rose juga mengeluarkan sekotak penuh airan andalannya yang sudah di curi Joy dari gedung penyimpanan barang sitaan negara,


"Semua sudah siap? " tanya Cristian memastikan, Dan anggukan sebagai jawabannya,


"Double B we'll start it" gumam Irene kecil setelahnya anggota berpencar untuk mencari posisi mereka masing-masing, Nayeon mengikuti Lisa dengan senjata api milik suaminya Bobby di tangan,


Melihat semangat perang anggota yang lain membuatnya ikut semangat untuk ikut maju, dia tidak akan diam saja sekarang, ia akan melakukan apapun yang ia bisa.


Irene berjalan menghendap ke arah jendela, memastikan sesuatu sebelum memulai misi, terdapat duapuluh anggota polisi berseragam lengkap yang mengepung rumah ini, beberapa tim penjinak bom juga di kerahkan,


Sudah pasti mereka mengetahui jika Blackvelvet dan Bthirteen bersembunyi di rumah ini,


Jungkook dan Dynamite memulai terlebih dahulu, bedanya jika Jungkook melemparkan granat rakitannya ke arah musuh, Dynamite melemparkannya ke arah belakang rumah tempat dimana jalan menuju persembunyian mobil mereka berada, ini taktik dari Captain Cristian, sebagai alternatif jika sesuatu terjadi mereka bisa langsung pergi ke tempat dimana mobil mereka berada,


Ledakan terjadi lebih dari 2 kali, hal itu karena granat milik Jungkook memiliki suara yang memantul jadi meskipun hanya 1 yang di lemparkan suara ledakan akan terjadi lebih dari 1 kali, hal itu digunakan untuk mengecoh musuh,


Detdetdetdet


Senapan mesin milik Seulgi berfungsi dengan baik, tak terhitung banyaknya rentetan peluru yang terlontar,


Hujan peluru menghujam tembok tembok kayu membuat lubang dimana mana, tempat ini jelas sudah tidak aman untuk bersembunyi, namun mereka sama sekali tak gentar,


Nayeon bersorak girang saat peluru pertamanya berhasil mengenai musuh, ia baru merasakan euphoria semacam ini pertama kalinya,

__ADS_1


Ledakan terdengar di pintu depan membuat Mark dan Vernon yang berada di depan sontak bergerak mundur,


"Joy aku butuh kau! " teriak Vernon yang sontak di balas ketangkasan dari Joy untuk segera melemparkan granat ke arah depan,


"Sialan mereka semakin banyak! "


"Tidak ada waktu! Manfaatkan gerakan kalian untuk mengambil barang barang pribadi kita harus pergi dari sini, aku akan membawa Jennie! " namun baru saja Irene selesai bicara mereka semua sudah di kejutkan oleh kehadiran Jennie yang berjalan pelan sembari menggendong Ariel,


Ibu satu anak yang baru melahirkan itu begitu tangguh berdiri tegak sembari tangan kanannya terus menembak dengan pistol nya, sementara tangan kiri menggendong Ariel yang tertutupi jaket milik Vernon,


"Jennie, kau sudah baik-baik saja? " tanya Vernon khawatir,


"Aku dan Seulgi akan tangani ini sementara, kalian cepat ambil barang bawaan secepat mungkin! " ucap Mino , Seulgi dan dia sangat hebat dalam senapan mesin, tangguh dan kuat, Irene memegang kendali di luar bersamaan dengan Cristian,


Duarrrrr


Ledakan besar terdengar hingga cahaya merah menyala menerangi kegelapan malam, mereka semua terjatuh karena kuatnya ledakan,


perlahan tapi pasti rentetan peluru dari arah luar menghilang,


Sehun memeriksa kondisi Sean yang masih menempel dalam gendongannya, ia terjatuh dalam keadaan terlentang, sementara Sean berada di atas melihatnya dengan ketakutan,


"Papa look, that's HoSeok uncle" teriak Sean sembari tersenyum melihat ke arah tembok kayu depan yang telah memiliki lubang besar,


"HoSeok? " telinga Joy sangat peka dengan nama itu, ia bangkit dan berlari ke arah depan, telinganya tidak salah Sean bilang HoSeok?


"JHope? " Cristian tersenyum lega saat bangkit dan melihatnya sendiri, hampir saja ia menyerah,


Joy berlari memeluk HoSeok yang berjalan ke arah bangunan yang sudah setengah hancur, Joy memeluknya sangat erat,


NamJoon lega mengetahui nya, beruntung ia sempat mengirimkan email pada HoSeok tentang mata-mata yang mengintip kamar Lisa dan Jungkook,


Tadi ia melacak keberadaan HoSeok, dan ternyata GPS HoSeok terlacak jika dia sedang dalam perjalanan menuju kemari,


"Kau bilang padaku untuk melupakan hubungan kita Joy" Joy menggeleng keras di pelukan HoSeok, ia mengaku salah,


"Tapi lihatlah di tinggal sebentar saja kau sudah sangat rindu padaku ya"

__ADS_1


"HoSeok diamlah, aku sedang tidak ingin berdebat"


Mereka menangis malam ini, lega bercampur jadi satu, mereka pikir mereka akan gagal ternyata takdir masih berpihak, sisi lainnya mereka kembali bangkit! .


__ADS_2