Nine Sexy Dangerous Blackvelvet

Nine Sexy Dangerous Blackvelvet
30


__ADS_3

Sehun mengurung diri di kamar semenjak semalam, kenyataan yang diterima membebani pikirannya,


Jika boleh egois, Sehun menginginkan Sean, dan ibunya mungkin sebagai bonus, sejak lama menjalani hidup sendiri tidak pernah ada seorang wanita lain pun dalam hidup Sehun, satu-satunya hanyalah ibu panti yang dulu sempat merawat dia dan sahabatnya yang lain,


Selanjutnya hanyalah Flower yang tidak sengaja datang melewati hidupnya, apakah ia harus menyesalinya? Menyesali kelakuan bejat yang dulu ia lakukan? Dia teramat emosi dan terdorong nafsu saat itu, entah apa yang ada di pikirannya,


Tapi perbuatan bejat itu menghasilkan benih terbaiknya, putra kecil yang tampan seperti Sean, ia menjadi tak punya rasa sesal di hatinya, mengingat Sean yang memiliki wajah persis sepertinya,


Dia benar-benar putranya, bukan putra Suga!


"Sampai kapan aku harus menahannya? Sean adalah anakku! "


Ingatkan ia tentang semalam, putranya menangis keras karena melihat Suga akan mendapatkan pukulan dari Joy, anak itu terlihat tidak terima dan membela mati-matian ayah sambung nya,


benar-benar di luar dugaan Sehun merasa kecil hati melihatnya, ia merasa separuh hidupnya telah di renggut paksa, Crishtian menatapnya iba namun dia tak bisa melakukan apapun,


Tok tok tok,,,


Sehun berjalan membuka pintu, ia tidak bisa mendiamkan semua anggota, dan membuat semua orang, terutama Sean dan Rose merasa tidak nyaman tinggal disini,


Cklek,,


"Sean? Ha,, Hai cari sesuatu? " Sehun menatap ragu keberadaan bocah kecil di depan pintu kamarnya, bocah kecil yang mendongak melihatnya dengan mata sayu khas bangun tidur,


"Aku mencari Papa" ucapnya lirih, namun masih dapat di dengar dengan jelas oleh Sehun,


Sementara Sehun yang mendengar itu terkejut bukan main, ia berjongkok menyamakan tingginya dengan Sean, menatap Sean dengan pandangan meminta penjelasan,


"Semalam Daddy bilang om Sehun papa Sean ya? "


Begitu mudah dan simpel nya Suga mengatakan kenyataan pada bocah se kecil Sean,


Suga mengatakan bahwa Sean lahir karena Sehun dan Sehun adalah Papa Sean, jadi Sean memiliki dua sosok ayah,


Hal itu awalnya membingungkan untuk Sean, tapi lewat bisikan ibunya yang sangat lembut Sean mampu mencerna semuanya dengan baik, bahkan dia terlihat senang bertemu Sehun,


"Apa? Kamu tadi bilang apa? Coba ulang? "


"Mommy mengatakan jika aku punya dua ayah yang menyayangiku, Daddy Suga, dan Papa, Papa Sehun " Ucapan anak yang terdengar begitu polos itu berhasil meluluhkan lantakan pertahanan Sehun, ia menarik Sean ke dalam pelukannya dan menutup pintu sesegera mungkin,

__ADS_1


Ia ingin menangis sepuasnya dengan Sean berada di dekatnya, Sehun tidak malu menangis di hadapan Sean sembari memeluknya dengan penuh rasa sayang,


"Papa kenapa menangis? "


"Papa bahagia"


"Mommy bilang saat kita bahagia harusnya kita bersyukur" cletuk Sean dengan lucu, Sehun langsung menghapus air matanya, dia menatap Sean dengan gamang masih tak percaya jika ia di akui, di akui sebagai Ayah untuk putranya sendiri,


"Putra Papa yang tampan, kau memang pintar "


Cup cup cup,,,


"Ayo kita bersiap untuk sarapan" ajak Sehun tapi Sean menggelengkan kepalanya, matahari belum muncul ini belum waktunya untuk sarapan,


Anak itu menguap lebar dengan tangan mungil yang berusaha menutup mulutnya sendiri, sesuai ajaran Rose,


"Sean masih ngantuk Papa, Daddy dan mommy masih tidur, Sean mau bobok sama Papa"


Sehun menyetujuinya, ia juga mengantuk, sejak semalam ia tidak benar-benar bisa tidur,


Ia mengambil posisi di samping Sean yang sudah lebih dulu berbaring di ranjang King size miliknya, tak lupa menarik selimut sebagai pelengkapnya,


"Selamat istirahat anak Papa"


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


"Wahh apa ini? sebuah kehormatan kita di panggil olehmu? " Queen menghela nafas pasrah saat kalimat sarcasm keluar dari mulut Joy,


HoSeok sendiri tidak dapat menahannya, ia menciptakan jarak sendiri dengan Joy, begitupula NamJoon yang menciptakan jarak dengan Wendy,


"Dyn, kau harus menghormati Queen" nasehat Lisa yang hanya di anggap angin lalu,


Cahaya kelabu berkilat di mata Joy, Wendy hanya bisa diam saat ini, dia menghormati Queen tapi tidak pada keputusannya, makanya dia diam,


"Apa yang membuat kau seperti ini Joy? Flower masih hidup, kau bisa kembali kepada kakak dan adikmu yang lain" nasehat Jimin, Jisoo menatap Joy dan Wendy begitu nanar, ini adalah ketakutannya sebelum mereka berdua meninggalkan basecamp BlackVelve tepatnya sebelum memutuskan untuk merantau pergi ke Miami,


"Pembalasan dendam ku pada perdana menteri belum terwujud, Jimin, mereka mungkin bisa mengalah tapi aku tidak, niat awal BlackVelvet adalah membersihkan nama baik orang tua kita semua, namun berubah saat kami mengetahui sebagian orang tua kami masih hidup, lalu untuk apa BlackVelvet tetap bersama, jika hanya mereka yang mendapatkan keadilan, bahkan aku tidak yakin apakah itu keadilan?, bagaimana orang tua kalian hidup dengan nama baik yang sudah di hancurkan? Stigma negatif yang mereka terima? Apa kalian memikirkan itu? "


"Kak Joy, tolong mengerti, kehidupan orang tua kami di pertaruhkan sekarang jika kau tidak berhenti" ucap Yerim memohon di depan Joy dan juga Wendy,

__ADS_1


"Hanya karena Orang tua kami sudah pergi, bukan berarti mereka tidak berhak mendapatkan keadilan, kan Kim Yerim?, kau tenang saja, aku akan berjalan tanpa mengenakan identitas BlackVelvet yang kalian banggakan itu, aku akan berjalan dengan namaku sendiri, Joy Park! " terpaku dengan tatapan beringas Joy, Joy mulai tidak terkontrol, Queen melihatnya sendiri,


Kilat kemarahan yang memuncak dari kedua mata Joy, bagaikan api yang siap menyulut ribuan kapas di sekitarnya,


"Roseanne! Kemasi barang barang mu kau, anak dan suami mu akan tinggal bersama aku dan Wendy! " Rose melirik Suga untuk membantunya membuat keputusan, sementara sementara Bobby dan istrinya masih bimbang akan memilih kubu yang mana, menurut Nayeon dia hanyalah orang luar yang masih belum mengerti arti dari ini semua,


"Rose, kau bisa menyiapkan barang-barang kita" Putus Suga, Sementara Rose menatapnya kaget, ia pikir Suga akan membantunya mencari alasan pada kakaknya untuk sementara tinggal sebagai bentuk menghormati Queen, ternyata semua berbalik dari pemikirannya,


"Sean tetap disini! " Suga telah menduga ini akan terjadi, jika seperti ini lebih baik dia tidak mengatakan apapun tentang kenyataannya pada Sean,


Sehun tidak tahu diri dan tidak tahu terimakasih ternyata,


"Sean tidak akan bisa tinggal tanpa ibunya"


"Aku tidak mengatakan Sean tinggal disini tanpa ibunya,,, " smirk sehun benar-benar memancing kemarahan Suga,


"Aku suami Rose, dan dia ikut kemanapun aku pergi! "


"Siapa yang lebih membutuhkan Rose? Anaknya atau suaminya? " tengil Sehun lagi, dia melirik Suga dari bawah hingga ke atas, dan pandangannya berhenti pada usapan halus Rose pada pundak laki-laki berkulit seputih salju itu,


Sementara Suga sangat tahu kemana arah pandangan Sehun saat ini, diam diam ia bersorak dalam hati, asik sekali melihat raut marah dari teman lama nya ini,


"Sekarang kau tau kan aku juga membutuhkannya? Aku harap kau tahu batasan Sehun, aku menghormati mu karena kau orang kepercayaan Captain,,, "


Christian menyadari sarcasm dari Suga, apa ini artinya dia telah menganggap Sehun bukan saudaranya lagi?


Tapi benar juga sih, mana ada saudara yang terang-terangan mengibarkan bendera perang kepada saudara lainnya,


"Kita semua akan meninggalkan tempat ini! " putus Irene tegas, ketegasan bahkan terlihat jelas dari rahangnya,


"Apa maksudnya Queen? " tanya Seulgi mewakili rasa penasaran yang lainnya,


"Joy benar, kita tidak bisa hidup dengan tekanan seperti ini, ini bukan kita!, kita akan kembali seperti dulu, Menekan Perdana Menteri untuk mengakui perbuatannya kepada dunia ! Ini janjiku Queen BlackVelvet"


Wendy tersenyum tipis mendengar keputusan ini, kalimat kalimat yang di keluarkan Queen benar-benar membakar semangat mereka hingga bergelora,


"BLACKVELVET IS BACK! "


"-And Bthirteen Too! " sahut Crishtian menyahuti sekaligus mengakhiri meeting mereka pagi itu.

__ADS_1


__ADS_2