Nine Sexy Dangerous Blackvelvet

Nine Sexy Dangerous Blackvelvet
32


__ADS_3

Basecamp Blackvelvet yang terisolasi di tengah hutan, tempat ini kembali hidup setelah suara suara memekik penuh rindu saling bersautan di dalamnya,


Bukan hanya tentang rindu, tapi juga tentang kebersihan, Blackvelvet kembali ke dalam mode datar melihat kondisi rumah yang sudah mereka tempati begitu lama, dan juga mereka tinggalkan begitu saja, dalam kondisi rusak, kotor dan tak terawat,


Jiwa jiwa perempuan tulen milik Blackvelvet tergugah, melihat lantai yang begitu kotor, kondisi beberapa barang yang juga rusak, dan plafon rumah yang telah meluruh ke lantai,


"Kesalahan terbesar kita adalah membangun rumah besar di tengah hutan seperti ini!!, tidak ada yang mau tinggal di rumah ini!" teriak Yeri terdengar frustasi, sejak tadi ia menyapu tapi kotoran terus saja berjatuhan dari atap, benar-benar menyebalkan,


Lisa juga tak kalah kesal, sofa mahal yang dulu ia pilih sendiri terlihat usang, berdebu dan penuh kotoran, baunya juga tak kalah apek dari jemuran yang belum kering selama 1 minggu,


"Mommy dont touch!! Nanti mommy sakit kena debu, biar bibi Lisa saja yang membersihkannya" teriak Sean melengking, Lisa sebagai korban hanya dapat melirik nya tajam, tidak sanggup membalas perkataan menyebalkan Sean yang memiliki wajah manis itu,


"Ini minumannya, ayo minum dulu" Jennie melihat Nayeon seperti melihat malaikat, punggungnya sudah sakit dengan urusan debu dan kemoceng sialan, tenggorokannya sejak tadi kering,


"Ahh,, trimakasih Nayeon, pantas saja Bobby mencintaimu"


"Apa hubungannya, Jennie? " tanya Nayeon keheranan,


"Hm, tidak ada hehe"


Para pria, sibuk memperbaiki barang-barang yang rusak, bersyukur kerusakan hanya terjadi di ruang tengah karena Plafon yang runtuh, selebihnya ruangan lain dalam kondisi baik-baik saja,


"Sepertinya mustahil ini akan berhasil, jika boleh aku membuangnya, maka sejak tadi benda ini aku buang! "


Semua Pria menatap jengah benda elektronik di hadapan mereka, tepatnya benda-benda yang sudah tak berfungsi, benar kata Vernon jika boleh mereka pasti akan memilih untuk membuangnya saat mereka datang,


Namun jika mereka siap berperang dengan para wanita disana, yang sedang mengomel tanpa lelah,


"Daddy laptop siapa ini?, benda ini menyala dan terus berkedip" Semua pria mengalihkan pandangan pada laptop di meja bar tempat Sean duduk karena hanya tempat itu yang aman dari debu,


NamJoon secepat kilat melompati rekan rekan nya yang sedang duduk berjejer tanpa permisi untuk mendatangi laptop miliknya,


"Sialan!,,,, "


"Kau mengumpat di depan anak ku NamJoon!"


"Maaf Suga, tapi ini kondisi darurat, mereka mengetahui kita kabur ke tempat ini! Kita harus segera meninggalkan tempat ini! "


"GUYS, PERSETAN DENGAN GAGANG SAPU KALIAN, KITA HARUS SEGERA PERGI, MEREKA MENGEJAR KITA SAMPAI KE TEMPAT INI"Β  himbauan dari Crishtian laksana sebuah peringatan agar mereka segera berkemas,


Bobby membantu Nayeon mengangkut peralatan medis miliknya, begitupun dengan Minhyun dan Jisoo, mereka tidak bisa sampai mengabaikan kelengkapan medis karena itu adalah benda terpenting,


Yerim membantu membawa barang barang milik Jennie kakaknya, kehamilan Jennie berdampak besar bagi kecepatan geraknya,


Beruntung mereka belum sempat menata barang ke kamar masing-masing dan lebih fokus pada kegiatan bersih bersih,


" Yerim, kau bantu kak Jennie saja, barang-barang mu sudah ada di mobil Jungkook" Yerim mengangguk dan menuntun Jennie masuk ke dalam mobil,


"Biar aku yang menggendong Sean, kau segeralah ke mobil" Rose mengangguk membiarkan Sehun menggendong Sean, sebelum akhirnya dia berhenti, suatu ingatan membuatnya berlari menaiki tangga,


Melihat itu semua orang memanggilnya dengan keras, Bahkan NamJoon terlihat frustasi sembari melihat ke arah layar dari dalam mobilnya, orang suruhan perdana menteri semakin dekat mereka tidak punya banyak waktu lagi,

__ADS_1


"Suga! Cepat panggil istrimu! "


"Apa yang dilakukan Rose? Kita tidak ada waktu lagi! " teriak NamJoon, sementara Captain memerintahkan anggota lainnya untuk mulai meninggalkan halaman markas Blackvelvet,,


Joy bergetar di dalam mobil, ia hendak turun tapi mobil sudah di pacu oleh Jimin dengan kencang, menyusul yang lainnya, di sana hanya tertinggal mobil Captain, Sehun dan Suga sendiri,


"Kau diam saja Joy, Rose pasti melakukan hal yang penting "


Sementara di halaman markas Blackvelvet, NamJoon semakin berteriak memanggil Rose agar cepat keluar dan pergi,


"Kalian pergi saja, aku akan menunggu Rose keluar" putus Suga yang terdengar sedikit memerintah, mendengar Suga bersikap begitu membuat Sehun kesal, apa pria itu tidak berpikir tentang keselamatan istrinya?


"Aku tetap disini! "


"Kau pergi! Jangan membantah ku Sehun, keselamatan Sean juga harus kau pikirkan! " Suga berteriak kesal di depan wajah Sehun, membuat Sehun semakin emosi, namun perdebatan itu di hentikan oleh Queen,


"Suga benar, kita pergi dulu, kau harus membawa Sean pergi secepatnya Sehun! "


Tanpa menunggu persetujuan dari Sehun, NamJoon dengan cepat menyeretnya kedalam mobil, Sehun hendak turun tapi urung ia lakukan saat menangkap wajah anaknya yang terlihat ketakutan,


Dia lebih memilih memangku Sean dan membiarkan NamJoon mengemudikan mobilnya dengan cepat, di susul dengan mobil Captain yang bergerak dengan cepat menyusul mereka,


Sementara Suga masih menunggu dengan cemas di depan pintu rumah Blackvelvet terlihat Rose berlari menuruni tangga membuatnya dapat bernafas lega,


"Lebih cepat sayang, semua orang mencemaskan mu" Rose mengangguk dan secepat kilat duduk di samping kursi kemudi suaminya,


"Apa yang kau lakukan sayang? " tanya Suga sembari mengemudikan Jeep nya,


Duarrrrr,,,, Duarrrr,,, Duarrr


Mobil yang mereka tumpangi sedikit terguncang karena keterkejutan Suga mendengar suara ledakan yang begitu kencang,


Suga melirik Rose yang tersenyum misterius, telah di pastikan jika istrinya itu adalah dalang dari hancurnya markas Blackvelvet bersamaan dengan para pengejar mereka yang baru memasuki area markas,


"Setelah lama hiatus kau semakin genius sayang"


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


"Titik kita berada semakin jauh ke dalam hutan, semakin ke dalam kita akan semakin kehabisan jalan untuk mobil" jelas Wendy sebagai Navigator dalam grup mereka, sebenarnya Navigator ada 2, satunya lagi adalah NamJoon,


Namun kedua orang smart dalam IT tersebut belum juga terlihat akur, begitupun dengan Joy dan HoSeok yang masih sama-sama diam,


Mereka sedang beristirahat dan menikmati makan siang di pinggiran danau dengan ladang alang-alang yang menjulang di sekelilingnya, tempat yang teduh dan cerah di saat bersamaan,


"Setidaknya mereka sudah kehilangan jejak"


"Maksudmu Suga?" Jisoo bertanya, Suga mengunyah makanan nya dengan pelan, ragu-ragu untuk menjawab, ia melirik istrinya yang sibuk menyuapi Sean tanpa peduli dengan pembicaraan,


"Ya, istriku sudah meledakkan nya" Mino tersedak mendengarnya, dia memang sejak tadi diam dan fokus pada Ransum yang sudah para wanita panaskan, tidak ada waktu untuk memasak makanan rumah, mereka hanya bisa makan Ransum yang di bawa Sehun, beruntung dia adalah mantan Jendral angkatan Udara,


"Aku tidak salah dengar? " Seulgi menutup mulut Mino dengan tisu, pria itu berbicara dengan mulut penuh makanan hingga membuatnya berceceran di hadapan orang orang,

__ADS_1


"Kau benar-benar menjijikkan! "


"Ada masalah! " Captain Crishtian berujar santai sembari menikmati makan siangnya,


"Kartu keuangan kita di bekukan oleh Bank, mereka melakukan ini pasti untuk menekan kita agar menyerahkan diri" Semua orang melotot tak percaya, bahkan si Kaya Jungkook sampai menjatuhkan sendoknya,


"Itu berarti kita miskin? " Jungkook membeo tak percaya, terlalu lama hidup bergelimang harta membuatnya kalang kabut saat di hadapi masalah seperti ini,


"Hahah, rasakan itu! Makanya jangan sombong! " Lisa tertawa di atas penderitaan Jungkook, ya dia patut berbangga karena seluruh kartu keuangan yang ia punya sudah berpindah domisili menjadi kartu Thailand, sehingga tidak akan bisa ada yang memblokir kartu miliknya, kecuali orang itu mau berurusan dengan bank di negaranya,


"Vernon! Katakan padaku berapa uang cash yang kau punya? Kita butuh banyak uang untuk persiapan aku melahirkan! "


"Kenapa kau khawatir kakakmu kan dokter, disini ada 3 orang dokter, bahkan Nayeon sudah membantu Sean lahir ke dunia" ingatkan pada Vernon untuk lebih bersabar menghadapi pikiran pikiran negatif istrinya,


"Minhyun uang mu masih banyak kan? " Jisoo bertanya Minhyun mengangguk ragu, ya bisa di bilang uang yang ia miliki lumayan untuk beberapa bulan, tapi setelahnya ia pusing,


"Kalian tenang saja aku punya American Expres"


Klontang,,,,


Kini giliran Crishtian yang menjatuhkan sendoknya, ia menatap Irene tidak percaya, wanita itu punya kartu yang ia impi impikan sejak dulu,


"Aku punya 5,,"


Klontang,,,,,


Kali ini sendok milik CEO perusahaan listrik Jung yang terjatuh, sejak tadi dia diam saja karena ia kan Kaya, kartu seperti itu jelas dia punya, jadi dia diam saja tak meributkan ke pusingan teman-temannya,


Tapi kini rasa sombongnya di hancurkan berkeping-keping, 5 kartu?? Itu mustahil! HoSeok yang memiliki aset setara dengan memiliki 10 pulau pribadi saja tidak memiliki sebanyak itu,


"Kau? Bagaimana kau bisa mendapatkan kartu kartu itu? "


"4 dari kartu itu adalah milik korban Blackvelvet, sebenarnya kartu itu aku dapat dari para pejabat brengsek yang habis di tangan kami, rencananya aku akan mengembalikan itu semua kepada negara, tapi jika kita butuh ya gunakan saja, nanti jika tugas kita selesai, kita tinggal mengembalikan berapa yang kita pinjam"


"Huft,, jangan meminjam milik negara, aku punya satu, Tidak akan ada yang berani membekukan perusahaan Jung, 1 negara mati listrik kalau aku sudah marah! " Joy berdecih, Sementara Yerim dan Lisa berbinar melihat betapa sombongnya HoSeok,


"JHope,, bayari susu anak ku ya" Suga berbisik ke arahnya, sementara Sehun hampir tertawa mengejek, jika tidak mampu membiayai hidup Sean beserta ibunya lebih baik Suga mundur, seingat nya Suga belum mendapatkan pekerjaan di sini, selama tinggal di pelosok juga dia pasti hanya bekerja seadanya, sebagai juru Farmasi,


"Kau tidak perlu meminta bantuan HoSeok, aku bisa membiayai kehidupan anak ku bahkan sampai dia dewasa nanti"


Suga terdiam di tempat, oke ia kalah soal ini, belum lagi ATM nya di bekukan, dia hanya memiliki uang cash sedikit, dia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Sehun, ia hanya merasa gagal menjadi tulang punggung keluarga,


'Sehun, berhenti menghina suamiku!, tanpa kau hina seperti itu aku yakin suamiku akan melakukan apapun untuk Sean, itu terbukti selama bertahun-tahun, apa salahnya dia meminjam uang HoSeok? Itu lebih baik dari pada suamiku diam saja dan membiarkan mu menginjak injak harga dirinya!'


Sehun menatap Lisa, baru saja kalimat itu terlontar dari mulutnya tapi ia sangat tahu jika itu adalah kata-kata yang di tulis Rose, terbukti dari wajah marahnya dia menatap Sehun tak suka,


Sementara Suga langsung mengatasi kemarahan Rose dengan cara memeluknya,


"Baiklah , ayo kita harus segera mendirikan tenda, atau kalian mau tidur di mobil masing masing?, aku sih tidak mau, pegal nya sudah terbayangkan" Yerim menengahi perdebatan yang terjadi, si bungsu Blackvelvet itu sudah mulai dewasa dalam menyikapi,


"Ku bantu kau mendirikan tenda Bunny" ucap Mark lalu berdiri mengikuti Yerim mengambil tenda lipat di mobil Captain Crishtian.

__ADS_1


__ADS_2