Nine Sexy Dangerous Blackvelvet

Nine Sexy Dangerous Blackvelvet
24


__ADS_3

"Jennie, kau tunggu di mobil ya, hubungi aku jika sesuatu terjadi"


"Aku ingin ikut! " Vernon menggeleng tegas, dia tidak gila dengan membiarkan istrinya yang tengah hamil besar berlarian mengejar penjahat,


"Tetap disini sayang, atau lain kali aku tidak akan mengizinkanmu ikut!" Jennie mendengus kesal sekali, bahkan saking kesalnya kakinya menendang nendang sembarangan karpet mobil mereka,


"Apa kau gila? Aku Blackvelvet dan aku harus ikut,,, "


"Tidak sekarang sayang, atau aku akan melaporkan mu pada ayah Kim!"


"Sudah pergi sana! " Vernon tersenyum menang, ancamannya telah berhasil, ia berlari mengejar langkah para anggota yang mulai terlihat menjauh,


Yerim, Jimin, dan Jisoo memeriksa setiap bagian inci gedung dengan seksama, mencari-cari keberadaan musuh,


Di depan sana beberapa oknum polisi tengah menjalani baku tembak dengan penjahat yang berada di lantai dua,


Sehun dan Cristian bergegas naik ke lantai dua mencoba menangkap penjahat yang terus saja melontarkan timah timah panas ke bawah,


Sedangkan yang lain berusaha melindungi staf pekerja yang berteriak ketakutan,


Namun baru saja Sehun dan Cristian sampai di atas, intensitas tembakan perlahan mulai berhenti, tak satupun keberadaan orang lain yang mereka lihat di area lantai 2,


kecuali, mafia itu berani melompat ke halaman belakang melalui jendela jendela besar,


"Ada kemungkinan mereka benar-benar melompat" Cristian kecewa, nyaris saja mereka memiliki kesempatan,


"Captain!!!! " teriak seseorang berlari di antara anak tangga, Cristian menanggapi dengan senyuman saat salah seorang anggotanya yang telah lama tak berjumpa juga berada di sini, memeluknya begitu erat seolah melepas rindu,


"Mino, kau apa kabar? " Mino tersenyum haru, Cristian benar-benar seorang kakak bagi B-Thirteen,


"Aku baik, aku merindukan kalian tapi aku belum bisa bergabung, aku harus menjaga Seulgi"


"Ayo kembali, kita bisa lanjutkan sesi melepas rindu bersama anggota yang lain" ujar Sehun, Cristian dan Mino melangkah terlebih dulu menuruni tangga, di ikuti Sehun yang melangkah di belakangnya, obrolan dua orang di depan Sehun terdengar nyaring sebelum suara tembakan terdengar memenuhi ruangan,


Darah segar menetes di lantai putih membuat Cristian langsung berbalik, pandangan nya kabur melihat Sehun terjatuh dengan luka robek yang cukup parah pada daun telinganya,


"Sehun!!! " suasana semakin kacau, Mino berlari mengejar seseorang yang terlihat berlari menjauhi mereka,


Di ikuti beberapa anggota polisi yang mengikuti arah Mino berlari,

__ADS_1


Cristian membantu Sehun berjalan dengan sempoyongan, darah tak berhenti menetes dari telinganya, sementara Minhyun segera mengambil tas besar berisi alat medis miliknya, berusaha menghentikan pendarahan yang terjadi pada telinga Sehun,


"Captain, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada kalian" Ucapan Mino baru saja menambah ketegangan yang terjadi belum lagi wajah teramat serius khasnya membuat suasana mencekam semakin ketara,


Cristian segera memerintahkan seluruh anggota berkumpul di suatu ruangan yang di tunjukkan Mino, tentunya setelah memastikan bahwa Sehun baik-baik saja,


Sehun sendiri sudah merasa baik, untung mafia itu salah prediksi sehingga hanya bisa menggores telinganya saja,


Sementara mereka sibuk bergelut dengan rasa penasarannya sendiri, Queen Blackvelvet terlihat diam dan melamun di suatu waktu, dan tak ada satupun anggota yang menyadari itu,


"Kenapa kau membawa kita ke ruangan ini Mino? " tanya Jennie penasaran, Ruangan ini penuh dengan barang barang sitaan, dan semua barang yang ada di sini jenisnya adalah senjata kimia, melihat banyaknya bahan kimia dengan berbagai rumus membuat kepala Jennie pusing,


"Ini adalah ruangan senjata Kimia" Jawab Mino,


"Lalu? Apa yang akan kita lakukan disini? " tanya Jisoo bingung, sejujurnya ia mulai beropini jika mereka akan menggunakan senjata senjata ilegal ini,..


Tapi tidak mungkin, mereka bukanlah Blackvelvet yang dulu yang selalu menggunakan senjata apapun mau ilegal atau legal, dulu mereka tidak peduli dengan semua itu, jika kepepet sumpit Shushi saja bisa di gunakan untuk senjata seperti yang di lakukan oleh Queen Irene,


"Senjata senjata disini adalah milik para mafia terkenal, contohnya saja, milik Felix theGresious, Christopher Skolfixe, the8 Melvouse, dan Flower Blackvelvet"


Jennie dan Yerim memekik ketika nama sahabatnya yang telah tiada di sebut, mereka bahkan tidak tahu jika senjata milik Flower telah menjadi barang sitaan negara,


"Jadi maksudnya kita akan menggunakan barang milik Flower? " tanya Jisoo sementara Mino menggeleng,


"Barang yang di curi adalah seluruh senjata milik Flower Blackvelvet" lagi dan lagi Jennie dan Yerim memekik,


Sementara Jisoo kesal, ia berpikir mafia mana yang dengankurang ajar mencuri senjata milik Flower?,


"Kurang ajar!!, aku akan menghabisi mereka,,, "


"Tapi Flower sendiri yang telah mengambilnya!!! " teriak Irene keras setelah sekian lama diam, air mata terlihat membasahi pipi Irene, membuat Jisoo dan kedua adiknya semakin bertanya-tanya,


"Queen,, apa maksudnya Flower masih hidup?" tanya Yerim,


"Apa kalian tidak mengerti?, apa menurutmu? Apa yang ada di pikiranmu? Aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri!"


"Kenapa kau terlihat kesal Queen? Bukankah bagus jika kenyataan nya Flower masih hidup, aku merindukan nya dan Joy pasti sangat bahagia,,, "


"Lalu apa arti tatapan itu? " gumam Irene yang juga masih di dengar oleh seluruh anggota,

__ADS_1


"Maksudnya dia datang untuk membunuhku? " ucap Sehun gamblang tanpa beban seolah tau apa yang ada dalam pikiran Irene,


"Tutup mulutmu ya! Rose tidak seperti itu, kau pikir adik ku adalah seorang pengecut yang melukai musuhnya dari belakang?? " teriak Jennie penuh amarah, tanpa sengaja Jennie secara tidak langsung mengatakan bahwa Sehun ataupun Bthirteen adalah musuh mereka dulu,


Mengingatkan mereka kembali pada kejadian dimana mereka saling melemparkan peluru panas untuk saling membunuh,


"Kita harus segera bertemu Flower, jika benar yang di katakan Sehun, kita harus segera menghentikannya dan memberikan penjelasan pada Flower"


"Entah merasa atau tidak tapi aku pikir kita semua telah berubah,,, menjadi jauh dan sulit untuk bersatu" utara Yerim mengakhiri pembicaraan dengan pergi begitu saja di ikuti Mark


🍁🍁🍁🍁


"Kau benar-benar,,, tidak berubah dan suka sekali membuat aku kesal! " Jungkook tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya yang lucu berharap sikapnya dapat membuat seseorang merasa luluh,


Tapi sayang, raut jutek dan tidak bersahabat yang malah ia terima, tahun-tahun berlalu perlakuan Lisa sama sekali tidak berubah padanya, apa Lisa tidak paham? Atau Jungkook kurang berterus terang?


"Huft,,, kalau kau terus marah padaku, bagaimana nanti jika kita sudah,,, "


"Apa? , sudah apa? Lagi pula kenapa harus kau yang menjemputku? Dimana Blackvelvet? Kenapa kita berada di Rumah milik Sehun, seharusnya kita kembali ke Rumah Blackvelvet, kau menculik ku ya? "


Sekian lama tinggal di Thailand bersama sang ibu memang membuat Lisa ketinggalan banyak informasi, mengenai Blackvelvet yang telah bubar dan lain-lain, jika menunggu penjelasan dari Irene mungkin akan membuat Lisa lama menunggu,,


"Setelah kau pulang ke Thailand, Irene membubarkan Blackvelvet" Lisa terkejut bukan main, kabar ini seperti palu godam yang menghantam telinganya hingga berdenging,


"Bu,, bu,,bubar? Tapi kenapa apa semuanya baik-baik saja? "


"Tidak ada, hanya saja mereka yang masih memiliki orang tua memilih pergi bersama orangtua mereka dan,,"


"Lalu Olaf dan Dyn?? Bagaimana mereka? Apa mereka tinggal di rumah lama? "


"Tidak Lalisa Unicron, Rumah itu benar-benar kosong sejak lama, Olaf dan Dynamite pergi ke Florida tapi mereka berdua sudah kembali, tinggal di kawasan ilsan"


"Satu lagi, apa mereka bertengkar? " Jungkook menggeleng tegas, memang akhir pertemuan Blackvelvet tidak ada pertengkaran kan? Semua membuat keputusan dengan damai,


"Huft, aku lega, dan sekarang waktunya Blackvelvet kembali"


"Tidak, sayangnya harapanmu itu telah pupus, Olaf dan Dynamite terang-terangan menolak untuk berpartisipasi, sedangkan Sniper temanmu itu dia kehilanga harapan setelah kepergian ayahnya dan tinggal di Gwangju dengan di temani bos ku Mino hyung" lagi dan lagi Lisa melewatkan banyak hal, ia menyesal tak berada di samping Bear di masa masa terburuknya,


"Apa yang terjadi? Aku harus bicara pada Dyn, Olaf, dan Bear, antar aku menemui mereka"

__ADS_1


"Untuk kedua temanmu itu aku tidak tahu keberadaannya, tapi kalau kau ingin bertemu Si Sniper baiklah ayo,, untung saja aku artisnya Mino hyung jadi aku tau alamat mereka"


__ADS_2