Nine Sexy Dangerous Blackvelvet

Nine Sexy Dangerous Blackvelvet
06


__ADS_3

"engh,," Seorang pria setengah baya terbangun dari tidurnya, meringis merasakan luka terbuka di bahu kanan yang ia yakini adalah hasil perbuatan Blackvelvet,


perlahan meneliti benda-benda asing dan dinding putih dengan celing operation lamp menyorot tepat pada mata,


'Mesin anestesi?'


decitan benda tajam yang sedang di asah menusuk gendang telinga, bola matanya bergerak mencari sumber suara,


"Kau sudah bangun rupanya?" sapa seorang wanita memakai jas dokter dan berdiri memunggungi nya,


"Apa aku ada di rumah sakit?"


"Iya,,"


"Ah, syukurlah aku, pikir aku akan mati di tangan blackvelvet itu"


"Tuhan sedang berbaik hati denganmu tuan Lee Donghae" Donghae tersenyum, kenyataan yang telah membuatnya selamat dari ancaman mematikan Blackvelvet telah membuatnya sadar, tersemat rasa rindu pada Kim Yura istri yang selama ini ia siksa dengan keji, juga putranya yang bahkan belum pernah ia peluk,


"Tunggu, siapa dia? bayi siapa?"


"Pasien kami yang bernama Lee Yuhae membutuhkan donor katup jantung"


"Lee Yuhae? Anakku?"


"Itu sebabnya kau berada di sini tuan Lee Donghae, sekarang sebutkan, kau ingin mati seperti apa?, dalam keadaan baik atau dalam keadaan buruk?"


"Siapa kamu?" Dokter perempuan yang semula sibuk mengasah pisau bedah berbalik menunjukkan senyum psikopat nya,


"Halo Lee aboji"


JS huruf yang tertera di jas putih milik dokter cantik yang saat ini tengah menampilkan senyum iblisnya,


"Pikachu Blackvelvet" gumamnya pasrah bayangan rasa sakit terlintas dalam pikiran Lee Donghae


"Tidak, namaku Dokter Kim Jisoo, putri sulung dari mendiang wakil Perdana Menteri yang kalian kudeta 10 tahun yang lalu, 2010 hingga saat ini kalian tidak bisa menjelaskan letak kesalahan orangtua kami,,, dan sekarang aku membawa mandat dari putri tunggal perdana menteri Bae, apakah kau akan memilih mati dengan cara yang baik atau cara yang buruk?"


"Apa maksudnya? " Lee mulai ketakutan saat pisau yang di bawa Jisoo bergerak menyusuri kulit wajahnya salah sedikit saja pisau itu sudah pasti akan melukai kulitnya,


Flashback,,,

__ADS_1


"Tolong jangan sakiti putraku, aku mohon pada kalian" 6 orang gadis yang baru saja menyelesaikan misi kecil mereka di kejutkan oleh seorang wanita yang diketahui bernama Kim Yura dan bayi dalam gendongannya,


Seulgi langsung menodongkan senjata pada wanita itu tapi dengan cepat di cegah oleh Jennie,


"dia tidak terlibat" jelas Jennie, Seulgi berdecak lalu menyimpan kembali senjatanya,


"Duduklah, kau tidak boleh keluar sebelum kami selesai" Ujar Joy di setujui Yura, ia mengambil tempat di sisi Rose dan Yerim karena hanya mereka berdua yang duduk sedang yang lain berdiri waspada,


"Putramu pucat sekali, sedang demam? " Tanya Yerim, ia memang suka dengan anak-anak,


"Tidak, dia gagal jantung, harus mendapat donor katup jantung" Ke enam gadis menyeramkan itu kompak terkejut ,


"Jangan khawatir suamimu pasti sudah mencarikan donor nya tinggal menunggu jadwal oprasi, dia adalah orang yang akan melakukan apapun, termasuk membunuh orang tua kami" Ujar Seulgi lagi, namun Yura malah menunduk dan menggeleng,


"Dia pasti senang saat mendengar anaknya akan tiada"


"Apa maksudmu?" Tanya Lisa spontan,


"Dia tidak akan pernah mau tau jika anaknya sakit, aku hanya pelayan yang kebetulan mengandung anaknya, dia tidak pernah menginginkan anak ini, keluarganya juga terus menghinaku, dia menikahiku hanya untuk menjaga nama baiknya, aku bersumpah aku bukan wanita yang rela menjual harga diriku, aku hanya bekerja disini sebagai pelayan"


Miris, lelehan air mata dapat mereka lihat di kedua pipi tembam Yura,


"Baiklah, kau ikut kami"


Flashback off


"Kau sudah puas mendengar ceritanya?, kau tahu? Kau adalah satu-satunya mangsa yang diperlakukan special,,,ada kata terakhir?" Tanya Jisoo sembari menyuntikkan obat bius pada lengan Lee Donghae,


"Sampaikan permintaan maafku pada istri dan anakku"


"Akan aku sampaikan"


"Dia masih hi,,,dup,,,, " Lee Donghae pingsan sebelum menyelesaikan ucapannya memunculkan tanda tanya besar dalam benak Jisoo,


"Apa? masih hidup?,,,siapa? "


******


"Anakmu sudah dipastikan akan sembuh, kau hanya perlu menunggu proses pemulihan saja, Suamimu mengirimkan pesan, dia minta maaf" Kim Yura menangis tersedu-sedu ia amat sangat terharu dengan kondisi anaknya yang kian membaik,

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikan kalian? "


"Pergi dari kota ini, ini adalah alamat hotel mewah milik Blackvelvet, itu milikmu sekarang, aku harus menyita harta kekayaan suami mu karena itu adalah milik negara" Perintah Irene memberikan sebuah map coklat pada Yura,


"Terimakasih, selamanya aku tidak akan lupa dengan jasa kalian" Ucap Yura dengan membungkuk, ia berjalan keluar rumah blackvelvet, sudah ada mobil yang menunggunya bergerak menuju kediaman baru Yura dan putranya yang saat ini tengah tertidur di jok khusus dengan infus yang masih tertancap di punggung tangan mungil itu,


"Huft misi selesai" Gumam Lisa pelan,


"Queen,,, "


"Sampaikan di ruang meeting Jisoo"


******


Brak


Kabar menghilangnya Lee Donghae diterima dengan cepat oleh media, semua orang menyalahkan kasus ini sepenuhnya pada kelompok mafia paling ditakuti di negara ini, siapa lagi jika bukan 9 gadis berbahaya yang hingga saat ini tak diketahui identitasnya,


"Kalian menyebut diri kalian agen berbahaya? Melawan 9 gadis saja kalian tidak becus" Cris menatap sengit layar yang kini berisi umpat dan makian dari sang pemberi misi, ia melirik sekilas Kwon Jiyong sang kepala polisi yang sedari awal mengacuhkan seseorang yang sedari tadi mengumpat tak jelas di dalam proyektor,


"Mulut sampah!" Maki Bobby setelah layar berubah menjadi putih polos,


"Rapmon cari tahu apa Blackvelvet pernah berhubungan dengan Lee Donghae sebelumnya"


"Siap captain!"


"Aku dengar dari rekanku di angkatan laut, hanya dengan 1 orang blackvelvet dapat mengalahkan 20 orang anggotanya" Ujar Vernon namun Jungkook dan Mark tetap tak percaya,


"Itu tidak seberapa dibandingkan dengan Captain kita yang mampu mengalahkan 3 truk berisi sekelompok ******* bahkan dengan tangan kosong" Bangga Mark diapresiasi tepuk tangan heboh dari Jungkook,


"Captain,,aku sudah menemukan posisi mereka lewat GPS yang ditanam Sehun di helikopter mereka" teriak Rapmon antusias,


"Baguslah besok kita bisa melacak keberadaan mereka" Ujar seseorang di ambang pintu , ia adalah Jimin yang datang dengan JHope menyusul di belakangnya,


"Kalian sudah baik-baik saja? " Tanya Jiyong di balas anggukan oleh mereka


"Baiklah aku harus pergi, selamat beristirahat B13" Ucap Jiyong sebelum pergi,


"Persiapkan segala kebutuhan untuk misi besok pagi"

__ADS_1


"Siap captain! "


__ADS_2