
Malam hari di hotel Venus pelelangan barang antik benar terjadi, Orang-orang datang dari berbagai kalangan, dengan dresscode hitam dan topeng untuk menyamarkan identitas,
Para tamu telah duduk dengan santai pada barisan meja bundar dengan papan yang harus di angkat jika ingin melakukan penawaran, tanpa ada yang tau jika 9 gadis berbahaya telah mengincar keberadaan mereka,
Acara baru saja di mulai barang pertama adalah barang dengan penawaran yang masih terbilang kecil, hingga saat staf mengeluarkan sebuah guci bulan dengan aksen kuno yang sangat kental barulah keramaian terjadi, seorang gadis memandang nanar guci yang saat ini berada di dalam peti kaca, itu adalah guci langka dengan ukiran burung Phoenix khusus di buat untuk melambangkan kekuatan marga
'kang'
"apa yang akan kita incar queen, Olaf mengirimkan pertanyaan itu padaku" Queen menatap sejenak gadis berambut merah di sampingnya, lalu beralih memandang gadis yang sedari tadi tak henti menatap nanar guci di depan sana,
"7 saphire diamond, flower" Ucapnya menatap gadis berambut merah yang memakai topeng warna emas,
"dan guci agung milik keluarga kang" Lanjutnya beralih menatap gadis bertopeng putih yang sejak tadi memandang nanar kedepan dapat Queen lihat kaca dari matanya,
"Aku akan mengambilnya untukmu Bear" gumam queen sedangkan bear menunduk,
Tak lama seorang staf perempuan membawa keluar sebuah kotak dengan 7 diamond bersinar biru menyala di dalamnya semua mata menatap takjub pada benda-benda di depan sana,
"Penawaran akan di mulai dari harga 50juta won Untuk guci kebanggaan keluarga kang" Ucap seorang MC dengan ceria, bahkan Dynamite bersumpah akan memusnahkan senyum menjijikkan itu,
"Aku ambil dengan 70juta wong" Ucap salah seorang membuat Bear ingin memusnahkan orang itu saat ini juga,
"Bagaimana jika aku tawar dengan harga yang sangat pantas" Semua orang mengalihkan atensinya pada 3 gadis yang saat ini tengah santai meneguk anggur dalam gelasnya,
"Benarkah? Apa yang akan kau tawarkan? " Olaf mendecih hal seperti ini hanya membuang waktu baginya,
"Bagaimana jika dengan nyawamu" Queen menjentikkan jarinya, sedetik kemudian sang MC tergeletak tak berdaya akibat peluru menembus jantungnya,
"Good job bear... " Teriak Unicorn dan Bunny bersamaan,
Selanjutnya kerusuhan terjadi, anggota blackvelvet langsung mengeluarkan senjata mereka, kecuali flower dan olaf dia hanya duduk manis dan bersedekap, para tamu yang datang berlari dan berteriak ketakutan beberapa dari tamu bahkan sudah tergeletak di lantai marmer ballroom hotel, flower masih diam ia melirik Olaf yang sedang santai minum di salah satu meja, pandangannya beralih sekilas melihat keseruan yang di ciptakan oleh teman-temannya, bahkan bunny, unicorn dan lion asyik tertawa, sampai pandangannya beralih lagi kearah pintu masuk, 12 pria bertopeng mencoba masuk kedalam ballroom sedangkan yang lain mencoba keluar dan menyelamatkan diri, kecurigaan terjadi di dalam pikirannya siap menyambut hal baru malam ini,
"Pintu masuk" Ucapnya melalui earphones yang menghubungkan 9 gadis itu, Olaf segera melihat arah pandang flower sejenak lalu bangkit,
"Aku amankan barangnya, flower bantu yang lain" Ucap Olaf yang langsung pergi meninggalkan teman-temannya yang semakin asyik dengan kegiatan masing-masing,
"Apa ini adalah alat baru untuk perdana menteri bersembunyi" Lion menatap Dynamite dan tersenyum remeh, ada pertunjukan teater yang akan segera dimulai, batinnya
12 pria sudah berdiri di depan blackvelvet yang hanya ada 8 orang, 1 orang pria bertubuh tinggi berjalan mencari keberadaan sisanya, sedangkan yang lain masih asyik bertahan di posisi yang sama, enggan untuk berpindah juga, penasaran dengan hal yang akan terjadi,
"Blackvelvet" ucap seorang pria dengan nada datar menyeramkan, senyum miring di ciptakan bibir tipisnya, dengan topeng hitam membuat warna kulitnya semakin mencolok,
"Ya, kami... Blackvelvet disini" Jawab Queen dengan nada tak kalah datar,
"Baguslah berarti kami tak perlu repot memaksa kalian untuk mengaku" balas pria yang paling pendek namun memiliki badan yang paling besar entah karena lemak atau karena otot,
"Untuk apa?, Kami anak baik...tidak pernah berbohong dan menyembunyikan kejahatan kami" ucap Queen yang masih sibuk memainkan kuku cantiknya,
"benar, tidak seperti perdana menteri"
"Unicorn..." peringat Dynamite pada unicorn yang hampir kelepasan bicara, gadis itu memang harus lebih berhati-hati,
__ADS_1
"Wah jadi kau unicorn?, aku pikir kau punya sayap" 10 pria menatap malas pada maknaenya sedangkan yang di tatap malah tertawa memperlihatka gigi kelincinya,
"Aku memang punya sayap" ucapnya sontak membuat Pikachu menatap mata sebal Unicorn dan ikut memicing,
"Jangan-jangan kau sedang membicarakan tato di punggungmu"
Hal itu sontak membuat Dynamite, Bear dan Bunny tertawa heboh, sedangkan Pikachu malah berpikir apa yang lucu dari ucapannya?,
Asik melihat blackvelvet tertawa membuat 11 pria disana tak menyadari jika jumlah blackvelvet saat ini tinggal 7 dari yang semula 8 orang,
"Ini tipuan? salah satu dari kalian menghilang apa dia takut? " Sindir pria berkulit eksotis, namun senyumnya sangat manis dengan gigi putih berbaris rapi,
"Kami yang akan membuat mu takut hitam" Queen bersungut menatap matanya malas dan beralih kepada anggotanya,
"Mino! Namaku Mino, Song Minho" Lalu membuka topeng diikuti oleh 10 pria di belakangnya, percayalah, Irene atau Queen tau jika ini adalah pancingan agar blackvelvet mau membuka topeng, siapa yang menyangka? smirk tercipta dari bibir tipisnya, Queen membuka topeng diikuti yang lain, ingatlah! Blackvelvet tidak pernah menutupi apa yang mereka perbuat, nama yang selama ini mereka gunakan hanya nama yang dibuat agar nama pemberian orang tua mereka tidak tercoreng,
"Pemilik MS Entertainment? Dan 3 anggota boygroup bangtan? " Gumam Bunny agak tak percaya namun selanjutnya ia tak peduli, begitulah Bunny
"Aku tau dia, dia adalah pembalap motogp argentina? Kenapa bisa nyasar sampai sini? tuan Hansol? " Blackvelvet sedikit tertawa, bukankah sedikit drama membuat keadaan menjadi lebih seru?
"Dan aku tau dia, DPR Ian.... Hey Olaf adalah fans berat mu" Bear menggeleng remeh bisa-bisanya perdana menteri mengirim pasukan dari kalangan hiburan apakah perdana menteri mau melawannya atau memberi hiburan pada blackvelvet , lucu!
"Flower, bukankah dia adalah boygroup favorit mu? " Tanya unicorn sedangkan yang di tanya hanya mengangguk malas,
"Hahaha flower apa kau mau fangirling?"
"Aku hanya suka lagunya, aku bukan fansnya"
"Yeah, it's not youre type"
"Captain perintahkan kami" Mark memandang sengit olokan yang teman-temannya terima, sedangkan queen memerintahkan anggotanya untuk terus memancing,
"Amankan saja barang barang lelang" Putus Cris tak bisa di bantah oleh anggotanya, sudah jelas jika Cris tidak mudah terpancing emosi,
"Hey...kau bukannya pemilik perusahaan listrik jung corporation? " Tanya Dynamite sambil menyipitkan matanya,
"Ya aku J-Hope, Jung Hoseok" Singkat namun langsung membuat blackvelvet naik pitam, saat itu juga Lion dan Olaf datang menambah jumlah lengkap formasi mereka, di susul dokter Minhyun dari arah yang sama,
"Sialan! Jadi kau yang membuat penduduk kaki gunung mati?" Sulut Queen berapi-api bahkan Bunny sudah melayangkan pisaunya namun segera di tangkap Bobby dengan mudah tanpa menggores sedikitpun kulitnya,
"Tunggu apa maksudnya?" Jhope mendadak panik melihat aura santai blackvelvet berubah menyeramkan seperti singa yang di bangunkan dari tidurnya, kenapa Blackvelvet terlihat marah dengan perusahaannya?,
"Jangan berpikir bahwa kau akan selamat tuan Jung" Desis Olaf dengan mata yang berkaca-kaca setelah melepaskan topeng yang melekat pada wajah cantiknya,
"Maksud kau bilang?...banyak anak-anak di sana, apa yang kau pikirkan? " Kini giliran Flower yang berteriak setelah lama diam, membuat Jungkook dan Jimin tak terima, sedangkan captain Cris masih diam mencerna pokok permasalahan dari ini semua,
"Queen perintahkan kami untuk menghancurkan mereka sekarang juga" Lion bersiap dengan pistol di tangannya, begitupun dengan anggota yang lain,
"Tak perlu izin untuk menghancurkan apa yang menghancurkan kita, BLACKVELVET" Bagai lampu hijau blackvelvet kompak beranjak menyerang 12 pria di depannya,
Sementara 12 namja itu berusaha melawan serangan blackvelvet
__ADS_1
Tak merasa bisa ilmu bela diri, dokter tampan Hwang Minhyun hanya diam menonton di temani oleh Flower atau Rose, mereka hanya akan membantu saat ada yang bisa di bantu,
Bear mengarahkan sebuah sniper andalannya pada JHope sebagai sasaran utamanya pria itu sedang baku tembak dengan Olaf sekarang, namun sebelum mengarahkan ujung sniper kesayangannya Jimin datang dengan gaya akrobatnya membuat sniper milik bear terlempar tepat di kaki Rap Monster,
Berkat kaki penghancur milik Rap Monster sniper pujaan hati milik Bear patah menjadi dua, dan lagi tubuh Bear jadi tak bisa di gerakan karena titik sarafnya di kunci oleh Jimin,
"DAMN IT, FLOWER...APA YANG KAU LIHAT TOLONG AKU!" Ucap bear kesal berganda ingin segera melenyapkan Jimin dan Rap Monster,
slapppsss
Flower melemparkan tusuk konde yang ia kenakan kearah Jimin membuat pemuda itu tumbang seketika, tubuhnya menggigil dengan raut wajah seperti menahan sakit, terkejut dengan kejadian yang di rasa sangat cepat dokter Minhyun menubruk tubuh tak berdaya partnernya untuk memeriksa lebih lanjut,
"Captain, sepertinya Jimin dalam kondisi kritis, kita harus segera menolongnya! " Teriak Hwang Minhyun setelah memastikan keadaan Jimin, Unicorn datang membuka kuncian pada tubuh Bear gadis itu juga langsung limbung,
Mendengar teriakan Minhyun, Cris menghentikan pertarungannya dengan Queen dan segera berlari ke arah Jimin,
"Sepertinya dia terkena racun yang sangat berbahaya" Jelas Minhyun tampak kacau dengan keringat membanjiri wajah tampannya,
"Kau atasi dulu akan aku panggil Suga" Pandangan captain menelisik ke berbagai arah mencari keberadaan Suga, earphones yang terhubung antara mereka juga kehilangan fungsi,
sedangkan sang tersangka peracunan Jimin masih duduk santai dengan Olaf di sampingnya terlihat kelelahan,
Pikachu, Bunny dan Dynamite, mereka lebih gencar menyerang di luar ballroom menghadapi Vernon mark dan Suga, mungkin karena dendam yang sangat besar yang ingin segera terselesaikan,
Tampaknya Queen sudah mengibarkan bendera kemenangan, ia berhasil membuat JHope tunduk di bawahnya, lewat earphones queen memerintahkan anggotanya pergi rooftop karena
Lion sudah menunggu dengan helikopternya,
"Jimin bertahanlah kau pasti kuat" Ungkap Bobby yang sedang membantu Minhyun merobek leher Jimin menjalankan prosedur Trakeostomi agar dapat membuka jalan pernafasan Jimin,
"dia masih sulit bernafas...kita harus segera menggunakan tabung oksigen" Ungkap Minhyun namun segera di bantah oleh Bobby,
"Aku akan mencoba mencarinya"
"ITU AKAN SANGAT LAMA" teriak Bobby tak tahan melihat wajah Jimin yang semakin pucat, sedangkan Rap Monster membantu menekan luka tusukan pada perut JHope agar pria itu tidak kehabisan darah,
Dari jauh terlihat Suga yang berlari tergopoh gopoh dengan Cris, Vernon dan Mark di belakangnya,
"Jimin...bantu..hosh..aku me..inumkan ini padanya" Bobby sedikit mengangkat kepala Jimin yang terasa menegang urat syarafnya, agar Minhyun bisa meminumkan penawar nya
"Jhope...bertahan JHope" Teriak Vernon agar JHope tetap mempertahankan kesadarannya,
"Jhope kau harus kuat" Mark berdiri di belakang Minhyun yang saat ini beralih menangani JHope setelah keadaan Jimin mulai membaik,
"Tidak apa, lukanya tidak dalam, aku akan menghentikan pendarahan nya sementara sebelum kita sampai di basecamp"
Dari jauh terlihat Jungkook, Mino, dan Sehun berjalan mendekati Cristian mungkin untuk melapor,
" Captain, mereka menanam lebih dari 100 bom di seluruh hotel aku sudah mematikannya " Lapor Jungkook namun sadari tadi pandangannya tak lepas dari sahabatnya Jimin yang tergeletak tak berdaya di pangkuan Bobby,
"Captain, aku sudah meletakkan GPS di dalam helikopter milik Blackvelvet aku pastikan mereka tidak akan sadar" Lapor Sehun di angguki oleh sang captain,
__ADS_1
"Captain... Aku.. Berhasil mengenai salah satu dari mereka" Ucapan mino membuat atensi mereka tertuju pada Mino, siapa yang di maksud olehnya?
"Kita bahas nanti, sekarang kita bawa jimin dan jhope pulang"