Nine Sexy Dangerous Blackvelvet

Nine Sexy Dangerous Blackvelvet
04


__ADS_3

Basecamp B-Thirteen yang baru saja selesai pembangunannya langsung di gunakan hari itu juga, tidak lagi menggunakan kantor cabang milik Jung corporation dengan alasan keamanan kerja, Jimin dan JHope tergeletak di atas ranjang dengan selang infus tertancap di lengan kanannya, mereka sudah lebih baik sekarang, penawar itu benar-benar sangat berfungsi dan beruntung luka milik JHope tidak dalam,


Jungkook menatap Suga sejenak penuh bangga bagaimana bisa hyungnya itu sangat cepat saat membuat penawar racun berbahaya milik musuh, lalu pandangannya beralih pada dokter minhyun yang masih sibuk membenahi tata letak infus dan ventilator milik JHope,


"Sebenarnya apa yang terjadi selama aku tidak disana? " Dokter Minhyun dan Rap Monster yang bertanggung jawab untuk menceritakan apa yang terjadi dengan 2 orang itu,


"Captain maafkan aku, aku tidak mengira jika gadis berambut merah itu sangat berbahaya" Minhyun meneguk ludah susah payah, mengingat apa yang Jimin alami tadi membuatnya tak bisa meremehkan Blackvelvet lagi, semua berjalan begitu cepat ia yakin jika gadis itu sudah memperhitungkan dengan cermat setiap pergerakannya


"Lanjutkan... " Cris menatap Minhyun dengan tatapan mengintimidasi,


"Gadis itu melemparkan tusuk konde beracun yang ia kenakan pada Jimin, kejadiannya begitu cepat, aku bahkan tidak menyangka jikaΒ  mereka se berbahaya dan secepat itu " Mark melotot tak percaya, dan beralih menatap Rap Monster menuntut jawaban yang lebih atas kejadian yang di alami JHope,


"Captain maafkan aku, gadis itu menusuk JHope saat tak berhasil aku kalahkan" Rap Monster menundukkan kepala merasa bersalah, andai saja ia lebih bijak pasti hal ini tidak akan terjadi, seharusnya ia diam dan fokus dengan kemampuannya dalam bidang IT hal ini tidak akan terjadi, bukankah tugasnya hanya pemantauan?


"Rap monster, ceritakan dengan jelas,gadis yang mana? " Mark merasa tidak puas dengan jawaban Rap Monster menelisik lebih dalam lagi, sudah jelas bahwa misi kali ini adalah berhadapan dengan 9 gadis,


"Captain dari Blackvelvet, gerakan yang dia punya sangat tidak bisa di tebak"


"Aku rasa dia tak benar-benar ingin mencelakai ku mereka tidak benar-benar jahat , ini cuma peringatan dari mereka" Pendapat JHope di bantah oleh Sehun , secara dia melihat sendiri tawa Blackvelvet di atas rooftop hotel itu,


"Kau bicara apa JHope? kau masih dalam pengaruh obat bius jadi bicaramu konyol" Ucap Sehun, awalnya Suga ingin menyembunyikan kebenarannya namun saat mendengar JHope juga merasakan hal yang sama membuat ia semakin ragu untuk melanjutkan niat awalnya,


"Apa yang ada dalam pikiranmu Suga?" Tertohok dengan pertanyaan Cristian, pria berkulit pucat itu memejamkan matanya tak nyaman dan merasa terintimidasi sendiri dengan tatapan sang captain,


"Captain aku akan bercerita...gadis berambut merah itulah yang memberikan penawarnya sendiri padaku saat Blackvelvet keluar dari ballroom" Vernon hampir naik pitam mendengar penjelasan suga, namun segera ia tahan mengingat captain masih ada disana, setidaknya Vernon masih tau caranya bersopan-santun,


"Suga!...bagaimana jika itu adalah jebakan?,kita tak tau pasti apakah yang di berikan benar-benar hanya penawar atau bahkan racun lain yang lebih berbahaya" Kekesalan Vernon ia lampiaskan pada dinding di sampingnya membuat Bobby dengan cepat menahan agar tangan Vernon tidak terluka


"Jangan bertindak bodoh Vernon, kita akan dengarkan penjelasan suga...suga jelaskan kenapa kau berbuat ceroboh? bagaimana jika apa yang dikatakan Vernon itu benar?" Suga menatap Bobby sebentar lalu beralih pada sang captain yang nampak sangat tenang,


"Racun yang dibuat gadis bunga sangat berbahaya dan memiliki reaksi yang sangat cepat, aku tak punya pilihan, aku perlu waktu untuk membuat penawarnya tapi tubuh Jimin tak punya banyak waktu, aku sudah memastikan jika keadaan Jimin aman saat ini, itu murni penawarnya" Ada kelegaan tersendiri mendengar penjelasan dari Suga , Jimin hanya menatap wajah tenang captain yang juga sedang menatapnya, ada rasa bersalah tersirat dari matanya dan Jimin tau itu,


"Captain...aku baik, jangan khawatirkan aku, Suga sudah melakukan hal yang sangat baik " Cris menganggap ucapan Jimin benar untuk saat ini,

__ADS_1


"Mino ada yang mau kau katakan? "


"Aku berhasil menyasarkan peluruku pada gadis berambut pendek yang bersama dengan dokter Minhyun tadi" Terkejut? bukan main prestasi sang sniper, tapi bukankah nenek nenek saja bisa melakukan hal itu? , toh target yang menjadi sasaran tidak bergerak dan hanya diam layaknya patung, jadi apakah itu benar sebuah prestasi?


"Kerja bagus mino" Sehun menepuk bangga pundak Mino berbeda dengan sang captain dan Minhyun yang terlihat tak bisa berkata-kata,


******


Basecamp blackvelvet dilanda kecemasan, pasalnya wakil dari captain mereka mengalami luka cukup parah pada bagian punggung, beruntung peluru sialan itu tidak mengenai bagian organ dalam,


"Jisoo bagaimana Wendy? " Jennie memutar tubuhnya menghadap wanita yang kini berbaring di atas brankar ruang ICU di dalam basecamp mereka, wajah Lisa terlihat sangat kalut ia mencengkram tangannya sendiri hingga buku jarinya memutih, bisa-bisanya mereka kecolongan, tak ada yang menyadari jika wendy terluka, bahkan gadis itu hanya diam saja menahan rasa sakitnya, sampai akhirnya tubuhnya harus tumbang,


"Aku sudah mengeluarkan pelurunya, tinggal tunggu sampai dia sadar" Ujar Jisoo namun tak mampu mengurangi rasa kesal Seulgi selaku kakak tingkat Wendy,


"Aku akan membunuh mereka dengan tanganku sendiri"


"Lebih baik kita menunggu wendy pulih, aku ada tugas kecil untuk kalian" Emosi Seulgi mereda sejenak, mau tak mau mereka harus patuh pada aturan captain,


"Kalian akan tau nanti"


******


Disini sekarang Queen memimpin 6 orang anggotanya, hanya 6 orang anggota blackvelvet yang dapat menemani sang captain menjalankan misi kali ini, Pikachu harus menjaga Olaf yang tengah berbaring sakit,


tidak ada Wendy sang ahli retas mau tak mau mereka harus melakukan misi dengan terang-terangan,


"Mau seberapa banyak apapun penjagaan di rumah ini Blackvelvet tetap bisa masuk" gumam Captain bersiap dengan rencananya, ia memandang remeh beberapa penjaga bertubuh kekar yang berdiri di depan gerbang,


"Kau sudah berhasil Dynamite? " Yang ditanya mengangguk,


"Blackvelvet, we'll start it"


Duaarrr

__ADS_1


Pintu gerbang yang terbuat dari besi tebal telah hancur berkat geranat rakitan Joy sang ahli Dynamite,


Ketujuh gadis itu masuk dengan santai dan pesona mencekam terpancar dari aura masing-masing nya,


"Atasi mereka, aku akan mencari dia" Queen bergegas menaiki tangga menuju lantai teratas rumah itu, mencari keberadaan mangsa yang beberapa waktu ini telah masuk dalam daftar target incaran Blackvelvet,


Dalam kamar yang terletak di lantai dua queen menemukan seseorang wanita muda yang tengah ketakutan sambil membawa bayi laki-laki dalam pelukannya,


"Tolong jangan sakiti anakku" Ucapnya sambil bersujud dan berurai air mata di hadapan leader Blackvelvet,


"Ada apa dengan wajahmu?" Wanita itu bangkit menatap Irene dengan tatapan kosong, tangannya perlahan mengusap sisa darah dari sudut bibir,


"Aku tidak berdaya" Tanpa menunggu jawaban lagi Queen sudah tahu jawaban dari pertanyaannya,


Wanita itu mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga, atau lebih parah lagi?


"Turunlah kebawah akan ada saudara-saudaraku yang akan melindungimu" Ucapnya lalu melanjutkan langkah untuk mencari keberadaan seseorang yang ia cari,


"Tunggu noona, kalian adalah malaikat dengan wujud yang lain, bawa remote ini, di ruangan paling atas kau akan menemukannya"


Setelah mendapatkan petunjuk disinilah Queen of mafia berdiri, dari sini ia dapat mendengar suara suara dari peluru yang di lontarkan, entah apa yang terjadi di bawah sana, keyakinan bahwa adik-adiknya mampu menang dalam peperangan begitu besar,


Sejenak ia memandang remote hitam yang di berikan oleh wanita itu, tak ada tombol atau tulisan dan kode apapun, hanya ada 4 lubang kecil yang ternyata adalah alat untuk merekam suara,


Benar-benar canggih diluar sana banyak orang kelaparan dan di sini hanya harga pintu saja dapat membuat orang menjual diri,


Srek


benar saja, pintu bergerak menujukkan lorong kosong dengan lampu temaram yang terletak di sepanjang jalannya,


"Cukup basa-basi mu tuan Lee"


Splash

__ADS_1


__ADS_2