
Deru mesin mobil terdengar memburu di telinga membelah padatnya lalulintas kota di sore hari, Yerim menggigit bibirnya kencang menahan rasa takut saat Captain B Thirteen mengendarai mobil begitu kencang, kecepatan yang membuat wajah Lisa juga menjadi pucat, Captain Crishtian bahkan hampir saja menabrak beberapa kendaraan dari arah lawan karena berulang kali menyalip tanpa memperhatikan jalan dari arah berlawanan,
"Jika kalian mual, aku sudah siapkan kantung muntah di jok masing masing" mendengar itu Lisa langsung berbalik dengan kantung muntah di depan wajahnya,
Yerim memandangnya jijik, sementara Jisoo mulai memberikan pijitan ringan pada tengkuk Lisa, Irene sebagai navigator duduk di depan tepat di samping Cristian sementara anggota yang lain mengikuti laju mobil dengan kendaraan masing masing,
"Itu, disana! " tunjuk Irene pada mobil putih mencurigakan yang mereka temui di dekat gedung arsip negara,
"Mereka mengarah ke ke pelabuhan?"
"Queen, anggota yang lain sepertinya kehilangan jejak kita! "
"Kirimkan lokasi kita ke mobil Minhyun dan Mino, Jisoo! " Jisoo mengangguk, ia segera melaksanakan tugasnya dengan segera,
"Mobil itu masuk ke pelabuhan, jangan terlalu dekat Crish! "
Yerim dan Jisoo memekik, saat mendapati mobil yang sejak tadi mereka ikuti dengan sengaja menabrakan diri ke arah penjaga ruang kontrol hingga membawa mobilnya masuk ke dalam gedung,
"Kita tidak bisa mengikuti mereka sekarang, kita harus turun membantu para penjaga itu, sebenarnya apa yang mereka incar? "
"Hey captain, aku melihat mobil asing berhenti tak jauh dari mobil kita" lapor Lisa yang membuat semua orang sontak mengalihkan pandangan ke belakang,
"Tunggu, sepertinya aku mengenal dia, heyy captain bukankah dia anggota mu? " Crishtian segera turun di susul yang lain untuk memastikan, dan ternyata benar, Crishtian mengenalnya, dia adalah anggota Crishtian yang sudah lama tidak bertemu,
"NamJoon!! HoSeok!! "
"Captain! " HoSeok dan NamJoon segera mendekat, berpelukan sejenak seperti seorang sahabat yang sudah lama tak bertemu,
"Kau ada apa kemari? " tanya Irene mewakili,
"Kami mengikuti Joy dan Wendy, tapi mereka lebih cepat, sepertinya mereka kesini"
"Ah, aku mengerti, berarti Joy dan Wendy sudah tahu jika Flower ada disini, makanya mereka datang "
"Hey itu dia yang lain sudah sampai"
"NamJoon, HoSeok!! " Mark berteriak dan berhambur memeluk keduanya, masih tidak menyangka jika mereka akan di pertemukan disini,
Minhyun , Sehun, Vernon,Jungkook dan Mino juga tak luput memeluk mereka berdua, sampai akhirnya sebuah ledakan dari timah panas terdengar dari dalam gedung,
Mereka pun bergegas masuk ke dalam gedung , tak lupa Vernon dengan cekatan menggandeng istrinya yang sedang hamil besar, seharusnya Jennie mengalah saja untuk tidak ikut mencari keberadaan Flower, namun Jennie tetaplah Jennie, dia akan selalu ngeyel padanya, jika tidak kemarahannya akan berubah menjadi jambakan di rambut Vernon,
"Kau sudah ku bilang di rumah saja, sayang"
"Sekali lagi kau membicarakan itu aku sumpal mulutmu dengan sepatuku! "
Duarrrr
Puing puing dari tembok di gedung atas berterbangan hampir mengenenai keberadaan mereka, Vernon tidak ingin mengambil resiko lebih besar, dia dengan cepat menggendong Jennie dan mendudukkan istrinya itu pada kursi hingga ia memberontak,
"Kau disini sayang, maaf kau boleh marah nanti tapi aku tidak akan membiarkan istri dan calon anakku kenapa kenapa! "
dengan cepat Vernon merain tali untuk mengikat Jennie dengan kursi kemudian agar istrinya itu tidak bisa kemana-mana,
Cupp
"Vernon aku tidak akan memaafkan mu,,, Vernon!!! Vernon!!! "
Jennie memberontak namun percuma, Vernon tetap pergi masuk kedalam gedung dengan meninggalkan Jennie yang terikat di dalam mobil, mengabaikan teriakan Jennie yang begitu menggema,
Di dalam gedung semua anggota sudah berpencar, mungkin hanya pasangan dokter Minhyun dan istrinya Jisoo saja yang terlihat bersama, membantu para pekerja pelabuhan yang mengalami luka, memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman,
Duarr
Jungkook sedikit terpental ketika ia gagal me nonaktifkan bom yang memiliki daya ledak tidak terlalu besar,
"Jungkook kau baik-baik saja? "
"Aku baik-baik saja, daya ledak nya tidak terlalu besar"
"Tapi cukup membuat mu terjatuh kan? " Lisa tersenyum mengejek, kemampuan Jungkook banyak mengalami penurunan mungkin karena efek dia telah alih profesi menjadi artis,
"Awasss"
Brakkk
Sebuah lemari besar jatuh hampir menimpa Lisa, ingatkan dia untuk berterimakasih pada Jungkook ,
__ADS_1
"Aku melihat siluet seseorang di tangga" teriak Yerim pandangan mereka terbatas karena debu dari reruntuhan gedung mulai membuat penglihatan tidak sepenuhnya tajam,
Sehun juga melihatnya, ia bergegas mengejar keberadaan sosok yang menghilang di antara kabut debu,
"Mark,, ikuti aku! " Mark mengangguk, dia memberikan petuah kepada Yerim untuk menyusul mereka jika dalam 30 menit tidak juga kembali turun,
"Baiklah aku akan mencari Queen! "
Ledakan terdengar, lagi dari lantai 2 sementara NamJoon , Irene dan Crishtian berlari ke arah ruang pemancar ,
"Kau yakin ini yang di incar? " NamJoon mengangguk sangat yakin, karena satu-satunya tempat yang terlihat damai adalah ruang pemancar,
"Mereka pasti sengaja mengalihkan perhatian agar kita tidak datang kesini! " ucap Crishtian yang jelas mengerti jalan pemikiran NamJoon,
Brakkk,,
Pintu terbuka dengan lebar, mereka bertiga segera masuk ke dalam dengan tergesa-gesa,
Di dalam keheningan ruangan itu, bahkan suara berisik di luar saja tidak dapat menembus keheningan yang ada di ruangan ini,
NamJoon mendapati siluet orang yang sangat dia kenal, seseorang yang menemani hari hari nya selama beberapa tahun,
"Wendy! "
"Oh Hai, kalian sudah sampai ternyata? " jawab Wendy santai, wajahnya masih terfokus pada layar komputer yang ada di depannya,
"Apa yang kau lakukan? " tanya NamJoon lagi,
"Aku mengirimkan perintah melewati pesawat radio agar kapal kapal suruhan perdana menteri segera kembali ke pelabuhan! "
"Olaf, hentikan! Jadi kau yang selama ini menggunakan nama Flower agar bisa menjalankan rencanamu? "
"Kau cerdas ya,, "
"Dan Joy?? Dimana dia? " Wendy berbalik menatap Queen dengan tatapan yang tak dapat di baca, setelahnya dia keluar ruangan di ikuti ketiga orang itu,
Sementara di suatu ruangan besar, Sehun mengikuti seorang gadis yang tengah berlari, dia berlari hingga tidak ada tempat lagi untukya bersembunyi,
"Sehun Hyung, apa dugaan ku benar? Kita sedang di pancing? " Sehun tersenyum getir, memang ini yang ia inginkan bukan?
"Aku memang sengaja masuk ke dalam jebakannya" Mark terkejut,
"Setidaknya kau ada disini untuk melihat jasad ku untuk yang terakhir kalinya" Mark merasa ucapan Sehun sudah benar-benar sudah melantur kemana-mana, ingin rasanya menarik Sehun pergi dari sini, tapi kekuatan Mark tidak sebesar itu untuk melawan Sehun,
"Hyung,,,"
"Kau mau lari kemana? " Ucap Sehun di iringi sebuah senyuman yang tak dapat di mengerti makna nya,
Gadis itu berbalik, dia berdiri di sudut yang buntu, dan Mark benar-benar ingin pingsan sekarang,
Itu benar-benar dia, sosok yang selama ini mark sesali karena tidak menolongnya di saat saat terakhir,
"Kau mau nyawaku dan Mark kan? Aku sudah membawanya kesini! "
Mark semakin di kejutkan dengan ucapan Sehun, jadi Sehun juga ingin Flower menembak kepalanya?,
"Tapi jika kau mengingat sesuatu, aku yang sudah berbuat, menusuk perutmu, dan melecehkanmu! Bukan Mark, jadi lepaskan dia, dia bahkan tidak berani melihat darahmu saat itu! "
"Tapi dia yang membuangku! "
Tunggu dulu, Sehun merasa ada sesuatu yang Janggal, Suara Flower, Flower memiliki suara yang lembut, tidak ketus dan tegas seperti yang baru saja ia dengar,
Untuk memastikan sesuatu, Sehun berjalan santai menghampiri gadis berambut Maroon yang masih berdiri mematung di sudut ruangan yang buntu,
"Hyung!!! " Mark memekik keras
Sebelum akhirnya Sehun berhenti di jarak tertentu karena terdapat sebuah pistol dengan moncong yang mengarah kepadanya,
"Kau bukan Rosie,,, "
"Kau bahkan tidak pantas menyebut namanya SEMANIS ITU! "
"Siapa kau? Lepaskan topeng karet yang kau kenakan! "
Srett,,, rambut palsu yang gadis itu kenakan di lempar jauh, Sehun menariknya kasar dengan hati penuh kekecewaan!
Srett,,,
__ADS_1
"Joy?? " teriak Seulgi dengan kencangnya,
Yerim dan yang lain telah tiba di lantai atas, mengingat pesan Mark, jika dalam 30 menit mereka tidak turun tolong susul mereka,
Dan ini sudah lebih dari 15 menit belum 30 menit, tapi Yerim sudah datang, dia datang dengan rasa khawatir memenuhi hatinya,
"Kau membuat ku kecewa Joy" HoSeok berseru dengan wajah kecewanya, Joy melihat itu dia hanya bisa pasrah,
"Kalian semua tidak mengerti! Aku sedang berjuang membalaskan dendam untuk adik ku! "
"Kau juga yang meneror ku selama ini? "
"Dan kau Wendy, kau mendukung Joy untuk balas dendam? " Wendy menggedikan bahunya cuek dengan pertanyaan NamJoon,
"Kau tidak mengerti Joy? Ini sebuah kesalah pahaman! " Teriak Jisoo pada akhirnya,
Sementara Queen yang baru datang masih diam saja, dia menatap Joy dengan tatapan yang sulit di artikan,
"Kesalahpahaman apa yang membuat nyawa adikku tiada? , APA SALAHNYA? DIA MENCOBA MEMBANTU TEMANMU ITU! " Joy berteriak penuh emosi dengan tangan yang menuding nuding wajah sehun dengan pistol di tangannya,
"DAN DIA PANTAS MATI!! "
Dorrrr
Prakkkk
"Ahhhh" teriak Yerim dan Lisa bersamaan, semua orang memejamkan mata saat Joy melontarkan timah panasnya ke arah sehun,,
"Flower? " sebut Wendy membuat semua orang mengalihkan pandangannya,
Sehun masih berdiri tegak, sementara Joy berdiri mematung dengan tembak di tangannya yang terangkat ke atas,
Serpihan plafon yang pecah mulai mengaburkan pandangan mereka,
"Apa yang kau lakukan Joy? " Teriak seseorang dengan segera merebut pistol di tangan Joy,
"Bobby Hyung? " Bobby masih diam saja, dia menyerahkan pistol di tangan Joy kepada Vernon yang masih mematung,
Sehun terpaku melihat seseorang di hadapannya, berharap ini bukan tipuan Joy lagi,
Sementara Joy tidak memberontak saat pistol di tangannya di rebut, Joy mematung bersama dengan semua orang yang juga sama sepertinya,
"Ro,, Rosie? " air mata Joy luruh , matanya tidak salah, melihat adiknya yang sudah lama tiada berdiri di depannya dengan senyum yang sangat dia rindukan,
Joy memeluknya dengan cepat saat menyadari jika bayangannya adalah nyata, nyata adanya,
Wendy juga tak kalah cepat, dia memeluk Flower dengan segera setelah memastikan bahwa sosok itu adalah nyata,
Wendy adalah orang yang paling merasa bersalah dengan meninggalnya Rose, maka tak heran dia yang begitu terkejut dengan kehadiran Rose disini,
"Rose,,, " semua anggota Blackvelvet kecuali Jennie berhamburan memeluk Rose, begitupun Irene yang sejak tadi diam, mereka menumpahkan air mata bahagia, sangat bahagia mengetahui jika salah satu anggotanya yang di nyatakan gugur telah kembali, kembali dalam wujud yang nyata,
"Kau masih hidup Rose,, Rose, ini benar-benar kau kan? " tanya Joy lagi memastikan, sementara yang di tanya membalasnya dengan anggukan dan senyum manis,
"Hiks,,,kau kembali, kau kembali, aku tidak percaya kau masih hidup, kau tidak boleh meninggalkan ku lagi!Β Ayah dan ibu sudah pergi, aku hanya memiliki mu! "
Jennie memandang mereka dengan senyum bahagia, bahkan suaminya saja tidak sadar jika Jennie ada disini, seingatnya tadi dia mengikat Jennie di mobil,
"Sayang kau disini? "
Bughh,,
Vernon terhuyung karena pukulan dari istrinya,
" Bobby yang melepaskan ikatan nya"
"Kau keterlaluan Vernon, mengikat wanita hamil di dalam mobil sendirian! "
"Aku terpaksa Hyung, Jennie tidak bisa diam"
"Mommy,,, " seluruh atensi beralih ke arah Suga, lebih tepatnya pria kecil di gendongan Suga, mereka baru menyadari jika Suga tidak sendiri, ada seorang wanita asing juga di sampingnya,
"Suga hyung, itu anakmu? " Suga mengangguk, dia sejak tadi diam saja diam menahan sesuatu saat melihat Sehun menatap lekat seseorang disana,
"Mommy,, " panggil anak itu, anak Suga yang memaksa turun untuk berlari kearah ibunya,
"Mommy let's go home, iam so sleepy"
__ADS_1
οΏΌ