Noda Bunga Desa

Noda Bunga Desa
part 1 Koma


__ADS_3

"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dokter?" Ucap salah seorang laki-laki yang mengaku menjadi suami dari wanita yang baru saja di operasi secar oleh dokter tersebut.


Ya, nama laki-laki tersebut adalah Arjuna Wilson, seorang ahli waris perusahaan Wilson Group yang merambah ke semua bidang bisnis. Anak semata wayang dari pasangan David Wilson yang berasal dari inggris dan Dania Wilson keturunan asli dari jawa tengah. Juna terlahir dengan bentuk rupa yang bisa di katakan sempurna. Perpaduan antara keturunan jawa dan inggris membuat ia mempunyai mata yang tajam dengan alis sedikit tebal. Bibir seksi dan hidung yang mancung, rahang tegas dan rambut kecoklatan, menampakkan pesona Arjuna yang memukau. Ketampanan yang hakiki di miliki seorang Arjuna Wilson serta bentuk tubuh yang tinggi dan gagah serta kulit yang putih dan bersih, membuat ia di gilai banyak kaum hawa. Apalagi ia terlahir dari keluarga kaya dan terhormat, menambah nilai plus dari seorang Arjuna Wilson. Sungguh ciptaan tuhan yang sempurna. Tetapi dengan sikap nya yang Arogan dan terkesan dingin pada semua wanita membuat para wanita takut sebelum mereka mencoba mendekati nya.


"Alhamdulillah, keadaan anak pak Juna baik-baik saja. Dan jenis kelamin nya laki-laki. Kalian harus bersyukur karena anak bapak termasuk bayi yang kuat. Benturan dari tendangan di perut yang sangat keras tersebut bisa mengalami bayi meninggal sebelum di lahirkan. Tapi untuk sementara anak bapak berada di ruang inkubator karena benturan dari tendangan tersebut membuat kondisi tubuh nya melemah. Tapi bapak tidak usah khawatir, mungkin lusa kondisi bayi bapak sudah pulih kembali dan bapak sudah bisa menggendongnya." Terang sang dokter yang kerap di panggil dokter Rehan SpOG.


"Alhamdulillah." Ucap Juna dan mama Dania bersamaan.


"Lalu bagaiman keadaan istri saya dokter?" Tanya Juna.


"Kondisi istri bapak mulai stabil, pasien sudah berhasil melewati masa kritis nya. Tapi saya minta maaf pak Juna, karena kepala bagian otak kecil istri anda membentur benda dengan sangat keras, sehingga benturan tersebut membuat istri pak Juna mengalami koma." Terang dokter Rehan.


"A-apaa? Istri saya koma dok?" Tanya Juna kaget seraya mengepalkan kedua tangan nya menahan emosi.


Mama Dania mengusap punggung anak nya untuk memberikan Juna kekuatan dan kesabaran. Ia melihat anak nya yang sudah sangat terpukul dan terpuruk serta menahan amarah sejak menantunya masuk keruangan operasi, apalagi di tambah mendengar berita tersebut. Begitupun ia sangat sedih melihat keadaan menantu kesayangan nya terbaring tak berdaya saat di ruang operasi.


"Saya akan bayar berapapun asal istri saya bisa di sembuhkan. Bila perlu datangkan dokter terbaik dari luar negeri jika itu di perlukan. Tolong sembuhkan istri saya dok!" Juna memohon dan menggenggam tangan dokter Rehan.


Juna tak bisa menahan air mata nya lagi. Ia menangis tersedu-sedu bagai anak kecil yang tak di belikan permen oleh orang tua nya.


"Obat hanya bisa membuat luka sembuh pak Juna tapi kita tidak tau kapan istri anda akan siuman. Tapi saya sarankan untuk selalu memberinya semangat hidup agar alam bawah sadar nya merespon dan mendapat semangat untuk hidup kembali. Sering-sering lah mengajak nya berbicara misalkan seperti menceritakan kenangan indah kalian atau bila perlu ajak ia seakan berinteraksi dengan anak-anak kalian ." Ucap dokter Rehan menjelaskan.


"Dan ini resep obat yang harus bapak tebus di apotek." Dokter Rehan menyerahkan selembar kertas berisikan resep obat.


Mama Dania dan Juna keluar dari ruangan dokter Rehan. Juna terduduk lesu di bangku tunggu ruang ICU. Juna persis seperti mayat hidup yang tidak ada semangat lagi untuk hidup. Mata nya sayu memandang ke depan. Wajah tampan nya kini terlihat kusut dan layu. Tubuh tegap dan gagah nya terlihat gontai dan lesu. Sangat terlihat jika ia sedang berada di titik terendah nya saat ini.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi cucu dan menantu kita ma?" Tanya papa David cemas.


"Alhamdulilah kondisi cucu kita baik-baik saja pa, hanya saja dia masih di ruang inkubator karena kondisi nya melemah akibat tendangan saat masih di dalam perut. Tapi menantu kita pa!" Wanita paru baya yang masih terlihat cantik itu menangis tak sanggup melanjutkan ceritanya.


"Memang nya kenapa dengan menantu kita ma, ayo jawab!" Tanya papa David penasaran.


"Ia mengalami koma karena kepala bagian otak kecil nya terbentur dengan sangat keras!" Jawab mama David akhirnya.


"Apa, koma?" Papa David terkejut mendengar nya. Ia sangat sedih dengan keadaan menantu kesayangan mereka dan melihat Juna yang hilang gairah untuk hidup.


"Juna, mama mohon kamu yang kuat dan sabar nak. Mama yakin menantu kesayangan mama akan sembuh. Semangat lah demi cucu mama Zahra juga cucu mama yang baru lahir. Ingat nak, mereka juga butuh kamu, papa nya." Ucap wanita yang berparas manis khas orang jawa tersebut menasehati Juna.


"Iya Juna, kamu anak papa yang tangguh. Kasihan cucu-cucu papa jika mereka melihat mu dengan ke adaan seperti ini. Papa tau kesedihan mu tapi kau juga harus memikirkan anak-anak mu. Papa akan berusaha yang terbaik untuk kesembuhan istrimu. Papa akan mendatangkan teman papa, dokter terbaik dari Singapura." Imbuh papa David memberi semangat kepada Juna.


"Dimana anak ku Zahra ma?" Tanya Juna menatap mama nya dengan mata yang sembab.


"Kau tenanglah, keamanan mereka sudah papa perketat. Dan orang-orang kepercayaan papa yang menjemput nya datang kemari." Ucap papa David yang sempat menangkap ke khawatiran Juna.


"Terimakasih pa, ma!" Ujar Juna masih menunduk.


Tak lama salah satu suster yang menjaga istri nya di ruang ICU keluar.


"Suster apa boleh saya melihat istri saya?" Tanya Juna.


"Silahkan pak, tapi hanya sebentar saja dan hanya satu orang saja yang boleh masuk. Karena pasien membutuhkan istirahat yang cukup tanpa gangguan." Terang suster pada Juna.

__ADS_1


Setelah mendapatkan izin Juna membuka pintu ruang ICU dimana istri nya terbaring koma di sana. Istri nya yang lembut nan ceria kini hanya terdiam terbaring lemah. Suasana hening hanya terdengar bunyi suara alat pendeteksi detak jantung. Juna duduk di sisi ranjang pasien, di lihat nya balutan perban di lengan karena luka sayatan pisau tajam yang sangat dalam. Juga memar dan lebam pada wajah istri nya bekas tamparan dan pukulan. Di rabanya luka tersebut satu persatu.


"Sayang, ini aku suami mu Juna." Juna menggenggam tangan istri nya.


Di cium nya tangan tersebut seraya menangis tersedu-sedu. Ia tak perduli lagi wibawa nya seorang pengusaha terkenal dihadapan suster yang masih berjaga di sana. Ia tumpahkan segala sesal nya karena merasa tak mampu menjaga istri nya dengan baik. Ia tumpahkan amarah nya pada isak tangis yang terdengar pilu. Ingin rasanya ia menembak berkali-kali pada orang yang sudah membuat istri nya terluka, meski pelaku telah mati tertembak anggota polisi yang ia kerahkan untuk mencari istri nya.


"Sayang, jangan tinggalkan aku dan anak-anak kita." Ucap Juna masih menangis.


Huuu uuu huu uuu


Juna menangis pilu dengan masih menggenggam tangan istri nya.


"Anak kita laki-laki sayang, sesuai keinginan mu. Ku mohon bangunlah, aku rindu senyum mu, masakan mu dan semua tentang dirimu. Ku mohon sayang, jangan tinggalkan aku, bangunlah sayang. Apa kau tidak kasihan melihat ku dan anak-anak mu. Kami tidak bisa hidup tanpa mu." Ujar Juna berharap istri nya segera sadarkan diri.


"Maaf pak, waktu bapak sudah habis. Silahkan bapak menunggu di ruangan tunggu saja. Ini demi kesembuhan istri bapak." Ucap suster jaga.


"Baik suster! Kapan istri saya di pindahkan ke ruang rawat inap?" Tanya Juna sebelum pergi.


"Mungkin besok pagi pak." Jawab suster.


"Baiklah. Saya titip istri saya suster. Tolong jaga dan rawat istri saya dengan baik." Pinta Juna sungguh-sungguh.


Suster tersebut terperangah mendengar seorang Arjuna Wilson yang terkenal angkuh dan arogan, ternyata mampu meminta tolong pada seseorang.


"Ba-baik pak! Itu sudah tugas kami." Jawab suster terbata.

__ADS_1


Juna keluar dengan langkah gontai menuju pintu. Sebelum menutup pintu sejenak ia menoleh ke belakang, ia pandangi wajah istri nya yang terlihat pucat.


__ADS_2