Noda Bunga Desa

Noda Bunga Desa
Part 16 Jangan nakal


__ADS_3

"Tante sangat senang saat Lila bercerita jika kalian sekampus. Rencananya lusa tante dan om akan keluar negeri, jadi tante mohon sama kamu untuk menjaga Lila selama kami tidak ada. Mungkin Roro juga akan menginap di sini untuk menemani Lila." Ujar Inggrit saat mereka tengah duduk di ruang keluarga.


Bak angin segar saat Juna mendengar kabar tersebut. Dengan begitu akan banyak momen dan alasan untuk ia bertemu sang pujaan hati. Kevin terlihat mengulum senyum memandang Juna, ia sudah sangat tau apa yang tuan nya pikirkan.


"Tante tidak usah khawatir. Juna akan menjaga Lila. Karena ia sudah Juna anggap adik ku sendiri." Timpal Juna tegas.


"Terimakasih Juna." Jawab Inggrit.


"Juna pamit tante, banyak kerjaan di kantor dan terimakasih atas makan siang nya." Pamit Juna setelah mereka selesai makan siang sambil mengobrol ria seputaran kehidupan Juna di London.


"Iya sayang hati-hati ya, maaf tidak bisa mengantar mu ke depan." Balas Inggrit.


Sesaat Juna melirik Roro yang masih membantu Art di rumah tersebut membereskan sisa makanan di atas meja.


Sebenarnya Inggrit melarang nya, tapi Roro bersikukuh ingin membantu.


'Aku pamit sayang. Jangan nakal jika aku tak ada di sampingmu.' Juna membatin saat melirik Roro.


Mobil Juna berlalu meninggalkan perumahan mewah Kalila. Tinggallah Kalila, Roro dan Inggrit duduk diruang keluarga.


"Apa orang tuamu di Solo nak?" Tanya Inggrit memulai pembicaraan agar mengenal lebih dekat.


"Iya tante, mereka di Solo." Jawab Roro.

__ADS_1


"Kamu cantik dan pintar. Kenapa kamu tidak kuliah di sana saja sayang? Apa kamu tidak takut hidup sendiri di ibukota ini?" Tanya Inggrit.


"Roro hanya ingin mandiri tante. Lagipula Roro ingin kuliah di sini karena dulu ayah juga kuliah di sini. Dan kebetulan Roro mendapatkan beasiswa full di sini." Jawab Roro.


"Orang tua mu pasti bangga pada mu nak." Jujur Inggrit.


"Terimakasih tante."


Karena keseruan mengobrol tak terasa hari beranjak sore.


"Hari sudah sore, aku pamit pulang dulu ya." Pamit Roro pada Lila.


"Kamu pulang naik apa nak?" Tanya Inggrit.


"Ini sudah sore sayang, kamu mau ya di anter sama sopir nya Lila?" Tutur Inggrit.


"Iya, kamu di anter aja sama sopir. Sampai kos pasti magrib. Gak baik buat wanita secantik kamu Roro!" Bujuk Kalila.


"Terimakasih Lila, tante. Tapi kebetulan ojol nya juga ke arah sini mau pulang. Jadi sekalian jemput Roro." Tolak Roro halus.


"Kamu ini, selalu saja menolak! Tapi janji ya, besok kamu nginep di rumah temenin Kalila sampai tante dan om pulang?"


Di sela obrolan mereka tadi, Inggrit meminta Roro untuk menemani Kalila agar tak kesepian. Pastinya ia akan mendapat makan gratis dan tumpangan gratis. Roro yang notabennya tak ingin menyusahkan orang maka hal itu membuat ia keberatan. Tapi ia juga tak mampu menolak keinginan mama sahabat nya itu.

__ADS_1


"Insyaallah tante, Roro usahakan." Jawab Roro.


"Kalau kamu gak mau temenin, aku marah!" Timpal Kalila mengancam.


"Hhhh, iya deh aku temenin." Roro terkekeh melihat tingkah Kalila yang marah tapi malah lucu.


"Nah, gitu dong!" Ujar Kalila.


Kemudian mereka berpelukan hangat sedangkan Inggrit tersenyum melihat tingkah mereka berdua. Ia semakin menyukai pribadi Roro yang hangat. Apalagi keakraban yang tercipta antara Roro dan anak nya. Karena Kalila sangat jarang mau menerima teman sedekat ini kecuali Juna.


"Mang Ujang kayak nya udah di depan nih. Aku pulang dulu ya." Roro mengurai pelukannya.


"Tante, Roro pamit pulang dulu, assalamulaikum." Pamit Roro mencium tangan Inggrit.


"Waalaikumsalam. Hati-hati nak!"


"Iya tante, terimakasih." Jawab Roro.


"Ma, Lila anter Roro ke depan ya?"


"eemm, sana!" Jawab Inggrit.


Kalila mengantar Roro sampai di teras, dan benar terlihat tukang ojol yang sudah menunggu di pintu gerbang.

__ADS_1


__ADS_2