Noda Bunga Desa

Noda Bunga Desa
Part 15 Mama inggrit


__ADS_3

Mobil Juna terparkir di pelataran rumah mewah Kalila. Bergaya eropa klasik dan terdapat banyak tanaman hias di halaman tersebut. pemandangan yang sangat memanjakan mata, terlihat sekali jika sang pemilik menyukai tanaman hias. Yang tadinya perjalanan yg hanya di tempuh 30 menit akhirnya berlangsung sampai 45 menit.


"Wow, rumah mu besar sekali Kalila! Aku jadi malu ketemu mama mu, aku takut nanti kamu malu-maluin kamu!" Ujarnya pada Kalila tak ingin turun.


"Jangan khawatir Roro, mama ku bukan tipe yang suka memilih teman, percayalah padaku. Ayo kita masuk!" Ajak Kalila.


Mereka keluar dari mobil tak lupa juga Juna sengaja ikut keluar meski tak di ajak. Berharap jika akan di ajak untuk makan siang bersama. Bukan karena tak mampu membeli makanan tapi hanya ingin menghabiskan waktu bersama Roro lebih lama lagi sebelum ia kembali ke kantor dengan segudang pekerjaan.


'Kau harus membiasakan diri dengan segala kemewahan sayang. Karena setelah kau lulus aku pastikan kau akan menjadi nyonya Wilson, keluarga terkaya di benua ini," ucap Juna sombong dalam hati.


Rupanya mendengar suara mobil di halaman, mama Kalila langsung keluar menyambut anak gadis nya yang akan mengenalkan teman baiknya yang selalu ia bicarakan.


"Anak mama sudah pulang ya? Mana temen yang ingin kamu kenalkan sama mama?" Tanya mama Inggrit langsung.


Ia belum menyadari kehadiran Juna dan Kevin, jika mama Inggrit menyadari mungkin akan menghebohkan seisi rumah. Pasal nya ia sangat menyayangi Juna sejak kecil, karena ia tak punya anak laki-laki.


"Tarraaaa! " Kalila beralih ke samping Roro, karena tadi ia berdiri membelakangi Roro.


"Ini dia teman nya Roro, cantik kan ma?" Berharap jawaban iya dari sang mama.


"Assalamualaikum tante," Roro mencium punggung tangan Inggrit.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, kamu sangat cantik nak, seperti bidadari. Mari masuk yuk!" Puji Inggrit.


Tapi sebelum masuk ia menyadari jika ada orang lain selain putrinya dan Roro di sana.


"Junaa!" Teriak Inggrit membelalakkan mata setelah sadar jika ada Juna di sana.


"Hai tante!" Sapa Juna dengan ekspresi muka tembok.


Cepat-cepat mama Inggrit menuju Juna dan memeluk nya. Terlihat sekali jika Inggrit sangat menyayangi Juna.


"Anak laki-laki ku kapan pulang nya?" Tanya Inggrit melepaskan pelukan.


"Sudah hampir 2 minggu ini tante!" Jawab Juna datar.


"Ma, kapan kita masuk nya?" Tanya Kalila yang sudah jengah dengan tingkah mama nya.


Jika tidak di cegah maka dia akan betah ngobrol tanpa perduli di sekeliling nya. Apalagi jika sudah ngobrol dengan Juna, Kalila bahkan di abaikan seperti anak tiri.


Begitulah kehidupan Juna, miris sekali. Di abaikan keluarga tapi di perhatikan oleh yang bukan keluarga.


"Oh iya mama lupa!" Inggrit terkekeh pelan menyadari kebiasaannya.

__ADS_1


"Maaf ya sayang." Ucapnya kemudian.


"Ayo semuanya masuk. Kita makan siang bersama!" Ajak Inggrit.


Semua masuk ke dalam rumah dan di sinilah mereka, duduk di meja makan dengan hidangan berbagai masakan yang lumayan banyak.


"Ini semua tante lho yang masak khusus buat nak Roro. Eh, malah kebetulan ada anak laki-laki tante." Pamer Inggrit jika ia jago masak.


Juna hanya tersenyum ke arah Inggrit.


"Terimakasih tante, saya sangat terharu mendengarnya. Apalagi cara tante menyambut saya. Jujur ini masakan terenak yang pernah saya makan." Ujar Roro jujur tentang keharuan nya.


"Kalau begitu jangan sungkan-sungkan untuk datang ke sini. Kalau perlu pindah saja ke rumah sini supaya Kalila ada temen nya. Kamu mau kan sayang?" Tawar mama Inggrit.


"Aku dah ajak ma, tapi Roro nya enggak mau." Adu Kalila.


"Terimakasih atas tawaran nya tante. Tapi Roro ingin mandiri. Tapi tante jangan sedih, Roro pasti akan sering main ke rumah ini untuk belajar memasak sama tante. Bolehkan tante?" Ujar Roro agar Inggrit tak kecewa.


"Tentu boleh dong nak, tante malah seneng kamu mau belajar masak sama tante, nanti tante ajarin semua resep tante." Jawab Inggrit di sela kunyahan nya.


"Terimakasih tante." Jawab Roro kemudian.

__ADS_1


Juna mengangkat sedikit bibir nya saat mendengar penolakan halus dari Roro.


Sungguh ia di buat semakin cinta pada sosok Roro yang sangat sempurna di matanya.


__ADS_2