Noda Bunga Desa

Noda Bunga Desa
Part 13 Alibi Juna


__ADS_3

Jam mata pelajaran Roro dan Kalila telah berakhir begitupun Juna. Kalila sedang menunggu jemputan sopir pribadi nya dan ia berencana mengajak Roro untuk pulang ke rumah nya. Ia berencana ingin mengenalkan Roro pada mama nya. Selama ini ia selalu bercerita pada mama nya jika ia punya teman calon dokter yang cantik dan pintar. Mereka sedang duduk di kursi panjang di bawah pohon rindang dekat pintu gerbang.


Tampak mobil Juna melaju pelan dan berhenti di depan mereka. Ia menurunkan pintu kaca mobil mewahnya.


"Kalila!" Sapa Juna.


"Juna, ada apa?" Sapa balik Kalila, dan Roro hanya diam.


"Kau ikut aku! Ada hal penting yang ingin aku bicarakan." Ajak Juna.


Sebenarnya tidak ada hal penting yang ingin Juna bicarakan, itu hanya alibi nya saja agar ia bisa mengantar Roro pulang bersama nya.


"Hal penting apa Juna? Lagian pak sopir sudah ke arah sini, mungkin sebentar lagi sampai." Jawab Kalila penasaran.


"Kau bisa telfon sopir mu untuk tidak jadi menjemputmu. Sudahlah jangan pikir panjang, ayo naik!" Ajaknya lagi.


Sedangkan Kevin sudah tersenyum sendiri. Karena untuk pertama kali nya ia melihat tuan nya kekeh mengajak seorang perempuan menaiki mobil mewahnya tersebut.


"Baiklah. Tapi temanku?" Kalila menoleh ke arah Roro.


"Tidak apa Kalila. Aku bisa cari taksi saja." Ia menampakkan senyum dan lesung pipi nya.


Sesaat Juna terpesona pada senyum itu.


"Tapi hari ini kan aku ingin mengenalkan mu pada mama ku. Lagian mama ku juga sudah menyiapkan masakan spesial untuk mu." Rajuk Kalila manja.

__ADS_1


"Tidak apa, lain kali kan bisa." Jawab Roro.


"Tapi aku ingin hari ini." Rengek Kalila memaksa dengan manja.


Memang itulah sifat Kalila, anak yang manja. Agak bodoh tapi peka pada hal perasaan dan ia juga mempunyai hati yang baik. Sebab itulah ia senang berteman dengan Roro, karena ia pintar dan cerdas. Selain pintar ia juga baik dan ramah.


"Hemm."


Juna berdehem menetralkan kecanggungan nya karena di tatap oleh Roro dan Kalila. Sorot mata nya seakan memohon agar Roro ikut bersama nya. Dan tanpa di minta pun pasti Juna mengiyakan karena itulah tujuan nya.


"Jika begitu aku juga mengajak mu pulang bersama ku. Supaya tante inggrit tidak kecewa karena sudah menunggumu." Ujar Juna pada Roro dengan nada lembut.


Kevin sampai merinding mendengar nada bicara Juna yang lembut, pasalnya ia tidak pernah mendengar Juna berbicara selembut itu.


"Ta-tapi_!" Ucap Roro terbata.


"Ayolah Roro, kita ikut Juna saja!" Rayu Kalila.


"Baiklah." Ucap Roro pasrah.


Ia tak mungkin mengecewakan mama nya Kalila yang sudah susah payah memasak untuk nya.


Juna tersenyum manis, akhirnya tanpa bersusah payah Kalila sudah membantu nya untuk membujuk Roro pulang bersama nya.


Juna pindah duduk di depan samping Kevin, sedangkan Kalila dan Roro duduk di jok belakang. Kebetulan mobil itu hanya muat untuk 4 orang.

__ADS_1


Saat di perjalanan...


Sejak awal Roro masuk ke mobil nya, mata Juna tak lepas memandang Roro lewat kaca spion yang ada di mobil tersebut.


Dan Roro pun sesekali melirik Juna yang sejak tadi memperhatikan nya lewat kaca spion. Dan saat mata mereka bertemu detak jantung mereka semakin tak beraturan seakan ingin melompat keluar.


"Apa yang ingin kau bicarakan Juna?" Tanya Kalila memecah keheningan setelah ia menelfon sopirnya.


Hal itu sukses membuat Juna kelabakan untuk mencari jawaban. Ia pun melirik kevin untuk meminta bantuan. Dan hal itu mampu di tangkap oleh Kevin. Ia pun hanya tersenyum melihat tuan nya yang kelabakan tanpa niat membantu.


"Tidak ada!" Jawab Juna akhirnya.


"Maksutku, nomor mu sudah ganti jadi aku ingin meminta nomor WA mu. Supaya nanti mudah menghubungi mu." Tambah nya cepat sebelum membuat Kalila marah.


"Sini Hp mu!" Pinta Kalila.


Juna memberikan Hp nya pada Kalila.


"Sandinya?" Tanya Kalila.


"14 09 1991." Jawab Juna seraya melihat Roro, ia ingin melihat reaksi nya.


Roro tercengang dan seketika melirik Juna lewat kaca spion. Karena angka tersebut adalah hari ulang tahun nya. Sesaat tatapan mereka bertemu dan Juna lebih dulu memutus kontak mata mereka.


"Ini, sudah aku simpan nomor Wa ku." Kalila mengembalikan Hp Juna.

__ADS_1


"Eem." Jawab Juna singkat.


__ADS_2