
Juna sangat menikmati masakan yang sangat ia rindukan. Sudah hampir 5th sejak ia pergi ke London untuk melanjutkan pendidikan di sana sekaligus mengelola perusahaan cabang yang ada di negara tersebut. Kemampuan dan kecerdasan serta ketegasan seorang Arjuna Wilson, mampu membuat cabang perusahaan yang hampir valid tersebut menjadi maju dan sukses.
"Juna, mama ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting padamu." Mama Dania memulai percakapan di sela makan malam mereka.
"Eemm, apa?" Juna menjawab nya dengan singkat.
Sejenak mama Dania melirik suaminya, dan papa David menggelengkan kepala nya. Mama Dania kesal karena tak mendapatkan dukungan dari sang suami.
"Usia mu sudah cukup matang sedangkan kami sudah semakin menua. Kemampuan mu dalam berbisnis juga tidak di ragukan lagi. Jadi mama bermaksud ingin menjodohkan mu dengan Bella anak pak Subrata, setelah__"
Ucapan mama Dania terpotong karena suara sendok dan garpu Juna yang di letak kan di meja dengan sedikit keras sehingga menimbulkan bunyi yang cukup membuat orang terkejut.
"Aku selesai!" Ucap Juna seraya mengelap mulut nya.
__ADS_1
Juna tidak menghabiskan makanan nya yang baru ia makan beberapa sendok saja. Ia meminum air hingga tandas.
"Juna, mama ingin kamu cepat menikah! Mama ingin segera punya cucu! Dan kau satu-satu nya harapan mama! Dan ini sudah menjadi keputusan mama untuk menikahkan mu dengan Bella. Lagipula apa kurang nya Bella? Dia cantik, kaya berpendidikan dan dengan kekuasaan keluarga nya maka perusahaan keluarga Wilson akan semakin berjaya!" Ucap mama Dania sedikit meninggikan volume suara nya.
"Ini hidup ku, dan aku berhak menentukan siapa wanita pendamping hidup ku!" Jawab Juna tak kalah tinggi.
"Dan mama ingin wanita tersebut dari kalangan sejajar dengan derajat keluarga kita. Ingat itu!" Jawab mama Dania tak kalah tinggi.
"Dan ingat juga ma! Aku tidak perlu keluarga Subrata untuk memajukan perusahaan Wilson Group! Tak ku sangka mama dan papa juga masih sama!" Ucap Juna dengan berbagai makna.
"Papa mau kemana?" Tanya mama Dania melihat suaminya yang juga ikut menyudahi makan nya.
"Aku ke kamar, istirahat!" Jawab papa David agak ketus dan berjalan ke lantai dua dimana kamar mereka terletak.
__ADS_1
Mansion Wilson Group berlantai tiga dengan lantai di atas adalah ruangan khusus bagi kamar Juna. Dengan menggunakan lift menuju ke lantai tiga, di sana terdapat ruangan tv besar selayak nya bioskop serta ruangan kerja dan fitnes juga ada kolam renang dan ruangan perlustakaan. Sedangkan di lantai dua hanya terdapat ruang bersantai dengan tv yang tak kalah besar dari lantai tiga. Juga terdapat 2 kamar dan ruang kerja papa David. Sedangkan di lantai dasar hanya terdapat ruang tamu dan keluarga serta dapur.
"Papa jangan meninggalkan mama? Mama belum selesai ngomong! Pa, papa!" Teriak mama Dania yang tak di gubris oleh papa David.
"Sialan!" Umpat mama Dania.
Ia pun menyudahi makan malam nya yang belum selesai dan menyusul papa David ke kamar. Ia tak menyangka jika makan malam ini menjadi berantakan.
Sebelum ke kamar ia memanggil Mbok Inem untuk membereskan meja makan.
"Masakan nya kok masih utuh ya pak?" Tanya mbok Inem pada pak Joko.
"Tadi ku dengar den Juna adu mulut sama nyonya." Jawab pak Joko.
__ADS_1
"ooww, begitu." Mbok Inem bergumam sambil membereskan meja makan.