
Pagi sekali Juna bangun, tepat pukul 07.00 WIB Juna menaiki lift turun ke lantai dasar dan menuju ruang dapur.
"Selamat pagi anak mama!" Sapa mama Dania saat Juna duduk di kursi makan.
"Pagi pa, ma!" Balas Juna tak menoleh mama Dania.
"Pagi." Jawab sang papa dan melipat kembali koran yang di baca nya. .
Juna masih kesal terhadap mama nya karena insiden kemarin malam.
"Mama akan mengizinkanmu melanjutkan kuliah mu di jurusan hukum. Tapi ada syarat nya Juna!" Ujar mama Dania.
Kemarin setelah meeting ia kembali kekantor dan memberitahu papa nya jika ia akan melanjutkan kuliah nya di jurusan hukum
Dan semalam papa David memberi tahu pada mama Dania tentang keinginan Juna. Awal nya mama Dania marah, tapi dengan hal itu terbersit rencana licik mama Dania pada Juna.
"Apa?" Jawab Juna dingin dan mengunyah makanan nya.
"Mama ingin kamu segera menikah." Jawab mama hampir membuat Juna tersedak.
"Sampai kapan pun Juna tidak mau menikah dengan wanita manapun termasuk wanita yang akan mama jodohkan. Kecuali wanita pilihan Juna sendiri!" Suara Juna mulai meninggi.
Sedangkan papa David melototi mama Dania agar tak membuat keributan di meja makan untuk kesekian kali nya.
__ADS_1
"Baiklah jika itu mau mu. Tapi mama mau calon menantu yang sepadan dengan kita. Bibit bebet dan bobot nya harus jelas!" Ucap mama.
Juna diam tak menanggapi sang mama lagi, ia hanya sibuk mengunyah makanan nya dengan sesekali menatap benda pipih yang terdapat jadwal pekerjaan nya.
Sesampainya di kampus ...
Juna yang hanya memakai celana jeans yang di padu padan kan kemeja merah maroon berlengan panjang yang di lapisi kaos berwarna hitam dengan sepatu kets yang terbilang fantastis harga nya, tapi mampu membuat semua wanita di kampus memandang tak berkedip. Apalagi di tambah mobil yang di tumpangi Juna, mobil sport keluaran limited edition tahun ini.
"Siapa dia?" Bisik-bisik para wanita di kampus.
"Bukankah itu pria yang kemarin?"
"Jadi dia mahasiswa di sini juga?"
"Dia seperti pangeran dalan negeri dongeng. Sangat tampan."
"Cih, apa bagus nya pria itu? Dia pasti hanya mengandalkan kekayaan orang tua nya."
Juna mendengar semua bisik-bisik yang mereka katakan, tapi Juna memilih acuh terhadap mereka, karena memang sifatnya yang arogan, dingin dan kaku.
"Hei, kalian lihat apa?" Bentak salah satu mahasiswi yang mengaku ratu di kampus tersebut.
Tak lain tak bukan dia adalah Bella, wanita yang sempat ingin di jodohkan mama Dania dengan Juna. Seketika kerumunan para wanita tadi pergi berpencar setelah mendengar suara Bella. Mereka takut terkena masalah karena memang Bella cukup berpengaruh di kampus itu.
__ADS_1
"Bel, lihat tuh ada cowok ganteng! Pantas saja mereka seperti cacing kepanasan." Ujar salah satu anggota geng nya.
Bella melihat arah tunjuk yang sering di sapa siwi tersebut. Dan benar saja mata Bella membola melihat siapa yang sudah menjadi pusat perhatian para wanita di kampus hari ini.
"Juna!" Ucap Bella dengan ekspresi terkejut.
"Itu benar Juna, aku tidak salah itu Juna. Kau semakin tampan Juna, dan aku semakin mencintai mu hingga kini. Apalagi tante Dania yang berencana akan menjodohkan kita. Aku harus lebih ekstra mempengaruhi dan mengambil hati tante Dania." Bella membatin.
Juna dan Bella sebenarnya satu sekolah di masa SMA. Bella selalu mendekati dan bahkan menyatakan perasaanya pada Juna. Tapi Juna tak pernah bersimpati apalagi menanggapi nya.
"Kenapa kau bengong Bel? Bukankah itu seleramu? Ayo taklukan dia! Nanti keburu di embat orang." Kata mirna yang juga anggota geng nya.
"Siapa yang berani mengincar pria itu, maka akan berurusan dengan ku!" Ujar Bella yang sengaja agak di keraskan agar para wanita yang masih betah di sana mendengar.
"Junaaaaa!" Teriak Bella.
Kebetulan saat itu Juna sedang berhenti karena di hadang dosen yang di tugaskan pak rektor untuk mengantar Juna di kelas nya.
Namun Juna hanya menoleh dan melanjutkan langkah nya tanpa memperdulikan panggilan Bella.
Hal itu sontak membuat semua orang yang melihat ingin menertawai Bella, tapi mereka hanya menahan nya saja membungkam mulut dengan tangan.
"Apa? Kalian masih mau kuliah di sini? Ayo tertawalah!" Bentak Bella.
__ADS_1
Ia kesal dan bercampur malu karena Juna yang mengacuhkannya.
"Awas kau Juna! Jangan panggil aku Bella sang ratu kampus jika tidak bisa menaklukan mu." Gumam Bella berlalu dengan suara kaki di hentak kan.