Noda Bunga Desa

Noda Bunga Desa
Part 12 Cemburu?


__ADS_3

Karena tak tahan menahan gejolak amarah, berbumbu dengan cemburu Juna akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruang perpustakaan.


Ia pun sukses menjadi perhatian para mahasiswi di sana. Tak menyangka jika pria yang menjadi topik trending menyambangi perpustakaan. Karena pada umum nya yang sering ke perpustakaan tersebut adalah pria yang berpenampilan kutu buku. Dan para readesr pasti paham seperti apa si kutu buku. 🤭😀


"Hei, lihat tuh! Itukan cowok yang sedang jadi buah bibir? Ngapain dia ke sini?" Ucap salah satu mahasiswi berbisik.


"Ya bacalah, emang ngapain ke perpus kalau tidak baca?" Timpal salah satu mahasiswa berkacamata tak suka dengan kehadiran Juna.


"Aku kira wajah setampan itu tak suka dengan berbau perpus. Ya biasalah, seperti para cowok-cowok modern jaman sekarang." Ucap mahasiswi itu lagi.


"Hei, kalau mau ngobrol jangan di sini!" Tegur pengawas perpustakaan tersebut.


Selang 5 menit memilih buku, Juna menjatuhkan pilihan pada buku tentang hukum. Dan ia pun memilih bangku yang paling pojok.


"Boleh duduk? Rupanya kau masih hobi membaca." Ujar wanita itu duduk tanpa persetujuan Juna.


Juna di kejutkan dengan suara seorang wanita menyapa dengan berbisik bahkan wanita tersebut berani duduk di hadapan nya. Sedangkan sejak tadi tak ada satupun yang berani duduk ataupun menyapa nya.

__ADS_1


Juna mendongak penasaran pada wanita tersebut. Karena suara itu sangat mirip dengan suara wanita yang sangat ia benci selama ini.


Sebenarnya ia tak suka membaca dengan ada nya orang lain di sekitar nya. Sebab itulah ia mempunyai ruangan khusus perpustakaan di mansion nya.


Matanya membulat setelah melihat siapa yang menyapa.


"Bella!"


Juna mendongak melihat wanita tersebut dengan sorot mata tajam seakan ingin menerkam lawan.


Dan ternyata tebakan nya benar.


Tak berfikir panjang lagi, Juna segera meletakkan buku yang di baca nya di atas meja.


Ia berdiri dan segera melangkah pergi tanpa menghiraukan Bella yang memanggil nya.


"Mau kemana kau Juna? Aku belum selesai ngomong!" Teriak Bella tanpa menghiraukan ketenangan di perpustakaan.

__ADS_1


"Sudah ku katakan sejak dulu untuk tidak mendekatiku Bella!" Ujar Juna ketus saat sampai di luar perpustakaan.


"Aku tidak perduli! Aku sangat mencintai mu hingga kini perasaan ku tidak berubah.


Sudah lama aku menunggumu untuk kau kembali ke tanah air. Dan selama itu setiap minggu selalu ku sempatkan ke rumah mu. Hanya untuk apa? Hanya untuk tau kabar mu. Karena kau tidak mungkin memberi ku kabar!" Ujar Bella memasang wajah sendu yang di buat-buat.


Bukan Juna nama nya jika ia tak bisa menangkap raut sendu yang di buat -buat oleh Bella.


"Kau pikir aku terharu dan bersimpati?"


"Ingat satu hal Bella! Aku bukan mama ku yang bisa kau bodohi dengan wajah busuk mu itu. Jadi jangan pernah mencoba mendekati aku lagi jika tidak kau akan tau akibat nya!" Ancam Juna dan pergi meninggalkan Bella yang menampakkan wajah masam dan tak terima.


"Sialan kau Juna!" Umpat Bella menatap punggung Juna pergi.


"Jika bukan karena hartamu maka aku tidak sudi berpura-pura baik di depan orang tua mu. Cih, membosankan!" Umpat nya lagi.


Ia merogoh benda pipih nya di dalam tas lalu menelfon seseorang.

__ADS_1


"Halo!" Jawab seseorang d seberang sana.


__ADS_2