Noda Bunga Desa

Noda Bunga Desa
Part 7 Usul Kevin


__ADS_3

Pagi ini Juna berangkat ke kantor, ia tak lagi sarapan pagi karena masih enggan untuk berhadapan dengan kedua orang tuanya. Hati nya masih merasa kecewa atas perjodohan yang di inginkan mama Dania. Ia merasa orang tua nya tidak pernah mengerti apa yang ia inginkan.


"Den Juna, tunggu den!" Panggil mbok Inem.


"Ada apa mbok?" Tanya Juna heran.


"Mbok tau aden pasti akan melewatkan sarapan pagi jadi mbok buatkan bekal untuk aden sarapan di kantor. Mbok tidak mau aden sakit!" Ucap mbok Inem seraya menyodorkan kotak bekal.


"Mbok buatkan sandwich kesukaan aden." Imbuh nya lagi.


"Terimakasih mbok." Juna menerima kotak makan tersebut dengan merasa terharu.


Mengapa bukan keluarganya yang memberikan perhatian tersebut? Mengapa orang lain yang harus mengerti keadaan dan yang di inginkan nya? Itulah pikiran Juna. Selalu mbok Inem dan paman Joko.


Juna melangkah pergi memasuki mobil yang telah terparkir, begitupun Kevin yang telah menunggunya sedari tadi pagi.


"Tuan, ini berkas yang anda ingin kan!" Kevin menyerahkan berkas tentang Roro pada Juna saat mobil telah melaju.


"Terimakasih Kevin, kau paling tau apa yang ku inginkan." Ucap Juna sendu mengingat jika orang lain lah yang lebih mengerti diri nya.

__ADS_1


"Sa_sama-sama tuan." Ucap Kevin terbata.


Ia merasa heran dan merasa tak percaya jika yang ada di samping nya ini adalah majikannya. Karena selama ia bekerja pada Juna, tak sekalipun ia mengucapkan kata terimakasih sekalipun ia memenangkan tender besar. Juna hanya akan memberinya hadiah dan liburan sebagai tanda apresiasinya.


Juna membuka dan membaca berkas tentang Roro. Kevin mendapatkan berkas tersebut semalam dari anak buah yang ia suruh untuk mengikuti Roro sejak di bandara.


"Cantik." Ucap Juna.


Sudut bibir Juna terangkat ketika melihat foto Roro sedang makan di warung nasi Serbu. Hal itu membuat mood booster bagi Juna setelah kesedihan yang ia alami saat ini. Mata Juna melotot setelah melihat nama lengkap Roro dan asal kota Roro, Solo.


"Apa kau yakin dengan keakuratan informasi ini Kevin?" Tanya Juna penasaran.


"Apa ada lagi tuan?" Tanya Kevin penasaran.


"Bukan seperti itu. Hanya saja nama gadis itu mirip seperti seseorang di masa lalu ku." Jawab Juna jujur.


Kevin terdiam, karena ia mengerti dengan apa yang di maksut Juna tentang masa lalu. Selama ini Juna telah berusaha mencari gadis kecil yang ia sebut dengan nama Arum. Tapi sampai sekarang Juna belum juga menemukannya.


'Roro sekar arum, apa mungkin mereka orang yang sama? Bahkan mereka sama-sama berasal dari Solo. Tapi kota Solo itu lebar dan banyak orang solo yang menggunakan nama itu. Tapi jantung ini? Mengapa melihat nya jantung ku berdebar sama seperti dulu saat sedang bersama arum ku? Meski melihat nya hanya lewat foto,' batin Juna.

__ADS_1


"Perintahkan anak buah mu untuk selalu mengintai dan mengikuti gadis ini kemanapun ia berada. Dan berikan informasi kegiatan apapun yang ia lakukan. Kerjakan tanpa terlihat!" Perintah Juna.


"Baik tuan." Jawab Kevin.


Juna sangat penasaran pada sosok Roro. Ia ingin memastikan sesuatu tentang gadis yang mampu mencuri perhatiannya tersebut. Sedangkan Kevin semakin yakin jika tuan nya sedang jatuh cinta pada gadis tersebut. Karena tidak pernah sama sekali tuan nya memerintahkan seseorang hanya untuk mengintai seorang gadis. Kecuali musuh saingan bisnis nya. Sebenarnya Kevin merasa lega jika memang benar Tuan nya sedang jatuh cinta. Hal itu menunjukkan jika Tuannya adalah laki-laki sejati, selama ini ia berfikir jika tuannya menyukai sesama jenis. Karena selama ini ia tidak pernah melihat Juna berdekatan bahkan sekalipun bersahabat dengan seorang wanita.


"Tuan, saya sarankan untuk tuan melanjutkan kuliah anda di universitas tersebut. Bukankah jurusan psikolog yang sempat tuan ambil saat di luar negeri masih belum selesai? " Usul Kevin.


"Untuk apa aku melakukan hal itu?" Tanya Juna tak mengerti dengan tujuan Kevin.


"Tuan, sebelumnya saya meminta maaf jika kata-kata saya ada kesalahan. Tapi saya hanya bermaksud agar tuan lebih dekat dengan nona Roro untuk menggali informasi lebih dalam lagi tentang nona Roro. Untuk memastikan apakah nona Roro adalah orang yang sama dengan orang di masa lalu tuan yang selama ini tuan cari secara diam-diam." Jelas Kevin yang tau apa yang tuan nya inginkan.


Tujuan utama Kevin bukan karena hal itu, pekerjaan itu bisa saja ia tangani tanpa harus melibatkan Juna. Tapi ia ingin agar tuan nya selalu bisa berdekatan dan bersama dengan Roro. Kevin yakin tuan nya memiliki rasa pada Roro, terlihat dari sikap tuan nya yang tak biasa dari seperti biasanya jika berhadapan dengan seorang wanita. Kevin ingin Juna bahagia, dan ia yakin Roro lah sumber kebahagiaan Juna.


"Kau atur pendaftaran ku di universitas tersebut!" Perintah Juna.


"Baik tuan!"Jawab Kevin tersenyum.


'Tuan, semoga kehadiran nona Roro bisa membuatmu bahagia. Semoga ia mampu merubah sifat mu yang terlalu dingin dan kaku'. Batin Kevin.

__ADS_1


Untuk menjadikan Juna sebagai pewaris yang layak, Kevin sangat mengetahui persis bagaimana Juna di didik begitu keras oleh orang tua nya dan kakek nya dahulu. Bahkan ke dua orang tua nya seakan tak perduli dengan apa yang di inginkan Juna. Karena Kevin sedari kecil telah menjadi asisten pribadi Juna, ia di temukan kakek Wilson di pinggir jalan. Karena sebuah insiden, ia pun akhirnya di adopsi dan di sekolahkan oleh kakek Juna. Ia menjadi asisten sekaligus pengawal pribadi Juna karena kecerdasan Kevin dan tentunya ilmu beladiri yang memumpuni.


__ADS_2