Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!

Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!
Chapter 01


__ADS_3

Aku adalah nona muda dari keluarga kaya, tapi aku malah dipaksa menikah oleh papa ku, apalagi dengan seorang pria yang tidak ku kenal.


Nama ku adalah Arentha Cellastia, umurku 17 tahun, aku memiliki rambut panjang nan lurus dan hitam legam. Aku memiliki warna mata ungu gelap, yahh itu warna mata keturunan keluarga ku.


Aku adalah nona muda dari keluarga kaya.


 


*Rumah Arora*


Saat itu Arentha datang ke ruang kerja papa nya, dan menggeplak sebuah meja tanda kalau ia tidak terima dengan perjodohan ini.


"Pa, kalau papa terus paksa aku untuk menikah, aku akan kabur dari rumah ini!" Ancam Arentha kepada papa nya.


Seraya tidak peduli, papa nya hanya bersikap tenang dengan sifat anak nya itu.


"Oh, Kamu menentang pernikahan ini ya?"


"Iya, kalau papa terus paksa aku, aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali!" Ancam Arentha sekali lagi.


Arentha berharap dengan ancaman itu, pernikahan nya akan di batal kan, dan ia bisa menikmati masa mudanya dengan bersenang-senang dan menikmati uang keluarganya.


_Humph, Papa sangat sayang pada ku, trik ini pasti berhasil! Ha-ha, cepatlah menyerah, Papa!_ Batin Arentha, berharap kalau hati papa nya akan luluh.


Tapi siapa sangka kalau papa nya malah tidak peduli dengan ancaman itu dan malah mendukung putri nya untuk pergi dari rumah.


"Ok, pergilah!" Ucap papa nya.


"Huhu, anak ku sudah besar rupanya. Dia tidak mau mendengarkan ku lagi!" Ucap papa nya sedikit dramatis.


"Wulan, ambilkan koper nona!" Suruh sang papa ke pada pelayan di rumah itu.


"Baik, Tuan."


Arentha yang kaget atas jawaban papa nya yang malah menyuruhnya pergi dari rumah, dan tidak biasa nya papa nya begini, harus nya papa nya akan membatalkan pernikahan ini untuk Arentha, tapi kenapa malah sebaliknya, dan ia malah mengiyakan ancaman yang di lontarkan Arentha itu.


_Bukan, Pa, Seharusnya papa memohon agar aku tidak pergi!_ batin Arentha yang kaget atas jawaban papa nya.


Beberapa saat kemudian, pelayan tersebut kembali ke ruang kerja papa Arentha, alias majikan dari pelayan tersebut, dan di tangan nya sudah ada koper berwarna biru laut yang berisi pakaian Arentha.


"Koper mu sudah siap, Nona Arentha." Panggil pelayan itu sambil memberikan koper tersebut kepada Arentha.


Arentha masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi, mengapa papa nya malah tidak peduli pada nya, padahal ia sudah mau pergi, apa papanya sudah tidak sayang pada nya lagi?

__ADS_1


_Apa, Papa sengaja melakukan ini?_ Ucap Arentha dalam hati.


"Kamu bisa pergi, Arentha. Tapi ada syaratnya." Ucap papa nya sambil memberikan sebuah syarat kepada Arentha.


Arentha yang bingung dengan syarat apa yang akan di katakan papa nya hanya mengangguk seraya mendengarkan.


"Pertama, kamu tidak boleh membawa uang sepeser pun. Kedua, orang luar tidak boleh tahu mengenai keluarga kita!" Ucap papa nya kepada Arentha.


Ya, keluarga Arentha ialah keluarga yang sangat misterius, kenapa papa nya malah melarang nya untuk memberi tahu orang lain tentang nama keluarga nya.


"Dan, tentu saja, kalau dalam dua tahun kamu bisa mendapatkan 1 juta dollar dengan kemampuan sendiri, papa tidak akan memaksamu untuk menikah lagi, kalau tidak.....


Papa akan memaksa mu untuk menikah!" Ancam papa nya.


Mendengar hal itu, membuat Arentha marah dan hendak melenggang pergi dari ruang kerja papa nya.


"Humph, lihat saja nanti!"


_Pa, kamu yang memaksaku!_ batin Arentha.


Sebelum Arentha hendak melangkah keluar dari ruang kerja papa nya, dia berbalik menghadap meja di ruang kerja papa nya.


"Aku tidak hanya akan mendapatkan uang satu juta dollar, tapi aku akan menemukan cinta sejatiku, aku tidak membutuhkan belas kasihmu !"


Setelah itu Arentha pergi dari rumah tersebut, dengan harapan kalau ia akan bisa mendapat kan uang seratus juta dalam dua tahun dan juga menemukan cinta sejati nya.


 


Sekali lagi, akan ku perkenalkan diriku.


Nama ku adalah Arentha Cellastia Arora.


Ya, marga keluarga ku adalah Arora, aku adalah nona muda dari keluarga Arora, dan anak dari CEO. Ya, papa ku yang sangat menyebalkan tadi, nama nya adalah Randra Arora.


Aku pergi dari rumah. Dengan alasan yang sudah kalian ketahui, papa telah mengatur pernikahan ku!


Ya ampun, aku baru berumur tujuh belas tahun! Dan juga.... seorang wanita harus menikah dengan cinta sejati nya, Benar tidak?


 


Di tengah jalan, Arentha merasa kelelahan karena berjalan kaki, apa lagi ia sudah lama berjalan kaki dari rumah nya itu, di tambah lagi dengan adanya matahari yang terik, yang menambah lelah gadis itu.


_Huh, sudah dua jam, akhirnya aku keluar dari wilayah keluarga ku_ batin Arentha.

__ADS_1


_Oh, satu juta dollar, bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu.., aku tidak bisa kembali untuk mengaku kalah kan? Aduhh.. Apa yang kamu pikirkan? Arentha, pergi dan temukan cinta sejati mu! Tapi ini panas sekali, aku pengen minum, dimana airnya? Air..._ Pikir Arentha dalam hati.


Ia begitu kehauasan sehingga terjatuh dan tenggelam kedalam sungai yang ada di pinggir jalan tersebut.


*BYURR*


_Gawat! Aku tidak bisa berenang! Sesak sekali tolong.._


Teriak Arentha dalam hati, sebelum ia mulai hilang kesadaran.


Tapi siapa sangka ada seorang laki-laki yang menolong nya, pria itu menyelam dan menghampiri Arentha.


_Ganteng_ batin Arentha yang hampir pingsan.


Laki-laki itu memberikan ciuman untuk bisa berbagi nafas, agar Arentha tidak kehilangan kesadaran, dan nanti malah tambah Gawat.


Laki-laki itu menyalurkan nafas kepada Arentha lewat ciuman.


_Ciuman pertama ku....Hey, ini.._


Laki-laki itu dengan cepat membawa Arentha ke atas dan meletakkan nya di tepi sungai.


Setelah itu laki-laki tersebut meninggalkan Arentha yang masih basah kuyup tanpa berbicara apa pun. Ia bergegas memasuki mobil nya.


"Uhuk, uhuk. Hey, terima kasih.." teriak Arentha kepada Laki-laki itu.


_Aku belum berterima kasih, bahkan aku belum menanyakan nama nya_


"Anda tidak apa-apa Tuan?" Ucap supir laki-laki itu.


"Iya tidak apa-apa."


Sebelum ia memasuki mobil nya, ia membalik kan badannya dan melihat Arentha.


Arentha melihat sosok laki-laki tersebut dengan pakaian kemeja yang basah, terlihat badan yang kekar dan bagus dari laki-laki itu, dengan rambut hitam pekat, serta warna mata yang kebiruan, menambah kesan sexsy dan tampan pada laki-laki itu.


Laki-laki tersebut tersenyum ke arah Arentha dan melambaikan tangan nya tanda akan berpisah.


Setelah itu ia memasuki mobil nya.


"Ayo, jalan sekarang !" Ucap laki-laki itu kepada sang supir.


"Baik, Tuan." Jawab nya.

__ADS_1


Di sisi lain, Arentha yang masih termenung dan melihat mobil yang sudah melaju semakin jauh.


Semoga aku bisa bertemu dengan nya lagi. harap Arentha.


__ADS_2