Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!

Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!
Chapter 09


__ADS_3

Di pasar


Arentha yang pergi ke pasar untuk membeli bahan masakan untuk tuan-tuan nya itu, ia heran mengapa orang-orang memperhatikan nya dengan serius dan tertawa saat melihat diri nya, apakah karena baju nya?


Heran, kenapa semua. Ya melihat ke arah ku? Ucap Arentha dalam hati.


Apa karena aku terlalu cantik? batin Arentha Narsis.


Ia mulai membeli bahan-bahan untuk memasak, saat ia melewati sebuah toko dan melihat ke arah kaca jendela, ia melihat ada sesuatu yang tertempel di belakang punggung Arentha.


Apa itu di belakang ku? Batin Arentha dan ia mendekat ke kaca jendela tersebut dan menghadap ke belakang untuk melihat ada apa di belakang punggung nya.


Ia melihat ada sebuah kertas yang tertempel di belakang,


Di kertas tersebut bertuliskan SAYA IDIOT, TOLONG CINTAI SAYA


Arentha yang melihat tulisan di kertas itu, menjadi marah apalagi kertas itu tertempel di punggung nya, pantas saja dari tadi setiap orang lewat selalu menertawakan diri nya.


"SIALAN, PARA IDIOT ITUUU!!" Teriak Arentha hingga suara nya menggema di pasar itu.


********


Ruang tamu asrama taman Royal


Di sisi lain, Ke tiga tuan muda sedang berbincang-bincang sambil duduk di atas sebuah sofa berwarna merah tua.


"Menurut kalian, kapan dia akan menyadari nya?" Tanya Lanno kepada dua teman nya dan satu kaki di naikkan ke atas paha nya.


"Kalau dia tidak bodoh, seharus nya dia sudah kembali sekarang. Tapi sampai sekarang dia masih juga belum kembali, aku rasa kebodohan nya melebihi Evan." Ucap Alex.


"Berani sekali kamu membandingkan dia dengan ku? Aku rasa dia tidak sebodoh diri ku!" Ucap Evan tanpa sadar.


"Yep, dia tidak sebodoh diri mu." Sahut dua laki-laki tersebut bersamaan.


"BUKAN, BUKAN, Aku rasa aku lebih bodoh di bandingkan diri nya!" Ucap Evan lagi tanpa pikir panjang.


"Yep..." Jawab Alex di dengan anggukan.


"Aku rasa... kamu yang paling bodoh!" Ucap Lanno sambil memegang pundak Evan.


"Ooooooo, jahat..." Evan merengek dan pergi berjongkok di pojok ruangan, melihat Evan seperti itu, ke dua laki-laki itu hanya tertawa lepas.


"Oke, saat nya serius. Alex, kenapa kita tidak bertaruh saja kapan Arin akan kembali?" Tantang Lanno kepada Alex.


"Taruhan apa?" Tanya Alex yang merasa taruhan nya akan menarik.


"Aku bertaruh kalau dia akan kembali dalam waktu dua puluh menit. Alex, aku menginginkan jam tangan baru yang kamu dapatkan dari acara pelelangan!" Ucap Lanno.


"Aku bertaruh dia akan kembali sekarang juga! Aku menginginkan mobil sports baru mu itu, Lan!" Taruh Alex dengan senyum.


Kedua laki-laki itu saling menatap dan tiba-tiba ada seseorang yang mendobrak pintu utama.

__ADS_1


"DASAR BRENGSEK KALIAN, BENARI MEMPEMAINKAN KU!" Teriak Arentha dalam ruangan tersebut sambil mendobrak pintu.


"Kamu kalah...!" Ucap Alex kepada Lanno, dan ia tersenyum puas.


Lanno yang kehabisan kata-kata hanya bisa diam saja, dan membayang kan mobil sports nya akan di ambil oleh Alex.


"Katakan pada ku, siapa yang melakukan ini?!" Ucap Arentha dengan kesal sambil menggeplak sebuah meja yang ada di depan ke dua laki-laki tersebut, Arentha memberikan sebuah kertas yang tertempel pada punggung nya tadi.


"Aku!." Jawab Lanno sambil tersenyum.


Lanno Racman? Aku kira Evan Agra yang melakukan nya batin Arentha.


"Kenapa kamu melakukan nya?!" Tanya Arentha yang kedua tangan nya berada di sambil pinggul nya.


"Karena kamu membuat aku kehilangan uang lima belas juta, apa kamu tahu, baby, sekarang pun kamu juga sudah membuat aku kehilangan sebuah mobil sports, dan... kamu tahu kan apa akibat nya?" Ucap Lanno yang mendadak berdiri di depan wajah Arentha.


"Tapi, lupakan dulu saja, sekarang kamu pergi ke taman belakang dan mandikan Cat, lalu siap kan makan malam!" Perintah Lanno yang berjalan ke arah jendela ruangan.


"Oh, iya, baiklah." Jawab Arentha.


Setelah Arentha sampai di tamab belakang, ia masih sangat kesal dengan kelakuan Lanno tadi.


Tidak Tunggu dulu! Lanno Racman yang mengerjai ku lebih dulu, begitu di balas malah menyalahkan ku, benar-benar tidak masuk di akan! batin Arentha geram.


Kemudian Arentha pergi mencari cat untuk memandi kan nya, ia berteriak memanggil nama hewan peliharaan tersebut.


"Cat? CAT? Catt, di mana kamu?" Teriak Arentha memanggil.


*Brukk*


Cat tersebut melompat ke arah Arentha, hingga membuat ia jatuh,


"Guk, guk, guk."


"Ka—Kamu Cat?! KENAPA MENAMAKAN CAT UNTUK SEEKOR ANJING?" Teriak Arentha kesal sambil di jilati oleh cat.


~


Sore hari pun tiba dengan begitu cepat. Arentha sudah selesai untuk memandikan anjing itu hingga bersih.


"Puff.., akhirnya selesai juga." Ucap arentha lega.


Tak lama setelah itu, Arentha yang masih di samping cat, tak sengaja terkena air dari kibasan bulu cat tersebut, yang membuat baju Arentha basah.


Setelah di permalukan oleh orang-orang itu, bahkan sekarang anjing juga menindas ku?!! batin Arentha ngenes.


"APA LANGIT SUDAH BUTA HAH?!" Teriak Arentha kepada langit sambil mengangkat kedua tangan yang mengepal ke atas. Kemudian.. hujan pun turun mengguyur nya.


Sungguh hari yang sial!


*Ekspresi Arentha ( - _ - ) .

__ADS_1


Kemudian Arentha kembali ke dalam Asrama dan mengganti baju nya. Setelah itu Arentha memasuki dapur dan beniat untuk memasak, Arentha lupa kalau bahan masakan nya semuanya tertinggal di pasar.


Oh, karena mereka aku sampai lupa untuk mengambil sayur. batin Arentha.


"Semoga di dalam lemari es masih ada yang bisa di makan!" Harap Arentha dan kemudian ia membuka lemari es tersebut.


Huh? Kosong, Apa mereka itu iblis ya?!!


"Hey, jelek, makan malam susah siap belum?"


"Gadis cepat lah!"


"Arin, aku lapar, cepat lah atau kamu akan tahu akibat nya!" Ucap ketiga laki-laki itu.


"Aduhh, gimana ini, mana cuma tersisa tepung di dalam lemari es, oh celakan sudah." Ringis Arentha.


Tiba-tiba Arentha mendapat kan sebuah ide dalam otak nya.


"Ahaaa,, bagaimana kalau..."


*******


Setengah jam kemudian


Arentha sudah selesai menyiapkan masakan nya dan menyajikan masakan tersebut di atas meja makan.


"Tuan-tuan, silakan di nikmati!" Ucap Arentha mempersilahkan.


Di atas meja terdapat makanan spageti yang terlihat enak dan di atas nya terdapat daging yang menambah kesan baik pada makanan tersebut.


"Arin, duduk lah dan makan bersama kami!" Ajak Alex kepada Arentha.


"Terima kasih tuan." Ucap Arentha dan kemudia duduk di meja makan bersama ke tiga laki-laki itu.


"Eh? Jelek, kenapa tidak ada daging di dalam spageti kamu?" Tanya Evan sambil mengunyah makanan nya.


Nikmatilah makanan yang sudah aku siap kan untuk kalian! Ucap Arentha dalam hati.


"Aku vegetarian, Tuan Agran." Jawab Arentha panik.


Dari kejauhan datang lah cat dengan gonggongan nya.


"Guk, guk, guk"


Kemudian cat datang ke meja makan tersebut dan menatap makanan yang ada di atas meja makan dengan mata berbinar-binar.


"Kenapa cat ada di sini?" Tanya Alex.


"Dan kenapa dia selalu melihat ke arah mangkuk kita?" Tanya Evan juga.


"A—apakah daging nya ini berasal dari...?"

__ADS_1


__ADS_2