Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!

Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!
Chapter 11


__ADS_3

Arentha yang mendengar hal ambigu yang di bicarakan oleh Alex, membuat nya kebingungan.


"Ha— hal yang belum kita selesai kan...?" Tanya Arentha gugup.


Alex yang melihat tingkah Arentha yang begitu lucu menurut diri nya, malah Alex ingin lebih menggoda Arentha lagi. Alex kemudian melepas baju nya dengan senyum jahat yang ada di wajah nya.


"HAA, Hei, kenapa kamu malah membuka baju mu? BERHENTI! BERHENTI SEKARANG!" Teriak Arentha sambil menutup mata nya.


Arentha sebenar nya tidak benar- benar berteriak, ia hanya berpura- pura saja, ia membuka sedikit celah di jari nya, untuk mata nya melihat keluar.


Kenapa ****** ***** nya tidak di lepas saja sekalian? Mengecewakan! Ucap Arentha dalam hati sambil berharap kalau ****** ***** Alex akan di lepas.


Setelah Alex melepas baju nya, ia hanya telanjang dada, tidak benar- benar membuka semua pakaian nya.


Alex pun mendekat kan tubuh nya kepada Arentha. Yang membuat wajah Arentha merah merona.


"Come on, Baby!" Ucap Alex menggoda kepada Arentha.


"HAH? KAMU SERIUSAN!!! Ohh, berhenti, TOLONG BERHENTIII!!!" Teriak Arentha yang panik saat tubuh dan wajah Alex menyentuh Arentha, apalagi di area sensitif terhadap hembusan nafas.


Tiba-tiba saja terdengar ada seseorang yang membuka pintu kamar Alex, yang membuat ke dua orang di kamar itu menoleh secara bersamaan.


"Hey, lagi main apa sih?" Ucap Lanno dengan senyum nya.


Melihat ada Lanno di dekat pintu, Arentha kemudian berteriak kepada Lanno dan memohon kepada lelaki itu.


"Tuan Racman, TOLONG Tuan Racman!" Ucap Arentha sambil mendorong tubuh Alex menjauh dari diri nya.


"Poof, Alex, apa kamu tidak paham pepatah? Kelinci tidak memakan rumput di sekitar sarang nya.. Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu kepada pelayan kita?!" Ucap Lanno dengan tawa nya.


"Iyaa! Benar itu, benar!" Ucap Arentha sambil mengangguk.


"Dan lagi, dia sangat jelek!" Lanjut Alex.


"IYAA! Iyaa benar!" Ucap Arentha lagi, sebelum menyadari apa yang di katakan Alex.

__ADS_1


"Ehh, apa? Tidakkk!" Ucap Arentha yang setelah menyadari apa yang di katakan oleh Alex.


Kemudian Alex melihat ke arah Lanno dan tersenyum kepada nya.


"Lanno, mari bermain bersama!" Ajak Alex kepada Lanno.


"Ha! Alex, kamu memang sangat mengenal ku ya!" Jawab Lanno dengan senyum mencuriga kan nya.


Setelah itu Alex dan Lanno menatap Arentha dan mendekati nya secara perlahan- lahan.


"Ap—APA YANG KALIAN INGIN LAKUKAN!?" Teriak Arentha dan berusaha menjauh dari ke dua laki -laki itu.


"Kamu kan sudah tahuu, hahahahahehe!" Ucap Lanno dengan tawa nya dan sambil memainkan jari- jari nya ke atas dan ke bawah seperti ingin meremas sesuatu.


Begitu juga dengan Alex.


"Tentu saja...!" Ucap Alex yang kian mendekat.


Alex kemudian mendorong Arentha kembali ke kasur dan menahan tangan Arentha dengan kedua tangan nya.


"Tidak, kumohon, hentikan! Aku ini sangat jelekk!" Ucap Arentha yang ketakutan sambil merengek.


Entah dari mana datang nya, kepala Evan muncul secara tiba- tiba di samping kasur Alex dan menatap ke tiga orang itu dengan datar.


( ● _ ● )


"Tuan Agra, tolong aku Tuan!" Rengek Arentha memohon.


"Apa kamu meminta nya untuk ikut bermain bersama?" Ucap Lanno tepat di samping telinga Arentha.


"TIDAKKK!" Teriak Arentha secara tiba- tiba.


"Atau hanya dengan kami berdua saja, tidak akan membuat mu merasa puas ya?" Ucap Alex dengan tersenyum.


"TIDAK MUNGKIN!" Jawab Arentha.

__ADS_1


"Tuan Agra, aku tau kamu orang yang baik, benar kan? Dan juga kamulah yang paling bijak di antara mereka!" Arentha memohon kepada Evan, yang membuat Evan luluh begitu saja.


Evan kemudian menampak kan seluruh tubuh nya, ia memakai baju kaos putih polos dan celana pendek, di leher nya terdapat selimut berwarna merah yang sudah ia ikat di sana, seperti layak nya super hero.


"Mari aku tolong! Pahlawan penyelamat gadis cantik!" Ucap Evan sambil memukul dan menendang kedua laki- laki itu menjauh dari Arentha.


"Jangan lagi kalian menindah Arin!" Ucap Evan kepada ke dua laki- laki itu.


Mendengar pembelaan dari Evan, Arentha kemudian memelet kan lidah nya kepada Alex dan Lanno.


"IDIOT! Bodoh! Menyebalkan sekali!" Ucap ke dua laki- laki itu sambil memijit- mijit area tubuh yang di pukul oleh Evan.


"Tuan Agra, memang kamu yang terbaik, kamu lebih bijak di bandingkan mereka berdua!" Ucap Arentha memuji.


"Pintar sekali kamu, Arin, Ha—ha-ha..." Jawab Evan besar kepala dan senang saat ia mendapat kan pujian.


"Idiot, dia benar- benar tertipu habis- habisan oleh gadis itu!" Ucap Alex kepada Lanno.


"Yep, benar!" Jawab Lanno.


"Arin, kamu juga tidak bisa menyalahkan kami, di tengah malam kamu sendiri yang datang ke kamar Alex, tentu hal itu sangat mudah membuat orang salah paham kan?" Tutur Lanno kepada Arentha.


"Aku beneran minta maaf, aku benar- benar tidak tahu apa yang terjadi, mungkin aku tidur sambil berjalan!" Ucap Arentha dengan senyum terpaksa nya.


Bukan seperti itu!!! Aku marah, tapi aku harus tetap tersenyum! Batin Arentha.


"Tidur sambil berjalan? Apa hal itu bisa aku coba juga ke kamu?" Ucap Alex yang berada di depan Arentha.


"Aku beneran minta maaf! Tuan Casella.."


Alex kemudian sedikit menjauh dari Arentha dan membelakangi nya.


"Kalau minta maaf memang berguna. Untuk apa ada polisi?! Kalau kamu benar- benar ingin menebus kesalahan mu itu, maka di hari- hari dan waktu- waktu berikut nya kamu harus patuh kepada perkataan kami!" Ucap Alex yang membelakangi Arentha dan sesekali melirik ke arah nya.


"Baik, baiklah, Tuan Casella, selamat malam! Aku akan kembali ke kamar ku!" Jawab Arentha setuju sambil menahan amarah nya.

__ADS_1


Kemudian ia berjalan keluar dari kamar Alex dan menutup pintu nya meninggal kan ke tiga laki- laki itu di dalam kamar.


Setelah Arentha keluar, kemudian laki- laki itu saling menatap satu sama lain dan tertawa seperti merencanakan sesuatu.


__ADS_2