Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!

Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!
Chapter 12


__ADS_3

Ke esokan hari nya, ke tiga tuan muda sedang berkumpul di ruang tamu, mereka membicarakan tentang Arin yang akan ikut belajar di kampus Royal bersama mereka.


"Arin, mulai hari ini kamu ikut belajar ke kampus Royal bersama dengan kami!" Ucap Alex kepada Arentha.


"Kamu harus selalu siap untuk menerima perintah!" Lanjut Lanno.


"Baik, sekarang cepat ganti baju mu!" Perintah Evan kepada Arentha.


"Ganti baju? Untuk apa?" Tanya Arentha yang masih bingung kenapa ia harus mengganti pakaian nya.


"Kenapa? Kamu ingin tetap memakai baju pelayan? Baiklah, sesuai dengan keinginan mu." Ucap Alex dengan tersenyum.


"Tidak, tidak, aku akan mengganti nya!" Jawab Arentha.


------


Pagi hari di kampus Royal


Di pagi hari itu, seperti biasa para gadis berkumpul di sepanjang jalan yang di lewati oleh ke tiga tuan muda itu, tapi kali ini mereka bersama Arentha yang membuntuti nya di belakang. Arentha mengenakan pakaian jas wanita dengan warna putih, baju kemeja dengan warna abu- abu di di dalam jas tersebut, dan bawah nya memakai rok hitam ke abu- abuan yang selutut. Rambut nya masih tetap sama yaitu dengan kepang dua, tak lupa ia juga memakai kacamata serta make up bintik-bintik di pipi dan dekat hidung nya. Ia menggendong tas sekolah berwarna putih yang berisi kan buku untuk ia belajar.


Sejak hari ini aku akan belajar di kampus Royal bersama dengan tuan muda, semoga semua nya berjalan dengan lancar! ucap Arentha dalam hati sambil berharap.


Ruang Kelas


Tring—Ring—Ring


Bel berbunyi menanda kan semua pelajar harus memasuki ruang kelas. Di dalam ruang kelas itu terdapat anak- anak dari keluarga kaya raya, dan juga ada Arentha yang tengah berdiri di depan kelas.


"Perhatian semua nya! Dia adalah siswa kolomengrat di kelas A, nama nya adalah Arin, dan dia juga adalah pelayan bagi tiga tuan muda!" Ucap guru yang berada di samping tempat Arentha berdiri.


Kelas tersebut tiba-tiba menjadi gempar akan ke datangan Arentha, apa lagi Saat guru itu menyebut kan tentang tuan muda.


"Cih, rakyat biasa akan belajar di dalam kelas kolomengrat?"


"Bagaimana mungkin gadis jelek seperti itu bisa menjadi pelayan dari Taman Royal!"


"Kenapa dia harus melayani tiga tuan muda?


Ucap gadis- gadis yang berada di kelas tersebut, mereka memojokkan Arentha yang masih berdiri di depan kelas.


Ternyata sulit berurusan dengan mereka, aku harus tetap tenang, kampus Royal adalah kampus bangsawan terbaik se Asia, setiap tahun nya hanya berfokus untuk menghasilkan para kolomengrat di Asia, dan setiap tahun nya hanya Anak orang kaya raya dan mempunyai status sosial yang tinggi yang bisa masuk ke sini, hanya rakyat biasa bertalenta yang bisa masuk ke kampus ini, tapi itu pun masuk ke kelas biasa, jadi siswa biasa tidak memiliki status di sini! Ucap Arentha dalam hati.


"Baiklah, Arin, kamu duduk di baris paling belakang!" Ucap guru itu kepada Arentha. Dan di balas anggukan oleh Arentha.


"Hey, kamu bisa duduk di sini!" Ucap Alex kepada Arentha, dan menyuruh nya untuk duduk di dekat meja Alex.


"Baik" Jawab Arentha setuju.


Setelah ia sampai di meja yang di tunjukkan kepada Arentha, ia pun menarik kursi nya dan kemudian duduk, namun tiba- tiba....


Bruakkk


Kursi yang di duduki oleh Arentha menjadi patah dan membuat gadis itu terjatuh, dan mengenai bokong nya.

__ADS_1


Ke tiga tuan muda tersebut hanya tersenyum dan terkekeh sambil menahan tawa nya.


"APA YANG TERJADI DI BELAKANG ITU?!" Ucap buk guru yang mendengar Keributan di area barisan belakang.


"Guru, pelayan kami kentut hingga merusak kursi nya!" Ucap Evan sambil mengangkat satu tangan kanan nya ke atas.


Melihat hal itu dan mendengar apa yang di katakan oleh Evan, membuat seisi kelas tersebut menertawakan Arentha.


"Humph, siswa biasa memang tidak seharus nya ada di kelas kolomengrat, benar- benar cuma sampah! Kalau begitu, kamu mengikuti pelajaran dengan berdiri saja!" Ucap guru itu kepada Arentha.


Kemudian Arentha pun berdiri dan tanpa mengucap kan sepatah kata pun.


Apakah rakyat biasa itu hanya sampah? Tapi sampah di dalam kelas ini jauh lebih banyak! Khusus nya kepada ke tiga iblis itu! batin Arentha kesal.


Arentha mengikuti pembelajaran dengan berdiri, selama satu jam, ia hanya menulis dan mengamati materi apa yang di paparkan oleh guru itu.


"Lelah berdiri?!" Tanya Alex kepada Arentha.


"Menurut mu?" Jawab Arentha dengan muka datar nya.


"Kalau kamu lelah, ke sini aja, duduk di pangkuanku!" Ucap Alex kepada Arentha, tapi Arentha tak menghiraukan ucapan Alex tersebut.


Tring— Ring— Ring


Bel Istirahat pun tiba, semua siswa pergi meninggalkan ruang kelas dan menuju ke kantin, termasuk juga Arentha.


Di sepanjang koridor Arentha terus berfikir tentang Alex tersebut, ia mulai mencurigai nya.


Saat Arentha sedang menebak- nebak tentang apa yang akan di lakukan Alex kedepan nya, tiba- tiba ada yang menganghadang jalan, ia adalah seorang gadis dengan rambut panjang berwarna toska.


"HEY! Apa kamu pelayan dari tiga tuan muda? Tanya gadis itu, ia bersama dengan beberapa gadis lain nya di samping dan belakang nya.


Cih, masalah nya datang lagi!


"Iya, ada masalah apa ya?" Tanya Arentha tidak semangat.


"Oh kamu, aku perintah kan kamu untuk segera mengundur kan diri! Dengan begitu aku akan membantu mu untuk melanjutkan di dalam kelas rakyat biasa." Ucap gadis itu.


Lagi- lagi fans gila dari tiga tuan muda idiot itu? Batin Arentha.


"Aku akan senang hati mau keluar dari pekerjaan itu, jika kamu memberikan aku delapan puluh ribu dolar setiap bulan nya ke padaku!" Ucap Arentha.


"Humph, semua rakyat biasa hanyalah sampah mata duitan!" Ucap gadis itu sambil menarik kerah baju Arentha.


"Siapa yang kamu bilang sampah, hah?!"


"Tentu saja kam—" gadis itu tak melanjutkan omongan nya dan kemudian ia mendorong diri nya sendiri dengan tangan Arentha dan pura- pura terjatuh.


"Apa yang terjadi!" Ucap guru yang kebetulan berjalan di koridor tersebut.


"GURU, DIA YANG MENDORONG SAYA!" Ucap gadis itu sambil menunjuk ke arah Arentha.


"Aku tidak—"

__ADS_1


"Dasar siswa rakyat biasa, suka nya mencari masalah terus, tidak ada istirahat bagi kamu, sekarang pergi bersihkan toilet!" Ucap guru itu memotong penjelasan Arentha, dan kemudian ia pergi begitu saja.


"Gu—"


Melihat Arentha di marahi dan di hukum, membuat gadis itu tersenyum puas.


"Selamat menikmati istirahat mu!" Ucap gadis itu dan kemudian pergi meninggalkan Arentha di sana.


Mereka semua benar-benar orang yang jahat! Tidak heran papa sejak awal tidak mengizinkan ku untuk sekolah di tempat ini! batin Arentha, setelah itu ia pergi ke kamar mandi.


------


Di luar gedung tampak seorang gadis sedang berbincang- bincang kepada dua orang laki- laki,


Ya, gadis itu adalah gadis yang Arentha temui di koridor tadi.


"Hei, kalian, kalian tahu kan apa yang aku suruh? Bersiap- siaplah ke sana!" Ucap gadis itu kepada ke dua laki- laki suruhan nya.


"Baik, nona Donita!" Setelah itu ke dua laki- laki itu pergi ke tempat yang Donita suruh.


Aku tidak akan membiarkan wanita itu menyusahkan ke tiga tuan muda! Ucap nya dalam hati.


Toilet Pria


"Sial, sial, capek banget sih, mana lapar lagi!" Ucap Arentha.


Kemudian ia di kagetkan oleh kedatangan dua orang laki- laki di belakang nya.


"Oh, bukankah dia siswa rakyat biasa yang baru saja datang ke kelas kita?" Ucap salah satu dari dua laki -laki itu .


"Ma—maaf, kalian siapa ya? Kalian mau menggunakan toilet ini? Maaf, aku akan segera pergi!" Ucap Arentha.


"Oh, tidak perlu terburu- buru, kamu menjadi pelayan di taman Royal pasti karena ingin mendekati para tuan muda itu kan? Tapi bagaimana mungkin mereka akan tertarik kepada mu! Ucap laki-laki itu sambil menahan tubuh Arentha yang hendak pergi.


"OMONG KOSONG!" Ucap Arentha yang berusaha melepaskan diri.


"Jangan marah, kami ini juga seorang anak dari keluarga yang kaya, kalau kamu melayani kami, kami akan membuat hidup mu puas!" Ucap laki- laki satu nya. Sambil mendekat ke aras Arentha.


"Iyaa, kami juga tidak akan seperti mereka yang bersikap dingin padamu!"


"Apa yang kalian lakukan? Aku peringatkan jangan mencari gara- gara dengan ku ya!" Ucap Arentha yang mulai panik.


"Sekarang waktu nya makan siang, tidak akan ada yang datang!"


"SIAPA SAJA, TOLONG!"


"Lepaskan Dian!" Ucap seseorang yang datang dari luar toilet.


Syukurlah, ada yang datang! Batin Arentha yang lega, dan mata nya yang sudah berkaca- kaca.


"Ck, siapa sih yang mengganggu?" Ucap laki- laki yang memegang tangan Arentha itu.


"Lepaskan.., Pelayan ku, sekarang juga!"

__ADS_1


__ADS_2