
Arentha yang mengetahui bahwa orang di balik tirai tersebut ialah ketiga tuan muda, ia menjadi kaget dan kesal.
Kenapa sih, tidak di asrama, tidak di sini, kok malah ketemu mereka lagi! Argggh! batin Arentha kesal.
"Ayolah, Arentha, ini kesempatan terbaikmu untuk mendapatkan laki-laki tajir!" Ucap Rose sambil mendorong tubuh Arentha ke depan, dan memaksanya untuk naik ke atas panggung.
Dengan terpaksa Arentha naik ke atas panggung dengan topeng yang masih ia kenakan dan ia meminta tiga buah permintaan kepada ke tiga laki-laki itu. Semua orang yang ada di dalam caffe itu, berteriak histeris, ia iri dengan Arentha yang bisa mengajukan tiga permintaan kepada tiga pewaris keluarga besar itu.
Arentha mengamati ketiga laki-laki itu dengan seksama dan mulai mengajukan permintaan nya.
"Kamu, menggonggong seperti Anjing!" Ucap Arentha kepada Alex dengan jari telunjuk nya yang mengarah ke Alex.
"Kamu, mengorok seperti babi!" Perintah Arentha kepada Lanno.
"Dan kamu, tirukan suara monyet!" Permintaan terakhir Arentha kepada Evan.
"A-apa? Hey, gadis, kamu cari mati?!" Ucap Evan tak terima.
"MC nya bilang saya bisa meminta apapun!" Ucap Arentha dengan senyum puas di wajahnya.
"Ti-tidak! Saya tidak mengatakannya!" Ucap sang mc dengan panik sambil menggelengkan kepalanya.
Mendengar permintaan Arentha, Lanno kemudian maju mendekat ke arah Arentha, dan ia mulai memegang dagu gadis tersebut.
"Baby, maksud MC nya adalah... kamu bisa perintahkan kami untuk melakukan apapun kepadamu, bukan melakukan apapun kepada kami, jadi, apa yang kamu inginkan untuk kami lakukan kepadamu?" Ucap lanno tepat di telinga Arentha.
"Apa? Tidak ada! Kalau begitu sampai jumpa!" Ucap Arentha yang hendak turun dari panggung.
Sial, padahal aku ingin pakai kesempatan ini untuk mengerjai mereka, malah sekarang aku yang dikerjain! Ucap Arentha dalam hati.
"Benarkah? Berdasarkan peraturan nya, jika kamu melepaskan kesempatan itu, maka giliran kami yang akan memberikan mu perintah!" Ucap Alex membuat Arentha menghentikan langkahnya.
"Ap-apa? Kalian bercanda kan? Tidak bisa begitu dong!"
"Menurut peraturannya, memang begitu nona!" Lanjut sang MC.
"Hahahahaha, sekarang tirukan suara anjing, babi, dan monyet untuk kami!!" Ucap ketiga laki-laki itu kepada Arentha.
_____
Toilet Caffe Omnia
Setelah Arentha menjalankan hukuman nya dan di permalukan di depan banyak pengunjung, ia kemudian berlari memasuki toilet.
"Kenapa selalu aku yang di bodohi sih? Kenapa rasanya tidak adil sekali?" Oceh Arentha sambil melepaskan topeng nya.
"Baby, aku tahu kamu yang menjadi wanita bertopeng itu!" Ucap seorang laki-laki di dalam toilet tersebut hingga mengagetkan Arentha.
Lanno Racman?! Kenapa dia ada di sini? Ternyata dia sudah mengetahuinya, habislah sudah... habislah... Batin Arentha yang mulai panik.
Tanpa aba-aba, tiba-tiba Lanno menarik tangan Arentha hingga gadis itu ada di dekapannya.
"Baby, sebelumnya kamu mandi di dalam rumahku, sekarang kamu mencoba menarik perhatianku dengan cara seperti ini, kamu sudah bekerja keras!" Ucap Lanno sambil memeluk Arentha.
"Aku hanya kebetulan ikut dalam pesta ini, bukan mencoba untuk menarik perhatianmu.." ucap Arentha yang ingin melepaskan diri dari dekapan laki-laki itu.
Ugh, erat sekali pelukannya, dia, tidak mungkin berfikir jika aku menyukainya kan? batin Arentha.
"Oh, jawaban yang kejam sekali. Tapi, bukannya kamu mendaftar menjadi pelayan kami? Kenapa sekarang malah mundur?" Ucap Lanno sambil memegang dagu gadis itu kembali.
__ADS_1
Sial! Kalau bukan karena delapan puluh ribu dollar, aku sudah pasti akan keluar!
"Aku cuma tidak ingin menunggu kalian, apa tidak boleh?" Ucap Arentha dengan mendorong tubuh laki-laki itu menjauh darinya.
"Tentu boleh, bagaimana jika tinggal dalam taman Royal sebagai pacarku?" Lanno kembali mendekatkan dirinya ke arah Arentha.
"Tidak, lebih baik kamu cari saja wanita lain, Bye!" Ucap Arentha dan segera pergi dari toilet.
-------
Lorong Caffe
Arentha terus berlari dan meninggalkan Lanno disana, saat Arentha berfikir bahwa ia sudah lolos dari laki-laki itu, tiba-tiba muncul satu tuan muda lagi di lorong tersebut.
"Hei gadis! Ternyata kamu ya! Akhirnya ketemu juga!" Ucap Evan.
Arentha berbalik dan kembali berlari saat ia tahu bahwa di depannya adalah Evan. Saat ia berlari, tiba-tiba Lanno keluar dari toilet dan menghadang Arentha.
"Nah, he-he, kamu sudah tidak bisa kabur lagi!!" Ucap Evan yang kian mendekat ke arah Arentha.
Sial! Aku terjebak, aku bodoh bangett!
Arentha pasrah dengan apa yang terjadi saat ini, ia pasti akan tertangkap oleh tuan muda tersebut.
Tapi, tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik Arentha dengan cepat dan segera membawa Arentha pergi dari kedua laki-laki itu.
"Hah? Kerja dia!" Ucap Lanno.
"Hei bocah berhenti!" Teriak Evan yang mulai kehilangan sosok Arentha.
--------
"Hmmmm"
"Diam, kamu tidak ingin tertangkap sama mereka kan?" Ucap laki-laki itu sambil membekap mulut Arentha.
Suara ini, ini suara..
"Sial! Dimana gadis itu? Cepat sekali menghilangnya? Lagi-lagi dia kabur." Ucap kedua laki-laki terbuka dari luar gudang.
~
Setelah mendengar langkah kedua tuan muda itu kian menjauh, laki-laki itu kemudian melepaskan bekapannya dari mulut Arentha.
"Huffh, Terima kas—," Saat Arentha hendak mengucapkan terima kasih, tiba-tiba bibirnya di sentuh oleh laki-laki itu dengan jari telunjuk nya.
"Tidak usah, aku hanya.. tidak ingin berbagi dirimu dengan mereka saja!" Ucap Alex, dan secara tiba-tiba ia ******* bibir merah muda Arentha.
Eh, Ughh
"Berhenti... Hmmm.... Hentikan sekarang!" Teriak Arentha sambil mendorong-dorong paksa tubuh Alex.
"Gadis, kalau kamu ingin ditemukan oleh Lanno dan Evan, maka berteriak saja yang keras!"
Alex Casella, kenapa aku bisa tertarik dengan laki-laki brengsek seperti ini? batin Arentha menahan suaranya.
"Alex, Alex... dimana kamu? Kita sudah mau pulang!" Teriak Lanno dari luar gudang memanggil-manggil nama Alex.
"Ck, sayang sekali! Terpaksa kita lanjutkan lain hari saja, Arentha!" Ucap Alex sambil meninggalkan kissmark di leher Arentha.
__ADS_1
"Tidak, tidak ada kain hari brengsek!"
------------
------------
Asrama Royal Garden
Setelah dari Caffe bar Omnia itu, Arentha kemudian pulang ke Asrama Taman Royal larut malam dan segera ia tidur dengan cepat.
Pagi hari nya Arentha mengganti pakaiannya, ia kembali mengenakan pakaian pelayan dan mengepang rambutnya menjadi dua, tidak lupa dengan make up nya, Arentha teringat dengan moment-moment saat ia dengan Alex, entah itu saat ia tenggelam di sebuah sungai atau saat ia berada di dalam gudang bersama Alex.
Kenapa laki-laki itu bisa berbeda sekali di saat dia menyelamatkan aku ya? lamun Arentha.
"Arin, kamu sudah kembali!" Ucap Lanno membuyarkan lamunan Arentha.
Tuan Lanno, apa cuma imajinasi ku saja ya? Senyum Lanno hari ini sedikit aneh! batin Arentha dengan gugup saat berhadapan dengan Lanno.
"Pemotongan dua ribu dollar atas ketidakhadiran kamu!" Ucap Lanno kepada Arentha.
Ugh, huh, kalau bukan karena mereka, aku tidak akan pulang selarut itu, dan lagi, bukannya baru saja gajiku di potong tiga ribu dollar sejak dua hari masuk! Kapan taruhan dengan papa bisa selesai kalau begini,?! Batin Arentha.
"Tuan Racman, tolonglah... kamu tampan dan luar biasa, kamu tidak akan memotong gaji saya, iya kan?" Rayu Arentha kepada Lanno, tapi tidak ada respon dari laki-laki itu.
"Tuan Casella, kamu adalah pangeran tampan, bisikan tidak memotong gaji saya?" Ucap Arentha memelas kepada Alex, namun lagi-lagi tidak ada respon dari laki-laki itu.
"Tuan Agra.—"
"Oke, aku memang yang paling bijak, aku sudah tahu!" Jawab Evan memotong kalimat Arentha.
Cih, bocah ini makin pintar saja!
"Oh, Arin, kenapa ada titik merah di lehermu itu?" Tanya Evan.
"Ahh?!" Arentha mendadak terdiam.
"Huh, titik merah di leher?_ batin Alex mulai curiga.
Opps, kemarin malam ini bekas di cium oleh Alex Calsella! batin Arentha sambil menutupi bekas itu dengan tangannya.
"In-ini karena digigit nyamuk saja kok!" Ucap Arentha dengan panik.
"Huh, nyamuk yang besar sekali ya!" Ledek Lanno.
"Hiiih, jangan-jangan ada penyakit menularnya ya? Oh, menjauhlah dariku!" Ucap Evan menjauhkan diri dari Arentha.
---------------
---------------
✨🌚✨
Malam hari di Asrama Royal Garden
Di kamar Pembantu yang tampak biasa-biasa saja terdapat Arentha yang tengah tertidur. Ia mendengar akan pintu kamar nya yang terbuka, membuat ia sedikit terbangun namun tidak membuka matanya.
Saat Arentha merasakan ada yang tidur di samping nya, ia pun membuka matanya secara perlahan.
"TUAN CASELLA?"
__ADS_1