Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!

Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!
Chapter 17


__ADS_3

Happy reading guys.


jangan lupa Vote, like and komen ya,


.


.


.


.


.


Setelah seluruh peserta lomba tampil di atas panggung, kini saat nya mereka semua di panggil satu per satu menaiki panggung kembali untuk pengumuman hasil voting oleh juri dan mengumumkan siapakah juara yang memenangkan kontes kecantikan kampus Royal Garden.


"Semua peserta sudah ditampilkan, berikutnya berdasarkan hasil voting, yang akan menentukan hasil siapakah juara nya!" Ucap sang MC.


Para juri yang berada di atas panggung tersebut mulai berdiskusi, setelah beberapa saat, salah satu juri memanggil sang MC dan memberikan sebuah kertas yang berisi nama-nama sang pemenang.


Setelah menerima kertas tersebut, MC kemudian membacakan siapa sajakah sang juara nya, yang dimana pemberitahuan juara tersebut dimulai dari juara tiga.


Sesudah menyebutkan nama-nama yang mendapatkan juara tiga dan dua, kini saat nya MC mengumumkan juara satu nya.


"Oke, itulah juara tiga dan dua kita, dan sekarang saat nya kita akan mengetahui siapakah juara satu dari kontes kecantikan ini!...., juara satu dalam kontes kecantikan tingkat tiga kali ini adalah...... ARIN!!" Ucap MC dan di iringin dengan tepuk tangan dari penonton.


"Terimah kasih, terima kasih semuanya!" Ucap Arentha sambil melambaikan tangannya kepada Mereka semua.


"Berikutnya dipersilakan tuan Casella salah satu penerus dari lima keluarga besar untuk memberikan hadiahnya!" Lanjut Sang MC.


Alex pun menaiki panggung dan mendekat ke arah Arentha dan diikuti dengan salah satu pelayan yang membawa sebuah piala di belakang Alex.


"Selamat yaaa, Arentha!" Ucap Alex sambil menyerahkan piala tersebut kepada Arentha.


"Terima kasih," jawab Arentha dan mengambil piala itu dari tangan Alex.


hehehe, baguslah, dengan hadiah ini, jadinya aku lebih dekat selangkah mengumpulkan 1 juta dollar! batin Arentha sambil mengelus-elus piala tersebut.


"Terus Bagaimana dengan hadiahnya? Hadiahnya?" Harap Arentha dengan mata berbinar-binar.


"Ehem, sebelum memikirkan hadiahnya, bukankah lebih baik kamu memikirkan...., Cara menjelaskan kamu yang berpura-pura menjadi jelek untuk masuk ke dalam taman Royal? A-REN-THA!" Ucap Alex dengan menatap tajam Arentha.


Glek


Celaka..., kenapa aku melupakan hal itu...,


"Sa, sa-saya boleh tidak menjelaskannya di asrama saja..?" Ucap Arentha gugup dan sesekali menelan ludah nya sendiri.


---------


Asrama Royal Garden


Setelah acara selesai, mereka kemudian kembali ke Asrama Royal Garden dan tanpa basa basi mereka bertiga menuntut penjelasan kepada Arentha, Arentha pada saat itu belum mengganti pakaiannya dan masih menggunakan pakaian yang ia kenakan saat lomba tadi.


"Dasar bocah, ternyata kamu MENIPU KAMI! Aku kira kamu dimakan oleh Arentha!!" Ucap Evan sambil menunjuk-nunjuk ke arah Arentha.

__ADS_1


"Eh, di-dimakan??" Jawab Arentha bingung.


"Ha-ha-ha, benar, Arentha, kali ini kamu sudah keterlaluan!" Ucap Lanno sambil tertawa.


Huh, bocah ini bukannya sudah mengetahui identitasku, masih saja mencari kesempatan, keterlaluan sekali!! batin Arentha dengan wajah cengo.


"Jadi Arentha, hukuman apa yang pantas untukmu kali ini?" Ucap Alex yang tengah duduk di sebuah sofa.


Hukuman? Mau potong gaji lagi kah? Tidak.... jangan...!!


"Janhan tuan Casella! Ciuman pertamaku saja sudah kamu rebut, tolong ampuni saya!" Mohon Arentha kepada Alex dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


"Huh?! Ciuman pertama? Yang benar aja tuh?!!" Ucap Evan dengan senyum jahat.


"Alex, apa yang sudah kamu lakukan?!" Goda Lanno.


"Ciuman pertama? Ciuman pertama apanya? Aku tidak paham maksud kalian!" Ucap Alex.


"Apa kamu melupakannya? Sebelum menjadi pelayan, aku tercebur ke dalam sungai dan kamu yang menyelamatkanku! Dan kamu,...., kamu...," ucap Arentha terbata-bata.


"Apa aku tidak salah dengar? Alex menyelamatkan nya?" Tanya Evan sengaja menggoda Alex.


"Lalu bagaimana?" Lanjut Lanno.


"Mungkin kamu salah ingat, aku tidak pernah menyelamatkan kamu!" Ucap Alex dengan wajah kebingungan.


"Di-dia tidak pernah menyelamatkan ku? Jadi yang waktu itu siapa? Apa dia hilang ingatan? Atau.....,_ Batin Arentha bingung.


"Sudahlah Arentha, masalah kamu MENIPU kami sekarang masih belum selesai, begini saja, malam ini kamu traktir kami saja di Caffe Omnia!" Ucap Alex


------------


Caffe Bar Omnia


Sesuai janji, pada malam hari itu, mereka berempat pergi ke Caffe Bar Omnia untuk bersenang-senang, dan. Seperti Biasa, mereka memilih sebuah ruangan untuk mereka tempati.


"Alex, tidak usah mengelak, kamukan yang menyelamatkan Arentha?" Ledek Lanno


"Ha-ha, kalau begitu, ciuman Pertama Alex juga untuk Arentha dong..!" Ucap Evan dengan wajah yang sedikit memerah akibat pengaruh alkohol.


"Jangan Asal dehh!!!" Ucap Alex.


Di dalam ruangan itu, mereka berdua terus menerus meledek Alex, hingga membuat Alex kesal, hingga membuat Alex ingin pergi dari ruangan itu, namun, sebelum Alex berdiri dari tempat duduknya, pintu ruangan tersebut ada yang mengetuk pintunya.


Tok-tok-tok


"Eh ada orang tuh, masuk!" Ucap Alex.


Wanita itu pun membuka pintu ruangan tersebut dan ia memberikan salam terlebih dahulu sebelum sampai ke intinya.


"Tuan Casella, persiapannya sudah selesai semua!" Ucap wanita itu, yang tak lain adalah salah satu pelayan Alex.


"Emmm, aku mengerti pergilah!" Perintah Alex kepada pelayannya.


Disisi lain di luar ruangan tersebut terlihat Arentha yang tengah duduk sendiri di sebuah kursi dekat dengan kasir, ia memegang sebuah minuman yang non alkohol, dan sesekali dia menegakkan perlahan-lahan.

__ADS_1


Waktu itu, siapa yang menyelamatkan ku? Aku sangat jelas mengingat nya kalau itu adalah Alex Casella, atau apakah aku salah lihat? Batin Arentha bingung.


"Arentah, sudah punya pacar belum?"


"Ayo, kita main bersama?" Ucap laki-laki yang berada di belakang Arentha..


"Owhh, hehehe, i-iya" Jawab Arentha yang bingung dan cengengesan.


"Ayo kesini, semuanya sudah datang!"


"Arentha, bukan hanya cantik, tapi kamu juga baik hati!" Teriak laki-laki itu yang mendatangkan segerombolan orang di belakang nya.


Sejak kapan aku mengundang satu kelas? Bukannya cuma tiga iblis itu saja? Kenapa satu kelas yang hadir? batin Arentha dan panik.


"Nona, mohon maaf, tolong dibayar terlebih dahulu!" Ucap sang pelayan kepada Arentha.


"Eh, emm, berapa?" Tanya Arentha.


"Dua ratus ribu dollar, Nona!" Jawab sang pelayan dengan senyumnya.


Mendengar hal itu, membuat Arentha terkejut dan tidak percaya, dan kenapa juga satu kelas ikut ke dalam Caffe ini!


Du-dua ratus ribu Dollar? Mau membunuh ku ya? Dasar sial, kalau saja aku tidak mengungkapkan identitas dengan ikut kontes itu, maka semua ini tidak akan terjadi!!!!!! Arggggg UANGKUUUUUUUU!!!!! Pedih sekali hati ini, serasa ingin mati rasanya!! batin Arentha berteriak Frustasi.


Arentah tak segan-segan membeli minuman beralkohol sesaat setelah mendengar dan mengalami hal mengejukkan. Arentha menegak alkohol tersebut dengan oneshot.


"MARI TOSSS!" Ucap Arentha yang mulai mabuk.


"A-Arentha, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya laki-laki teman sekelasnya.


"Haha-ha-ha, tidak ada masalah sama sekali!!" Ucap Arentha sambil berjoget menikmati sebuah musik.


"Tidak perlu berterima kasih!" Ucap Alex yang tiba-tiba saja datang ke arah Arentha dan membuat Arentha marah dan pergi dari hadapan ketiga tuan muda itu.


Lagi-lagi ulah mereka ya? Brengsek! Tiga orang Brengsek! batin Arentha


"Eh, Arentha mau kemana?"


"Kamar mandi!" Jawab Arentha ketus.


Donita yang sedari tadi memperhatikan Arentha melihat Arentha yang pergi dari kerumunan laki-laki itu, kemudian ia menatap kedua teman-temannya dengan mata yang tajam.


"Emm! Kalian berdua, ikuti dia!" Perintah Donita kepada kedua teman-temannya.


"Baik!"


.


.


.


.


Tobecontinue

__ADS_1


__ADS_2