Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!

Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!
Chapter 07


__ADS_3

Setelah setengah jam kemudian.


Tes terakhir pun telah selesai, dan hasil rangkaian bunga mereka akan di tunjukkan kepada ketiga laki-laki itu, rangkaian bunga milik siapa yang paling indah dan cantik, maka ialah pemenang nya, dan ialah yang akan bekerja sebagai pelayan di asrama Royal Garden dan bersekolah di kampus Royal.


Hasil dari kompetesi akan di umumkan di depan semua peserta wawancara, Amara yang melihat diri Arentha, ia memandang rendah Arentha dan bersikap angkuh nan sombong.


Merangkai bunga hanya ada dalam mata pelajaran kolomengrat, keluarga ku adalah keluarga terkenal, jadi aku sudah menguasai nya sejak kecil. Kesempatan untuk melayani Tuan akan menjadi milik ku. batin Amara dengan yakin, bahwa diri nya lah yang akan menang sambil melihat ke arah Arentha dan menatap nya dengan rendah.


Arentha yang di tatap lekat oleh Amara, hanya bisa mengernyitkan dahi nya.


Apa lagi yang sedang di pikirkan oleh Amara ini? Ucap Arentha dalam hati.


"Hei jelek, apa sekarang kamu sudah merasa menyesal?" Ucap Amara dengan nada sombong.


Arentha tak mau kalah dengan Amara, ia melipat kan kedua tangan nya di depan dada.


"Hmph, mungkin kamu yang akan menyesal!" Jawab Arentha tak mau kalah.


Setelah lama menunggu, akhir nya hasil dari kompetisi akan di umum kan di depan ketiga tuan muda dan para peserta wawancara lain nya.


"Hasil dari merangkai bunga sekarang akan di peliharaan... dalam hitungan tiga....dua....satu..."

__ADS_1


Tirai merah pun di buka, yang di mana di dalam tirai merah itu ada hasil dari rangkaian bunga peserta kompetisi.


Mereka semua yang ada di dalam ruangan tersebut, terkejut, ternyata ada rangkaian bunga yang sangat indah, terdapat bunga mawar berwarna putih, merah dan merah muda yang bercampur, balutan vas nya juga dari rangkaian bunga, dan di tengah nya terdapat lilitan bunga menghadap ke atas, yang menambah kesan estetik pada bunga tersebut.


"Ba—Bagaimana bisa..? Itu mustahil!" Teriak Amara tak terima.


Ya, rangkaian bunga itu adalah milik Arentha, sedang kan milik Amara berada tepat di samping nya.


Melihat hal itu, Alex tersenyum dengan puas, bahwa tebakan nya benar dan ia memenang kan taruhan nya.


"Perhatian nona-nona, Nona berkacamata ini yang akan menjadi pelayan dari Taman Royal!" Ucap Pria berkumis itu.


Setelah mendengar bahwa diri nya yang memenangkan kompetisi, Arentha segera melangkah maju menghadap ke tiga tuan muda tersebut.


Selain menyamar kan penampilan, Arentha juga menyamar kan nama nya. Arentha \= Arin, yahh, semoga saja para ke tiga tuan muda tersebut tidak mengetahui nya.


"Arin, pergilah ambil seragam kerja mu dalam kantor logistik ya!" Ucap pria berkumis sambil tersenyum.


"Baik."


**********

__ADS_1


Setelah itu Arentha pergi ke kantor logistik untuk mendapatkan seragam kerja nya. Di perjalanan ia berjalan sambil termenung memikirkan apa keputusan nya sudah tepat untuk menjadi pelayan ya.


Aku tidak akan mau menjadi pelayan jika bukan karena gaji delapan juta per bulan beserta keuntungan nya, oh, apa aku sudah menjual jiwa ku...? batin Arentha bimbang.


Arentha yang sedang asik-asik nya termenung, di kaget kan dengan teriakan amarah dari para gadis yang kalah di kompetisi tadi.


"Anak jelek, siapa kamu sebenar nya? Bagaimana kamu bisa mahir dalam merangkai bunga, hah?!" Bentak Amara kepada Arentha.


"Karena aku ad—" ucapan Arentha terpotong saat teringat ucapan papa nya, bahwa ia tidak boleh memberi tahu siapa diri nya.


Tidak, hampir saja, jangan bilang! Kalau tidak papa pasti akan menertawakan ku, dan dia pasti bilang bahwa aku hanya mengandalkan kekuasaan nya! Ucap Arentha dalam hati.


"Hei, kamu budek ya? Selain jelek, ternyata kamu budek juga, katakan siapa kamu sebenar nya, kenapa kamu bisa mahir dalam merangkai bunga?" Tanya Amara tak sabaran.


"Siapa bilang hanya keluarga kolomengrat yang mampu mempelajari nya? Apakah rakyat biasa tidak boleh mempelajari nya?" Jawab Arentha.


"Humph, rakyat biasa? Kamu adalah seorang penipu yang ingin menikah dengan keluarga kaya. Lihat diri mu, jelek, aku saran kan agar kamu segera keluar dari taman Royal ini!" Perintah Amara kepada Arentha.


"Kalau aku tidak mau?" Jawab Arentha tegas.


"Kamu cari mati ya!" Teriak Amara dengan mendorong tubuh Arentha hingga terjatuh.

__ADS_1


"Aww, sakit." Ringis Arentha.


"Beri dia pelajaran dengan baik!" Suruh Amara kepada para gadis-gadis lain.


__ADS_2