
Arentha kaget saat mengetahui bahwa Lanno tidak benar-benar pergi dari tempat itu, apa lagi Saat ini dia menanyakan dimana Arentha kepada Arin, yang sebenarnya mereka itu adalah satu orang.
"A—Arentha dia, dia masih ganti baju. Hehehe!" Ucap Arentha gelagapan.
Orang ini tidak terus menunggu di sinikan? batin Arentha.
"Owww, gitu yaa, kalau begitu, bisa bantu aku untuk panggilkan dia?" Ucap Lanno dengan senyum nya.
"E-eh, tap—,"
"Yaaa? Apakah ada masalah? Kalau tidak tolong panggilkan Arentha ya!" Ucap Lanno sekali lagi.
"Ba—baiklah!" Jawab Arentha pasrah.
----
Beberapa saat kemudian.
Arentha keluar dari kamar mandi dengan memakai baju yang berbeda dan dengan rambutnya yang terurai panjang.
"Lanno, kata Arin kamu mencari ku? Apa perlu apa ya?" Ucap Arentha berpura-pura.
"Ow iya ya, aku lupa ada sedikit keperluan mendesak dengan Arin, bisa bantu aku panggilkan dia ya!" Ucap Lanno kepada Arentha.
"E-Eh, tapi kata Arin, kamu memanggil ku!"
"Tapi untuk sekarang aku ada keperluan mendesak dengan Arin, makanya bisa tolong panggilkan dia?" Ucap Lanno kembali.
Lalu kenapa memanggil ku? Sial, ala bocah ini mempemainkan ku? Aduhhh, terpaksa ganti baju lagi deh!! Batin Arentha.
"Ya, ini aku akan panggilkan dia!" Ucap Arentha dan kemudian dia masuk kembali ke dalam toilet.
Arentha dengan cepat mengganti model rambutnya dan hendak juga mengganti pakaiannya tapi Arentha tidak menemukan pakaiannya kembali, saat ia menjadi Arin.
Eh, eh.. kemana baju nya? Perasaan tadi aku menaruhnya disini dehh! batin Arentha sambil mengobrak-abrik keranjang pakaiannya.
"Wahhh, ternyata Arin dan Arentha sudah menyatu yaa!" Ucap Lanno yang tengah berdiri di belakang Arentha.
Arentha tidak menyadari bahwa pintu kamar mandi tersebut di buka oleh Lanno secara diam-diam dan Lanno memperhatikan Arentha yang tengah sibuk mencari pakaiannya.
Aaaaaaarg, sial! Aku sudah ketahuan!! Ucap Arentha dalam hati.
"Lanno, tu—Tuan lanno Racman, apa tuan bisa membantu saya menyimpan rahasia ini?!" Mohon Arentha sambil menyatukan kedua telapak tangannya ke depan.
"Oww, merahasiakan kalau kamu itu Arentha ya? Apa harus ada biaya tutup mulutnya ya? Bagaimana ya?" Goda Lanno sambil mengedipkan satu matanya.
"Bi-biaya tutup mulut?!!" Kaget Arentha sambil memegang dada nya.
Aku saja sudah terlibat hutang, dari mana biaya tutup mulut?! ngenes Arentha dalam hati.
Lanno kemudian melangkah mendekati Arentha dan mengecup kening Arentha secara tiba-tiba, yang membuat Arentha mematung begitu saja.
Cupp
"Anggap saja ini sebagai biaya tutup mulut!" Ucap Lanno, kemudian ia pergi meninggalkan Arentha yang tengah mematung di dalam toilet.
"Ehh, eh.... BOCAH INI SAMA SAJA DENGAN ALEX CASELLA!!!!" Teriak Arentha kesal.
---------
---------
Pagi hari di ruang kelas kolomengrat
Esok harinya di dalam ruang kelas kolomengrat, Arentha di hadang oleh salah satu siswi disana saat Arentha sedang memasuki kelas tersebut.
"Arin, besok kamu harus semangat yaa!!" Ucap siswi itu memberikan semangat kepada Arentha.
__ADS_1
"Eh, semangat? Semangat apanya?" Tanya Arentha dengan wajah cengo.
"Owh, bukannya kamu sudah mendaftar ikut dalam kontes kecantikan tahunan dalam kampus ini?" Ucap siswi itu sambil menunjukan sebuah brosur yang berisi informasi tentang kontes kecantikan tahunan Kampus Royal.
Arentha terkejut saat menyadari ada foto dirinya di brosur tersebut, dan ia mengikuti ajang kontes kecantikan!
Huh? Kapan aku mendaftar nya? Ulah siapa lagi ini? Pasti mau mempermalukan aku lagi?! batin Arentah yang tengah membaca brosur itu.
---------
---------
Asrama Royal Garden
Arentha kembali lagi menggunakan pakaian pelayan nya, ia menyiapkan masakan di dapur dan menyajikan makanan tersebut kepada ketiga tuan muda yang sudah berada di meja makan.
"Tuan muda, makan malam sudah siap, silakan di nikmati!" Ucap Arentha lesu, dan kemudian dia berjalan kembali ke kamarnya.
"Hari ini sepertinya Arin kurang bersemangat, apa terjadi sesuatu?" Tanya Evan.
"Alex, apa kamu tahu sesuatu?" Tanya Lanno kepada Alex.
"Hmm, mungkin ada hubungannya dengan kontes kecantikan!" Jawab Alex yang hendak memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Kontes kecantikan?! Masa bocah jelek itu ikut mendaftar?" Ucap Evan.
"Yup..,"
"Cih, benar-benar bodoh! Kalau kontes kejelekkan baru cocok dia mendaftar! Ahh, biar aku akan tanyakan sama dia!" Ucap Evan dan kemudian ia pergi ke kamar Arentha.
------
Kamar Arentha
Arentha tengah bercermin dan memperhatikan dirinya sendiri dan ia mulai melepaskan satu model rambut kepangnya, Arentha kadang tampak murung dan kadang melamun serta menggerutu sendiri di kamar nya.
Ceklek
"Arin, aku dengar kamu–,"
"AAHHH!!!" Teriak Arentha kaget, saat pintu kamarnya tiba-tiba di buka.
"Ehhh, !!!!!!" Evan juga terlihat kaget saat melihat Arentha dengan sebelah rambutnya terurai dan sebelahnya lagi rambutnya terkepang dan make up nya juga terhapus.
Kemudian Evan dengan cepat menutup pintu kamar Arentha kembali.
A-apa yang terjadi barusan!? Setengah Arentha dan setengah lagi Arin?!! Batin Evan bingung.
setengah Arentha dan setengah Arin, hmmmm, eh, jangan-jangan..., aku harus segera memberitahukan kepada Alex dan Lanno! Ucap Evan dalam hati, kemudian ia berlari menuju kedua orang tersebut.
"CELAKAA! TEBAK APA YANG SUDAH AKU LIHAT TADI?" Teriak Evan saat baru saja sampai di depan Alex dan Lanno.
"A-Apa?" Jawab mereka berdua bersamaan.
"ARENTHA, ARENTHA SUDAH MEMAKAN ARINN~~," Ucap Evan merengek.
"Dia masih tidak mengerti juga ya?" Ucap Lanno.
"Haishh, si bodoh ini!" Lanjut Alex.
-----
Keesokan harinya di Auditorium kampus Royal
Pagi hari itu banyak sekali siswa dan siswi yang berada di auditorium di kampus Royal, mereka semua melihat penampilan para peserta-peserta kontes kecantikan pada saat itu.
"Huh! Mari kita tunggu pertunjukannya!' Ucap Donita kepada Yui, teman Donita yang tengah duduk di samping Donita.
__ADS_1
"Nita, untuk apa kamu mendaftarkan bocah jelek itu untuk ikut dalam kontes kecantikan?" Tanya Yui.
"Huh, dia akan menjadi bahan tertawaan satu sekolah ketika ikut dalam kontes ini!! Kita lihat apa dia masih punya muka untuk bertahan di kampus ini dan tetap berada di samping tuan muda!" Ucap Donita yakin sambil menaruh satu telapak tangannya di bawah dagu.
Ruang Rias
Di dalam ruangan make up atau ruangan untuk para peserta menyiapkan diri nya, disana terdapat Arin yang tengah bengong menatap dirinya ke depan cermin.
Tak disangka aku bisa dipaksa melakukan hal yang tidak aku sukai.. batin Arentha.
Di dalam sana, banyak peserta yang berbisik-bisik kepada peserta lain, bahkan ada yang bicaranya dengan nada keras agar Arentha dapat mendengarnya, iya, mereka sedang membicarakan Arentha.
"Itu dia, pendaftar terjelek dalam sejarah!"
"Aih, sungguh jelek sekali, benar-benar di luar kemampuannya!" Ucap salah satu gadis di sana, tetapi Arentha tidak menghiraukan ocehan tersebut.
Mata Arentha menyusuri meja rias yang ada di hadapannya itu, ia malas untuk mengikuti lomba tersebut, ia pun mulai memakai make up tak serius, sebelum sebuah brosur terjatuh tepat di bawah kakinya.
Arentha kemudian mengambil brosur tersebut, yang di mana berisi sebuah informasi kontes, ia sudah membaca itu sebelumnya, setelah itu Arentha dibuat tercengang oleh hadiah dari kontes tersebut, yang di mana hadiah dalam Isi kontes tersebut ialah dua ratus ribu dollar.
Hadiah yang akan dimenangkan juara 1 dalam kontes kecantikan tahunan sebesar dua ratus ribu dollar!
Setelah membaca hal itu, membuat Arentha bersemangat dalam mengikuti kontes kecantikan ini.
uang ini akan aku dapatkan! batin Arentha yakin.
-------
Setelah lama menunggu, akhirnya pertandingan pun di mulai, pertandingan tersebut dibuka oleh sang MC yang ada di atas panggung.
"Sekarang mari kita simak keanggunan setiap pesertanya! Kontes kecantikan dimulaiii!!" Ucap sang MC.
Kemudian ia memanggil nama-nama peserta satu persatu dan para peserta tersebut berjalan layaknya sedang fasion show.
Banyak wanita-wanita cantik yang mengikuti kontes ini, dan banyak pula yang memberikan sorakan serta tepuk tangan kepada peserta lomba.
Setekah beberapa saat, sekarang giliran Arentah yang tampil dan berjalan di atas panggung.
"Peserta berikutnya berasal dari kelas kolomengrat tingkat tiga, banyak yang mengatakan bahwa peserta ini adalah sebagai peserta yang terjelek dalam sejarah, tapi, saya akui keberaniannya untuk ikut dalam kontes ini!" Ucap MC, yang membuat mereka menertawakan Arentha.
Tertawalah... tertawalah sepuasnya! batin Arentha yang tengah berada di belakang tirai panggung.
"Tanpa menunggu lama, kita persilakan peserta nomor enam, Arin!!" Ucap sang MC, mempersilakan Arin memasuki panggung.
Arentha pun membuka tirai tersebut dan berjalan kedepan, Arentha memakai dress panjang berwarna putih kebiruan layaknya seperti seorang dewi, rambut nya yang terurai panjang serta sedikit bergelombang menambah kesan cantik pada dirinya, aksesoris yang Arentha kenakan warnanya senada dengan warna matanya yang cantik, yaitu warna ungu violet, jepit rambut di kedua sisi kepala nya sangat cantik dan terlihat seperti mahkota, ia terlihat seperti seorang dewi sekaligus ratu.
Mereka semua yang melihat Arentha hanya tercengang dan membeku tidak percaya.
Arentha pun berjalan maju kedepan dan menyapa mereka semua.
"Ya ampun, cantik sekali!"
"Apa benar ini Arin?" Ucap salah satu siswa disana.
"Kamu-kamu siapa?" Tanya MC terkejut.
"Saya Arin, peserta nomor enam!" Jawab Arentha kemudian tersenyum yang membuat wajah sang MC memerah.
"Ke-kenapa bisa begini? DIA ITU.... APA DIA BOCAH JELEK ITU?! TIDAK MUNGKIN!!" Ucap Donita tidak terima.
Di tempat duduk VVIP terdapat ketiga tuan muda yang sedang menonton pertandingan kontes kecantikan tersebut.
"Hehehe, ternyata ya!!" Tawa Lanno.
"Emm, bersembunyi begitu lama, apa dia kira kita tidak mengetahuinya?" Ucap Alex
"A-apa? Itu Arin?!!!!" Ucap Evan tak percaya.
__ADS_1
"Berikutnya akan lebih menarik lagi, hahaha!!" Lanjut Alex dengan tawa puasnya.