
Arentha yang masih meringis kesakitan dengan posisi duduk di atas tanah, ia melihat gadis-gadis itu hendak menyakiti nya.
Cih! Bagaimana ini? batin Arentha.
Saat Arentha sudah pasrah akan apa yang akan dilakukan para perempuan-perempuan itu kepada nya dan ia menutup matanya, tiba-tiba seseorang datang dari belakang Arentha.
"Perlihatkan padaku, apa yang akan kalian mampu lakukan!" Ucap Alex yang di temani oleh dua bodyguard nya.
Arentha mengetahui bahwa seseorang di belakang nya adalah Alex, ia tidak berani untuk menoleh ke belakang.
"Tu—tuan, Casella." Ucap Amara ketakutan.
"Berani sekali kalian memperlakukan pelayan ku seperti ini?!" Ucap Alex sambil menatap tajam ke arah gadis-gadis itu.
"Tu-tuan Casella, aku bisa jelaskan, in—ini—"
"Pergi! Kamu tidak boleh lagi masuk dalam taman Royal ini!" Usir Alex kepada para gadis itu.
"Ba‐baik." Ucap gadis itu setuju, agar tidak mendapatkan masalah yang lebih besar nanti.
Melihat Arentha yang masih masih meringis kesakitan di tanah, Alex membantu nya berdiri.
"Kamu tidak apa-apa..kan?...huhh?" Ucap Alex membantu Arentha berdiri, akan tersadar sesuatu akan di wajah Arentba, ia mulai menyelediki secara teliti seluk beluk muka Arentha.
Opps, kacamata..
__ADS_1
Dengan cepat Arentha melepaskan tangan Alex, dan segera dia ia mengambil kacamata nya yang tergeletak di tanah.
"Saya baik-baik saja, Tuan, terima kasih, Tuan Casella. " Ucap Arentha yang panik dan berlagak bodoh.
Tersadar akan sesuatu yang Arentha sembunyi, Alex menarik tangan Arentha, dan sekarang wajah laki-laki dan gadis itu berdekatan, sangat dekat.
Alex mendekat kan wajah nya ke telinga Arentha dan membisik kan sesuatu.
"Setelah mendapat kan seragam kerja, maka cepatlah kembali ke taman Royal! A...RIN......" bisik Alex di telinga Arentha, dan membuat wajah gadis itu memerah seperti tomat.
"Iya, iya, Tuan Casella!" Jawab Arentha, sambil mendorong tubuh Alex menjauh dari diri nya.
**************
Kantor
Arentha kemudian menjelaskan niat nya yang datang ke kantor tersebut.
"Ini seragam kerja kamu, selamat bekerja ya!" Ucap wanita itu kepada Arentha.
"Terima kasih." Jawab Arentha sopan.
Setelah itu Arentha keluar dari kantor tersebut dan pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju nya.
Oh, apa ini beneran seragam kerja punya ku? Tapi iniii
__ADS_1
Seragam kerja? Tapi ini sangat erotis. desis Arentha dalam hati.
Setelah Arentha memakai seragam kerja nya segera ia keluar dan pergi ke asrama Taman Royal.
Di perjalanan Arentha terus menerus protes tentang baju kerja nya, baju kerja yang sangat seksi berwarna hitam bercampur putih di area dada hingga perut. Baju kerja yang sangat pendek yang hanya selutut, di atas kepala Arentha terdapat bando hitam dengan bentuk telinga kucing.
( kalian tau hero Layla? Yang ada di Game MLB* ) ya, seperti itu baju nya.
Ini pasti desain dari Alex, atau tidak Lanno! Menjijikkan! prasangka Arentha dengan kesal kepada Ke tiga tuan muda tersebut.
Apakah Alex Casella memanggil ku Arin atau Arentha sekarang? pikir Arentha bingung saat, ia takut akan penyamaran nya terbongkar.
Lupakan saja, membayangkan dia hanya membuat saya marah saja, dia benar-benar seorang playboy! Batin Arentha lagi.
******
Sesampainya di depan pintu asrama, Arentha pun membuka pintu, setelah beberapa langkah Arentha memasuki asrama, ia di sambut oleh cercaan Evan.
"Hey, jelek, akhirnya kamu kembali, aku sudah kehilangan lima belas juta dalam taruhan merangkai bunga gara-gara kamu!" Ucap Evan dengan marah kepada Arentha.
"Apa maksud nya, tuan Agra? Saya tidak mengerti?" Ucap Arentha yang benar-benar tidak mengerti akan apa yang di maksud Evan.
"Wajar kalau kamu tidak mengerti, manusia normal tidak akan pernah mengerti akan perkataan Evan!" Celetuk Lanno yang berjalan dari belakang Evan.
"Hey, Lanno, apa maksud nya?" Tanya Evan yang hanya di jawab dengan suara tawa oleh Lanno.
__ADS_1
"Arin, hari sudah siang cepat lah pergi beli sayur dan siapkan makanan untuk kami!" Perintah Lanno kepada Arentha sambil mendorong pelan tubuh Arentha dari belakang.
*******