
Arentha terkejut mendapati ada Alex di samping nya, ia pun langsung berdiri dari kasur nya.
"Tuan—Tuan Casella, kenapa kamu ada di kamar saya?" Ucap Arentha waspada.
"Hmph, melanjutkan hal yang belum kita selesaikan! A–REN—THA!" Ucap Alex membuat Arentha tambah terkejut.
"Ahh!"
Di—dia mengenaliku?!
Arentha membeku saat Alex mengetahui siapa dirinya, tiba-tiba Alex menarik tangan Arentha sehingga ia kembali ke kasurnya, dan secara mendadak, Alex ******* bibir Arentha kembali.
"Ughh,Hmm, Tu—Tuan Casella, kamu, Um... Kamu sudah salah orang! Saya bukan Arentha, saya Arin!" Ucap Arentha yang mendorong tubuh Alex menjauh.
"Emmm, benarkah?" Ucap Alex berlagak bingung.
"He'em, iya, benar, saya bukan Arentha!" Ucap Arentha sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ohh, oke lah, seperti nya memang aku salah orang, tidurlah lagi!" Ucap Alex berlagak kecewa dan kemudian dia pergi dari kamar Arentha dengan senyum mencurigakan.
"Oh, okay!" Arentha merasa lega.
-----------
Hari berikutnya di Kampus Royal
Di pagi hari, Arentha pergi ke Kampus Royal, ia menggunakan seragam lengkap dari Kampus tersebut. Di sepanjang jalan, terdapat banyak sekali siswa-siswi yang sedang berkerumun di papan pengumuman, dan ada juga yang sedang gosip, apa lagi pagi ini.
"Itu dia, itu dia!"
"Sungguh tidak tahu malu!" Ucap siswi dan menatap tajam Arentha saat Arentha melewati mereka.
Suasana kampus berasa agak aneh sejak tadi pagi! Apa sih yang terjadi?..... Eh, mereka sedang apa berkerumun disana? Apa yang sedang mereka lihat? Batin Arentha.
Karena Arentha orang nya yang kepoan, ia pun datang mendekati papan pengumuman yang di kerumuni siswa-siswi disana.
Ia terkejut dengan isi papan pengumuman tersebut, karena disana terdapat foto ia dengan Alex sedang berduaan, bahkan ada foto dimana terlihat sangat tak senonoh yang ia lakukan bersama Alex, padahal ia tak pernah melakukan itu.
Si— SIAPA YANG MELAKUKAN HAL INI?!!!!! Batin Arentha sangat marah.
Dari Arah belakang Arentha, banyak sekali siswi yang mengerumuninya dan kelihatan marah terhadap Arentha.
"Hei, jelek, segera tinggalkan Tuan muda!" Ucap Donita sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Yeah! Bocah jelek segera keluar dari taman Royal!"
"Bocah! Cepat tinggalkan Tuan muda!" Ucap salah satu siswi di antara kerumunan itu.
Arentha yang mendengar hal itu, langsung menoleh ke belakang, ia melihat Donita bersama dayang-dayangnya serta siswa-siswi lain di belakang nya, mereka membawa sebuah spanduk dengan bertuliskan 'Usir Arin dari Kampus Royal' di tangan mereka.
"KAMUU!!" Ucap Arentha menatap tajam Donita, Donita hanya membalas dengan senyum puas dari wajahnya.
"Bocah jelek, lihat dirimu, berani sekali kamu tinggal dengan tuan muda? Dasar perempuan tidak tahu malu!"
"Yeah, berani sekali kamu menggoda Tuan muda dengan tampang jelekmu itu!" Ucap salah satu siswi disana.
__ADS_1
"Tidak usah banyak bicara lagi! Hajar diaaa!" Lanjut siswi itu, memerintah mereka semua.
"HEY, Kalia—," Belum sempat melanjutkan ucapannya, mereka sudah terlebih dahulu melempari Arentha dengan tomat busuk, telur dan sebagainya.
"Uh, Ughh, Hei Hentikan!" Ringis Arentha.
"Hum, sudah aku peringatkan kamu, untuk segera meninggalkan ketiga tuan muda, tapi kamu yang mencari masalah sendiri!" Ucap Donita dengan senyum puas.
"UGH, KAMU YANG MENEMPELKAN FOTO-FOTO ITU?!!" Teriak Arentha menahan sakit dari tubuhnya.
"Huh? Kan kamu sendiri yang memintanya!" Jawab Donita.
"Nita! Cepat beri dia pelajaran!" Ucap salah satu siswi.
Donita kemudian memungut sebuah batu yang berada di bawahnya. Kemudian ia melemparkannya ke arah Arentha.
"!!!"
Arentha memejamkan matanya dan...
BUUKK!
Eh, aneh, kok aku tidak merasakan sakit ya? Batin nya.
Arentha pun membuka matanya, dan ia mendapati sesesok laki-laki yang menghadang nya dari sebuah lemparan batu yang di layangkan Donita tadi.
Alex Casella!
"Tu—Tuan...Casella!" Ucap beberapa gadis yang berada di sana.
"Tu—Tuan Casella, it—itu bukan saya... ben—,"
"MINGGIR! AWAS SAJA KALAU AKU MELIHAT MU DI HADAPANKU LAGI!" Ucap Alex memotong ucapan Donita yang ketakutan.
Melihat Alex yang begitu marah, membuat siswa-siswi yang berada disana langsung pergi meninggalkan tempat itu, termasuk juga Donita dan dayang-dayangnya.
"Hum, Lihat saja nanti! Ayo, Nita!" Ucap salah satu temannya yang kemudian pergi dari tempat itu dan meninggalkan Alex dan Arentha di sana.
"Tuan Casella, apa punggung mu tidak apa-apa?" Tanya Arentha cemas sambil meraba-raba punggung Alex yang terkena lemparan batu.
Alex yang melihat kecemasan Arentha terhadap dirinya, membuat Alex ingin mengganggu Arentha sedikit lagi, ia kemudian berpura-pura jatuh ke tanah, Arentha yang melihat Alex jatuh kemudian ia dengan panik memapah Alex agar tetap berdiri.
"A—Alex Calsella?!" Ucap Arentha dengan mata berkaca-kaca namun tidak ada jawaban dari laki-laki itu.
"Ca—Casella.... Alex, Kamu tidak apa-apa kan? Alex Casella!!!" Panggil Arentha sekali lagi, namun tidak ada jawaban dari mulut Alex, membuat air mata Arentha tak terbendung lagi.
"Alex, hiks-hiks, Alex jangan bercanda!!! Gak lucu tauu! Hiks-hiks," Ucap Arentha sambil menangis.
Alex yang mendengar Arentha menangis, ia tidak bisa menahan tawanya.
"PFFT, Ha-ha-ha, Bodoh, punggung cuma terlempar batu, bagaimana mungkin bisa mati? Benar-benar gadis bodoh yang imut sekali!" Ucap Alex yang mengelus-elus kepala Arentha dan langsung berdiri.
Huh? EH, Ap‐Apa aku di bodohi lagi!
"Arggh, ALEX CASELLA BRENGSEK!!"
__ADS_1
---------------
Ruang Tunggu VIP Kampus Royal
Arentha pun pergi ke kamar mandi di ruang tunggu di kampus Royal tersebut, ia kemudian membersihkan diri dari bahan yang di lempar siswa-siswi tadi, ia mandi di sebuah bathtub yang ada di kamar mandi tersebut.
Akhirnya bersih juga dari bahan-bahan bau itu, Ahh nyaman sekali! batin Arentha.
Setelah Arentha merasa puas membersihkan diri, ia pun memakai handuk yang berada disana.
"Tapi, Alex Casella brengsek itu sungguh-sungguh membuat ku marah!" Ucap Arentha yang mengingat kejadian tadi.
"Yeah, nyaman sekali, segar banget habis selesai mandi!"
Tanpa Arentha sadari tiba-tiba pintu kamar mandi itu di buka oleh seorang laki-laki, yang membuat Arentha terkejut.
"Ahh!"
"Eh? Ini Arentha kan!" Ucap Lanno dengan senyum nya.
"KAM–KAMU, KENAPA KAMU BISA ADA DI SINI?!!" Teriak Arentha yang terkejut atas kedatangan Lanno yang secara mendadak.
"Seharusnya aku yang bertanya begitu, Ruan tunggu ini khusus untuk kami tiga penerus keluarga untuk beristirahat !" Ucap Lanno sambil mendekatkan wajahnya ke depan Arentha.
Sial, kenapa sih dia ada di sini. batin Arentha.
"Ka-karena tubuh ku kotor, jadi aku meminjam kartu akses sama Arin untuk masuk!" Ucap Arentha gelagapan.
"Kamu kenal dengan pelayan kami?" Tanya Lanno. Arentha cuma membalas dengan Anggukan.
"Ow, aku tidak tahu kalau kamu juga siswa dari Kampus Royal! Tidak pernah terbayang kalau kita akan bertemu lagi di sini, apa ini namanya takdir?" Goda Lanno.
Omong Kosong! Batin Arentha yang menjauhi wajah Lanno.
"Huh?"
Kenapa ada titik merah di leher Arentha, Eh, titik merah ini...., Batin Lanno yang mulai menyadari sesuatu.
"Eh, aku baru ingat kalau ada urusan lain, aku harus pergi sekarang, lain kali aku akan menemanimu!" Ucap Lanno kemudian keluar dari kamar mandi itu.
"Siapa yang mau ditemani sama kamuu?!" Ucap Arentha kesal.
.
.
.
.
Selang beberapa menit kemudian, Arentha pun keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan pakaian yang lengkap dan menguncir Rambut nya serta memakai kacamata.
"Arin!" Panggil seseorang dari belakang yang membuat Arentha kaget.
"Eh, Arin, kamu di dalam kamar mandi ruang tunggu juga ya? Kemana Arentha sekarang?" Ucap Lanno dengan tersenyum, ia tidak benar-benar pergi dari tempat itu, melainkan menunggu Arentha keluar dari kamar mandi tersebut.
__ADS_1
"TU—TUAN RACMAN....!"