Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!

Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!
Chapter 10


__ADS_3

Alex yang menyadari sesuatu yang aneh terhadap makanan tersebut, ia mulai menatap curiga Arentha.


"Apakah Da—daging nya berasal dari... makanan anjing!?" Ucap Alex, yang setelah itu perut nya mulai mual.


Kedua laki-laki itu yang mendengar tutur penjelasan dari Alex pun juga ikut mual, bagaimana tidak! Itu adalah daging makanan anjing yang di masak oleh Arentha.


"A—RIN!!!" Teriak Lanno kepada Arentha, tapi Arentha sudah menghilang entah ke mana dari tempat duduk nya.


***********


Kamar Mandi


Ketiga tuan muda itu yang merasa mual segera pergi ke kamar mandi, isi perut nya terus menerus memberontak ingin keluar.


Sial, berani sekali dia memberi makanan anjing kepada ku! Aku tidak akan melepaskan nya! ucap Alex dalam hati dengan geram.


"Berani sekali dia memberi kita makanan anjing!" Ucap Alex.


"Alex, tolong lah, jangan diungkit lagi! Aku merasa mual." Ucap Lanno yang menahan rasa mual nya.


"Masa sih, seburuk itu? Menurut ku rasa nya cukup lumayan kok!" Ucap Evan, hingga membuat ke dua laki-laki itu tercengang dan kemudian mereka kembali mual akibat perkataan Evan.


******


*Larut Malam*


Arentha yang kabur begitu saja, ia tidak merasa bersalah. Ia kemudian kembali ke kamar nya dan tidur.


Di dalam tidur nya Arentha mengigau tak jelas, ia tersenyum dan tertawa-tawa sendiri dalam tidur nya.


*Mimpi Arentha*

__ADS_1


Arentha sedang duduk dan merebahkan tubuh nya, ia memakai tanktop dan bikini berbentuk rok mini dengan kacamata di wajah nya, di samping nya terdapat minuman jus dingin yang terlihat enak. Ia berada di pantai sambil di temani oleh ke tiga tuan muda tersebut.


"Nona Arentha, tidak seharusnya aku menindas mu, sekarang izin kan aku untuk memijat kaki mu sebagai permintaan maaf!" Ucap Evan sambil menyatukan kedua telapak tangan nya.


"Nona Arentha, sebelumnya semua adalah salah ku, sekarang izin kan aku untuk mengolesi minyak ini untuk mu!" Ucap Lanno sambil berlutut dan menawarkan sebuah minyak.


"Arentha, kamu begitu luar biasa, kamu berhasil mengumpulkan seratus juta, ini semua salah papa, tidak seharus nya papa mengusir mu!" Ucap Randra, papa dari Arentha.


"Nona Arentha, tidak seharusnya aku mencuri ciuman pertama mu, begitu juga yang kedua, tolong maafkan aku..!" Ucap Alex sambil membungkuk kan tubuh nya.


"HUH? APA? MENYESAL SEKARANG? SUDAH TERLAMBAT!" Bentak Arentha kepada ke tiga laki-laki itu.


"KAMU! PERGI CUCI PIRING!" Perintah Arentha kepada Evan.


"KAMU! MENYAPU LANTAI!" Perintah Arentha kepada Lanno.


"KAMU! MENGELAP MEJA!" Dan Perintah Arentha kepada Alex.


Saat Aretha tengah asyik bersantai, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil dirinya.


"Apa kamu haus, Nona Arentha? Minumlah sedikit air!" Ucap laki-laki itu yang datang dari kejauhan dan membawa sebuah jus lemon di tangan nya.


Arentha yang melihat laki-laki tampan dan badan nya yang berotot membuat Arentha terpesona dan berlari ke arah laki-laki itu.


Bentuk tubuh laki-laki ini bagus juga! batin Arentha


"Ohhh, otot yang kuat dan elastis ini.. Mwehehehehehe" Ucap Arentha sambil meraba-raba otot dada dan perut laki-laki itu.


"Oh, sungguh seekor kucing kecil yang liar!" Ucap laki-laki itu sambil tersenyum.


Mendengar hal tersebut membuat Arentha terbangun dari mimpi nya.

__ADS_1


**********


*End Dream- Real life*


Arentha sedikit terbangun dari tidur nya, ia membuka mata nya secara perlahan, di depan nya terdapat se sosok laki-laki yang satu kasur dengan nya.


Kenapa sekarang laki-laki itu terlihat seperti Alex Casella? Tapi dia punya tubuh yang bagus sekali! batin nya dengan setengah sadar.


Eh? Inikan cuma mimpi, tapi kenapa sentuhan ini terasa asli ya? Ucap nya dalam hati yang hampir sadar.


Arentha pun mencengkram kuat-kuat dada Alex untuk memastikan apakah ini asli, atau hanya mimpi.


"AAARRGGG, GADIS GILA! APA YANG KAMU LAKUKAN?" Teriak Alex yang mengagetkan Arentha dan kemudian dia berdiri.


"Cih? Ini bukan mimpi ternyata! Kenapa tengah malam kami malah masuk ke dalam kamar ku?!" Ucap Arentha kepada Alex sambil menunjuk ke arah laki-laki itu.


"Hei, lihat kag baik-baik kamar ku ini!" Ucap Alex, kemudian dia berjalan menuju tombol lampu dan menyalakan nya.


Terlihat sebuah kamar yang bernuansa laut, dengan warna dinding yang seirama dengan warna kasur nya. Di samping tempat tidur tersebut terdapat foto Alex dengan baju jas hitam nya. Arentah tiba-tiba hanya diam dan melongo seakan tak percaya.


Aku yakin, kalau aku tidur di dalam kamar pelayan, tapi kenapa sekarang ada di kamar Alex Casella! Batin Arentha yang kebingungan.


"Ma—maaf... maafkan aku, Tuan Casella, aku tidak tahu apa yang sudah terjadi. " Ucap Arentha gugup. Arentha pun turun dari kasur itu dan segera akan keluar dari kamar Alex. Tapi Alex menahan rambut kepang dari Arentha dan sedikit menarik nya.


"HUH, kamu pikir dengan menyelinap ke dalam kamar ku lalu selesai dengan minta maaf? Mau lari ya?" Ucap Alex sambil memegang rambut Arentha.


"Ja—jadi, aku harus bagaimana?" Ucap Arentha yang di tahan oleh Alex.


Melihat Arentha yang seperti itu, kemudian Alex pu mendorong tubuh Arentha kembali ke atas kasur dan menahan kedua tangan Arentha dengan dengan tangan nya.


"Tentu saja, menyelesaikan hal yang belum kita selesaikan!" Jawab Alex sedikit ambigu.

__ADS_1


__ADS_2