Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!

Nona Muda Menjadi Pelayan Tuan Ternama!
Chapter 04


__ADS_3

Arentha menuruti kemauan laki-laki tersebut dan ia duduk di pangkuan nya.


"Oh? Apa cuma seperti ini saja?" Okay." Arentha mendekat kan wajah nya ke wajah lelaki tersebut.


_lihatlah bagaimana cara aku mengatasi mu?_ batin laki-laki itu dengan sombong.


Saat hendak berciuman, dan laki-laki itu menutup mata nya, kemudian....


Plakkk


Satu tamparan keras dan tanpa aba-aba mendarat di wajah laki-laki tersebut.


Segera Arentha berdiri dan menjauhi laki-laki itu.


"Apa yang kamu lakukan?" Teriak laki-laki itu dengan marah.


"Tidak apa-apa. Aku cuma muak dengan mu, jadi kita putus saja ya!" Ledek Arentha.


"KAMU!"


"Tuan Agra, kamu tidak apa-apa?" Ucap salah satu wanita yang ada di dalam kamar tersebut.


Mendengar nama yang di ucap kan salah satu wanita tersebut, membuat Arentha terkejut.


"APA?" Kaget Arentha.


_Tuan Agra? Ah... Liontin penerus dari keluarga Agra, dia salah seorang penerus dari lima keluarga besar, penerus keluarga Agra,— Evan Agra. Habislah aku!_ Batin Arentha saat melihat sebuah liontin yang Evan kenakan di leher nya.


"Apa muka kamu tidak apa-apa, Tuan Agra?" Celetuk salah satu wanita di kamar tersebut.


Bukan nya marah karena telah di tampar, tapi malah...


"Enaknyaaaa!" Ucap Evan yang ke enakan saat di tampar.


Saat Evan hendak melihat Arentha, tapi gadis itu malah kabur terlebih dahulu.


"Sial! Kemana gadis itu pergi?"


Arentha yang berhasil keluar dari kamar tersebut malah me meletkan lidah nya kepada Evan tanda mengejek nya.


"Hei, berhenti!" Ucap Evan.


_Berhenti? Lalu kamu akan memukul ku?_ batin Arentha sambil berlari.


Saat Arentha sedang berlari keluar dari ruangan tersebut, ia malah tidak sengaja menabrak seseorang.


Brukk, Aduhh


Kepala Arentha sakit akibat menabrak dada bidang seseorang. Ia mengelus-elus kan kepalanya dengan tangan, setelah itu ia melihat ke atas, siapa seseorang yang ia tabrak.


Dan ternyata...


_Ehh, bukan kah dia...laki-laki penyelamat ku.._ Arentha terkejut saat melihat laki-laki yang menyelamatkan nya pada saat itu, ia ingat dengan jelas bagaimana laki-laki itu, dari warna rambut nya hingga mata nya sama persis, dan moment saat ia berciuman, itu yang selalu terlintas di pikiran Arentha.


"Kurang ajar, kamu menabrak Tuan saya.." Ucap pelayan laki-laki itu.


"Diamlah!" Perintah laki-laki itu kepada pelayan nya.


"Baik.."

__ADS_1


Satu kesan yang dapat Arentha ambil pada malam hari ini tentang laki-laki ini adalah, dia Agresif!.


"Tangkap Dia!" Ucap Evan setelah dari tadi mengejar Arentha.


"Tolong, dia orang jahat yang mau menangkap saya. Tolong.. tolong saya!" Akting Arentha.


Mendengar Arentha mengucap kan hal itu, membuat laki-laki di hadapannya tersenyum.


"Bagaimana cara nya saya, menolong kamu?"


"Jangan... jangan biarkan dia menangkap saya!"


"Oke, mudah sekali."


Setelah mengucapkan hal itu, laki-laki tersebut menarik wajah Arentha, dan mencium bibir nya.


Arentha yang kaget dan bingung atas apa yang di lakukan laki-laki di hadapannya ini, hanya bisa diam saja.


_Ciuman kedua ku!!_


"Alex, bantu aku tangkap dia!"


Alex? setelah mendengar nama itu, Arentha mendorong tubuh Alex dengan spontan.


"Ka—kamu teman nya dia?" Tanya Arentha.


********


Arentha yang mengetahui kalau Alex adalah teman dari Evan Agra, menjadi geram.


"Evan, kenapa seorang gadis saja tidak bisa kamu tangkap?" Ucap Alex.


Arentha yang melihat Alex dengan geram, tiba-tiba Netra nya tidak sengaja melihat sebuah anting yang di pakai oleh Alex, anjing berkilau dengan campuran warna hitam dan ungu.


_Anting itu?! Lambang penerus keluarga Casella!_


Arentha yang mengetahui siapa Alex itu, menjadi kecewa.


_Rupa nya penyelamat ku adalah penerus keluarga Casella, Alex Calsella! Kenapa... Penyelamat ku seorang playboy. Alex Casella!_


Alex yang menyadari bahwa diri nya si tatap lekat-lekat oleh gadis itu, kemudian hendak menggoda nya.


"Rasa gadis ini baik~."


Arentha yang sudah mengetahui bahwa laki-laki yang menyelamatkan nya ialah seorang playboy menjadi kecewa, dibanding kecewa, rasa marah nya lebih mendominasi.


_Tidak bisa di maafkan! Tidak termaafkan! Aku tidak terima ciuman pertama ku untuk laki-laki seperti ini!!_


Alex yang mengetahui bahwa diri nya akan di hantam oleh gadis itu, ia segera bersembunyi di belakang tubuh Evan.


_Celaka gadis itu!_ batin Alex.


Evan yang bingung kenapa Alex bersembunyi di belakangnya menjadi kaget.


"Matilah kau!" Teriak Arentha.


"Eh, kenap—"


Buukkk

__ADS_1


Belum sempat menyelesaikan kalimat nya, Satu tendangan mendarat di wajah Evan, ya sekali lagi wajah nya yang kena akan hantaman hingga membuat hampir hilang kesadaran.


"BOSS!!!!"


"Bos, bangun boss!!" Ucap pelayan dari Evan tersebut.


"Gadis brengsek... tunggu saja nanti...!" Ucap Evan dan akhirnya ia pingsan.


------


Arentha yang saat itu sedang kesal, ia berjalan keluar dari Caffe tersebut.


_Aku, Arentha Cellastia Arora, begitu banyak kesialan dalam sehari, papa pun mengusir ku, dan juga bermasalah dengan tiga penerus dari lima keluarga besar yang berpengaruh. Yang lebih penting.... ciuman pertama ku sudah ku berikan kepada... Alex Casella._ Gerutu Arentha dalam hati, sambil mengusap-usap mata nya yang tidak ber air.


✨🌚✨


Rumah sepupu


Arentha yang sudah tiba di depan rumah sepupu nya pun menekan bell.


Ting-Tong-Ting-Tong


Mendengar ada suara bel, kakak nya akhirnya membuka pintu.


"Arentha, kamu lagi ngapain? Dari mana aja kamu malam-malam begini?" Ucap Kakak sepupu nya itu.


Arentha yang kaget atas jawaban kakak nya, padahal ia yang menyuruh Arentha untuk balas dendam.


"Kakak, apa kamu sudah hilang ingatan? Apa kamu lupa kalau kamu menyuruh ku untuk balas dendam kepada Alex Casella?" Ucap Arentha menggebu-gebu.


*Ekspresi Kakak sepupu nya ( ● _ ● )


"Uh.... apa balas dendam nya sudah selesai?" Tanya kakak sepupu.


"Uh, huh!" Jawab Arentha sambil mengangguk.


"Oh, kalau gitu kamu boleh pulang." Jawab sang kakak dengan wajah datar ala sinchan. Yang hendak menutup pintu.


"Kakak! Kenapa kau berkhianat!!!" Jawab Arentha yang tengah menahan pintu saat hendak di tutup.


"Arentha, hidup ku saja sekarang sedang sulit, bagaimana bisa aku menolong diri mu..." Ucap Kakak sepupu nya.


Mendengar hal itu membuat Arentha marah dan hendak menangis serta merengek.


"Oh iya, jadi, maaf tidak sesuai harapan mu, bawa lowongan kerja ini, kirimkan CV kamu dan pergilah lakukan wawancara besok hari" tawar kakak nya sambil memberikan sebuah sebuah surat yang berisi lowongan kerja.


_Wow, hebat! Bukan cuma gaji nya yang tinggi, tapi aku juga tetap bisa bersekolah, benar-benar pekerjaan yang bagus_ batin Arentha kegirangan.


Arentha yang sangat membutuhkan pekerjaan agar mendapatkan uang, ia dengan senang hati menerima surat lowongan tersebut dan hendak pergi kesana esok pagi.


Isi surat


LOWONGAN


_Taman Royal di Kampus Royal sedang membutuhkan seorang pelayan perempuan. Gaji per bulan yaitu 80 ribu dollar termasuk makan, tempat tinggal dan pendidikan._


"Baik, aku akan ajukan besok," Arentha yang tengah asik membaca surat itu, ia tidak menyadari kalau pintu rumah sudah di tutup oleh sepupu nya.


Krik-krik-krik-krik.

__ADS_1


"Kakak! Biarkan aku tinggal malam ini saja!!" Teriak Arentha.


__ADS_2